ADVERTORIAL
Dorong Tata Kelola Pemerintahan Profesional, Bupati Batanghari Fadhil Arief Hadiri Rakor Manajemen ASN se-Provinsi Jambi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Rapat Koordinasi Pembinaan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) pada instansi daerah se-Wilayah Provinsi Jambi, pada Kamis, 3 September 2026, di Kabupaten Bungo.
Rakor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan manajemen ASN yang profesional, efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Informasi banjir Jambi
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah.
Turut hadir Gubernur Jambi Al Haris serta sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Bungo, Bupati Tebo, Bupati Tanjungjabung Timur, Bupati Merangin, Wakil Wali Kota Jambi, dan Wakil Bupati Sarolangun.
Bupati Batanghari Fadhil Arief juga hadir bersama Sekda Batang Hari, Plt Kepala dan Sekretaris BKPSDMD Batanghari, serta para tamu undangan lainnya.
Fadhil Arief mengatakan, koordinasi dan sinergi antarpemerintah daerah diperlukan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ASN di daerah.
“Semoga melalui koordinasi dan sinergi yang terus kita bangun, manajemen ASN di daerah semakin baik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam rakor tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menyambut baik penerapan Manajemen Talenta ASN sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memetakan pegawai berdasarkan kinerja dan potensi yang dimiliki.Dapatkan Kalender Digital
Menurut Al Haris, sistem tersebut memiliki peran penting dalam menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan secara objektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Manajemen talenta juga dinilai dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kompetensi para ASN yang selama ini belum sepenuhnya terpetakan.
Dengan pemetaan yang lebih baik, pemerintah dapat menempatkan ASN sesuai kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi sehingga kinerja pemerintahan dapat semakin optimal.
BKN Tekankan Transformasi Digital
Sementara itu, Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah menekankan pentingnya transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, digitalisasi harus mampu membuat seluruh layanan pemerintahan menjadi lebih cepat, mudah, efektif, dan terintegrasi.
“Saya mengikuti pertemuan dengan Menpan se-Asia Tenggara bulan Agustus lalu, yang kita bahas transformasi digital. Jadi, semua layanan selesai dalam bentuk digital,” katanya.
Zudan juga mendorong seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar terus melahirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Urus Izin Usaha
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan inovasi sehingga digitalisasi tidak hanya menjadi perubahan sistem, tetapi benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Rakor pembinaan manajemen ASN tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang profesional, berbasis kompetensi, serta mampu menjawab kebutuhan pemerintahan di era transformasi digital. (*)
ADVERTORIAL
Satgas Pasar Tanjung Jember Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Diponegoro
DETAIL.ID, Jember – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Jember memberlakukan uji coba sirkulasi satu arah di Jalan Diponegoro mulai Senin, 5 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB.
Kebijakan ini diterapkan untuk mendistribusikan beban kendaraan serta mempermudah akses warga menuju kawasan Pasar Tanjung dan Talangsari.
Skema baru tersebut mengarahkan kendaraan dari arah utara Jalan Diponegoro menuju selatan ke Jalan Trunojoyo.
Langkah ini diambil guna mengatasi penumpukan arus lalu lintas yang selama ini terkonsentrasi di koridor Jalan Ahmad Yani segmen Pemkab Jember–Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo segmen Tugu Koperasi–Simpang Fore, dan Simpang Tiga Gajah Subroto.
Penataan arus ini juga merespons banyaknya laporan warga di kanal pengaduan Wadul Gus’ e serta media sosial.
Pengendara dari arah Gebang dan Sultan Agung yang hendak menuju Talangsari serta Pasar Tanjung sebelumnya mengeluhkan jarak tempuh yang makin jauh dan memicu kemacetan di jalur utama.
Melalui uji coba ini, sebaran lalu lintas diharapkan tidak lagi menumpuk di Tugu Koperasi, melainkan terpecah secara merata melalui ruas jalan alternatif.
Pengawasan ketat bakal dilakukan di lapangan untuk mengukur efektivitas perubahan arus tersebut.
Pelaksanaan tersebut merupakan uji coba dalam rangka evaluasi MRLL, sehingga efektivitasnya akan terus dipantau berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, terutama terhadap tingkat kepadatan, antrean, waktu tempuh, serta aksesibilitas masyarakat.
Selama uji coba berlangsung, petugas Dinas Perhubungan bersama Satlantas dikerahkan untuk mengatur lalu lintas, memasang rambu penunjuk, dan menertibkan parkir liar.
