ADVERTORIAL
Wagub Abdullah Sani Lepas 442 JCH Kloter 22, Titip Doa untuk Keselamatan dan Kemajuan Daerah
Jambi – Suasana haru dan penuh doa mewarnai pelepasan 442 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter BTH 22 Provinsi Jambi di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Minggu, 17 Mei 2026 dinihari. Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara langsung melepas keberangkatan para jamaah yang berasal dari Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, dan Kabupaten Tebo.
Kloter BTH 22 terdiri dari 247 jamaah asal Kerinci, 104 jamaah Kota Jambi, 85 jamaah Tebo, serta petugas haji dan pendamping. Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta memperoleh predikat haji mabrur.
“Alhamdulillah, Insya Allah bapak ibu calon jamaah haji termasuk golongan hamba Allah yang beruntung. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima doanya, meninggikan derajatnya, dan memberikan tiket surga bagi kita semua,” ujar Wagub Abdullah Sani.
Ia mengingatkan para jamaah agar menjaga kesehatan selama berada di tanah suci dan mengikuti arahan petugas kesehatan maupun pembimbing ibadah. Menurutnya, perjalanan haji bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat di daerah asal.
“Keberangkatan bapak ibu bukan hanya membawa keberkahan bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Pulang dari haji dengan predikat haji yang mabrur insya Allah akan menebarkan manfaat dan berkah bagi masyarakat,” katanya.
Wagub Abdullah Sani juga menitipkan doa agar Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh petugas diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta para jamaah tetap menjaga kekompakan, saling membantu, dan menjadi duta yang baik bagi Provinsi Jambi selama berada di Makkah dan Madinah.
“Kepada petugas haji saya khusus mendoakan kesehatannya dan terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta ikhlas, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Selain itu, Wagub Sani berharap doa-doa para jamaah di tanah suci dapat membawa keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan dan kemajuan bagi Provinsi Jambi secara keseluruhan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengingatkan seluruh jamaah agar selalu mengingat kode kloter mereka, yakni BTH 22.
“Kalau ditanya kloter mana, jawabnya BTH 22. Jangan bilang kloter Jambi, karena yang dikenal secara nasional adalah kode kloter,” katanya.
Ia menjelaskan, Kloter BTH 22 menjadi kloter istimewa karena merupakan gabungan jamaah dari tiga daerah, yakni Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tebo, dan Kota Jambi. Namun, terdapat tiga jamaah yang keberangkatannya ditunda karena kondisi kesehatan dan direncanakan menyusul pada kloter berikutnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, kloter ini juga didampingi petugas lengkap, mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah hingga tim kesehatan haji Indonesia.
Dengan iringan doa dan harapan masyarakat, keberangkatan JCH Kloter BTH 22 diharapkan menjadi awal perjalanan ibadah yang lancar, aman, dan penuh keberkahan hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (*)
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