Atensi khusus diberikan pada segmen Simpang Semar menuju Simpang Samahudi serta Simpang Jalan Trunojoyo guna meminimalkan potensi pelanggaran dan kecelakaan.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Evaluasi dari uji coba ini akan dijadikan bahan pertimbangan akhir oleh Forum LLAJ Jember untuk menentukan skema rekayasa lalu lintas permanen di kawasan tersebut. (*)
ADVERTORIAL
Rekayasa Arus Jalan Samanhudi Murni Desakan Pedagang Pasar Tanjung Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan uji coba penataan lalu lintas di Jalan Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates sejak Senin, 28 September 2026.
Pengalihan arus di kawasan Pasar Tanjung ini dilakukan atas desakan pedagang lantai dasar dan lantai atas, sekaligus membantah tuduhan keputusan sepihak dari pemerintah.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa selain masukan warga pedagang, pertimbangan rekayasa jalan ini turut diperkuat oleh aspirasi mahasiswa serta pelaku usaha sekitar.
Pemkab Jember memandang adanya dinamika serta perbedaan tanggapan publik sebagai bagian dari proses penataan kawasan perkotaan.
Pemerintah daerah menjamin ruang komunikasi tetap terbuka lebar bagi seluruh elemen masyarakat.
Diskusi terus dibuka agar kebijakan yang diambil benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak.
“Kemunculan perbedaan sudut pandang maupun dinamika respons di tengah masyarakat terkait penyesuaian rute ini sebagai hal yang lumrah dalam alam demokrasi dan proses penataan kota,” kata Gus Fawait, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sikap akomodatif dipastikan menjadi acuan utama jajaran Pemkab Jember selama masa pengalihan arus berlangsung.
Seluruh masukan dari warga akan dihimpun secara cermat oleh petugas teknis.
“Pemkab Jember siap menyerap semua masukan, baik dari pihak yang pro maupun kontra,” ujarnya.
Tim teknis terus menjalankan peninjauan dan pemantauan secara berkala di lokasi selama periode uji coba.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi pertimbangan akhir sebelum regulasi transportasi yang permanen resmi diberlakukan di kawasan perdagangan Tanjung. (*)
ADVERTORIAL
Urus Layanan JKN Tak Lagi Ribet, Inovasi Digital BPJS Kesehatan Jadi Andalan Peserta
DETAIL.ID, Jember – Berbagai inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kehadiran layanan digital tidak hanya mempercepat akses pelayanan kesehatan, tetapi juga memangkas waktu dan biaya yang harus dikeluarkan peserta dalam mengurus administrasi maupun mendapatkan pelayanan kesehatan.
Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat inovasi tersebut adalah Olivia Yolanda (29), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Pemerintah Daerah, Olivia mengaku pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurut Olivia, salah satu inovasi yang paling dirasakan manfaatnya adalah layanan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.
Jika sebelumnya peserta harus datang lebih pagi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan nomor antrean, kini proses tersebut dapat dilakukan secara daring dari rumah.
“Dulu kalau mau berobat harus datang pagi-pagi sekali agar mendapatkan nomor antrean lebih awal. Sekarang lebih praktis karena saya cukup mengambil antrean melalui Mobile JKN. Jadi saya bisa datang ketika nomor antrean sudah mendekati giliran saya dan tidak perlu menunggu terlalu lama di fasilitas kesehatan,” kata Olivia, Rabu, 30 September 2026.
Selain kemudahan antrean online, Olivia juga mengapresiasi transformasi layanan administrasi yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, masyarakat saat ini memiliki banyak pilihan kanal layanan tanpa harus selalu datang ke kantor BPJS Kesehatan.
“Kalau dulu hampir semua urusan harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, sekarang sudah banyak pilihannya. Bisa melalui WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, Aplikasi Mobile JKN, layanan BPJS Online, maupun BPJS Keliling. Hal tersebut sangat membantu peserta karena lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Olivia juga membagikan pengalamannya saat memanfaatkan layanan JKN ketika membutuhkan pengobatan.
Ia mengawali pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan selanjutnya mendapatkan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di RS Bina Sehat Jember. Seluruh proses yang dijalani berlangsung lancar dan mudah berkat dukungan sistem digital yang telah dikembangkan BPJS Kesehatan.
“Saya pernah menjalani pelayanan mulai dari FKTP hingga dirujuk ke RS Bina Sehat. Prosesnya sangat mudah dan tidak membingungkan. Sistem yang sudah terintegrasi membuat pelayanan berjalan lancar sehingga saya bisa lebih fokus pada proses pengobatan,” katanya.
Lebih lanjut, Olivia berharap BPJS Kesehatan dapat terus menghadirkan inovasi yang semakin memudahkan peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan.
Ia menilai digitalisasi yang dilakukan saat ini telah membawa perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Menurut saya inovasi-inovasi BPJS Kesehatan sangat terasa dampaknya bagi peserta. Pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, setara dan solutif. Semoga BPJS Kesehatan terus mengembangkan layanan yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tutur Olivia. (*)



