Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris menekankan pentingnya evaluasi pembangunan, penguatan sinergi antarpemerintah, dan ketepatan penggunaan anggaran dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Ia mengingatkan agar setiap program pembangunan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Sarolangun, Senin, 12 Oktober 2026 pagi.

Rapat paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani.

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan bahwa hari jadi kabupaten tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial.

Peringatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mensyukuri capaian yang telah diraih, mengevaluasi kekurangan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa perjalanan Kabupaten Sarolangun sejak terbentuk hingga memasuki usia ke-27 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Berbagai capaian pembangunan telah berhasil diraih, tetapi di sisi lain masih terdapat tantangan dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, maupun pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keterbatasan kemampuan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Dengan wilayah yang luas dan anggaran yang terbatas, program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok miskin.

Dalam kesempatan itu, Al Haris memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Sarolangun yang menunjukkan perkembangan positif. Capaian tersebut dinilainya menjadi modal penting untuk mewujudkan Sarolangun MAJU, yakni Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat paripurna, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun pada 2025 mencapai 4,78 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 3,73 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 juga naik menjadi 74,72, bertambah 0,96 poin dari 73,76 pada 2024.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 67,44 persen.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 4,68 persen, dibandingkan 5,03 persen pada tahun sebelumnya.

Adapun tingkat kemiskinan masih berada pada angka 8,74 persen sehingga membutuhkan intervensi dan kerja sama berbagai pihak.

“Capaian tersebut patut kita syukuri dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan,” kata Al Haris.

Menurutnya, posisi geografis Sarolangun juga menjadi potensi yang perlu dioptimalkan. Kabupaten tersebut memiliki peran strategis sebagai wilayah transit dan penghubung antardaerah di Provinsi Jambi.

Potensi itu, lanjutnya, perlu didukung dengan penguatan konektivitas, pengembangan ekonomi daerah, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor-sektor unggulan.

Al Haris juga menyoroti keberadaan dua bandara di kawasan sekitar Sarolangun yang dinilainya dapat mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.

“Kondisi Sarolangun hari ini sangat beruntung. Kenapa? Posisinya diuntungkan oleh hadirnya dua bandara di sekitar Sarolangun, ada Bandara Bungo dan Bandara Lubuk Linggau, Bandar Udara Silampari. Ini dua-duanya menopang Sarolangun,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Al Haris turut menyampaikan apresiasi kepada para pendiri Kabupaten Sarolangun dan para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan hingga daerah itu memasuki usia ke-27 tahun.

Al Haris soroti penanganan karhutla
Selain pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Al Haris menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Ia mengakui bahwa penanganan karhutla menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah. Pemerintah dituntut bergerak cepat mengatasi kebakaran sekaligus merespons tuntutan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya.

“Saya tidak pakai baju adat hari ini, pertama masih ada karhutla di Air Hitam. Sarolangun masih ada api. Sekarang ini luar biasa, pemimpin ini, bupati, gubernur ini maju ke depan dihadap tengah api, mundur ke belakang dimarahi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menjelaskan, kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang telah berlangsung sejak lama. Menurutnya, kondisi lingkungan pada masa lalu berbeda dengan saat ini karena kawasan hutan dan rawa masih lebih luas sehingga dampak asap tidak seperti yang dirasakan sekarang.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi, kata dia, terus berupaya melakukan penanganan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Saya juga mengajak seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi untuk terus proaktif memadamkan karhutla di wilayahnya masing-masing,” kata Al Haris.

Ia kembali mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun harus menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, efisiensi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi harus diarahkan pada penguatan prioritas agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari Jadi ke-27 ini hendaknya menjadi momentum evaluasi dan introspeksi, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Efisiensi harus kita maknai sebagai upaya memperkuat prioritas dan memastikan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Al Haris atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama yang berkesinambungan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Ia menyebut, berbagai capaian yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin terdahulu, mulai dari masa pemerintahan Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus dan Cek Endra, hingga kepemimpinan yang dijalankannya saat ini.

“Pembangunan Kabupaten Sarolangun adalah hasil kerja keras kita bersama di era masing-masing pemerintahan sebelumnya, mulai dari periode Bapak Haji Muhammad Madel dan Haji Maryadi Syarif, Bapak Hasan Basri Agus dan Bapak Haji Cek Endra, hingga periode kepemimpinan kami saat ini. Insya Allah, tongkat estafet pembangunan ini akan terus dilanjutkan oleh putra-putri terbaik daerah ini di masa mendatang,” ujar Hurmin.

Hurmin menjelaskan, pemerintahannya telah menetapkan lima misi utama sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan visi Sarolangun Maju. Kelima misi tersebut menjadi arah kebijakan sekaligus acuan kerja seluruh perangkat daerah.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Kedua, mewujudkan nilai-nilai keagamaan, menjaga kearifan adat istiadat, serta mendorong pengembangan kepemudaan.

Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.

Keempat, mendorong kemajuan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kelima, mewujudkan budaya birokrasi yang berakhlak, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Hurmin, visi dan misi tersebut harus diwujudkan melalui program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan atau slogan pemerintahan.

“Visi dan misi ini bukan sekadar slogan, tetapi janji kami kepada masyarakat yang akan kami wujudkan. Melalui kerja nyata, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pemerintah yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus diperkuat.

Pada usia ke-27 Kabupaten Sarolangun, Hurmin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Ia berharap, kolaborasi yang berkelanjutan dapat mempercepat terwujudnya Sarolangun yang Maju, Agamis, Jujur, dan Unggul. (*)

Advertisement

ADVERTORIAL

Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi, Al Haris: Ada Awal ada Akhir, yang Penting Kita Mengabdi di Bawah Merah Putih

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., beserta Ketua TP-PKK Provinsi Hj. Hesnidar Haris, SE menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Jambi dari Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H., kepada Kapolda Jambi yang baru Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., beserta Ibu, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi, Rabu, 14 Oktober 2026 malam.

Acara kenal pamit berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Jambi, para Bupati/Wali Kota, PJU Polda Jambi, serta Bhayangkari, tokoh masyarakat Jambi, pemangku adat serta para undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa dalam pengabdian kepada negara, ada pertemuan dan ada perpisahan.

“Malam hari ini kita tentunya ada awal ada akhirnya, ada pertemuan ada pula perpisahan. Malam hari ini ada kenal pamit,” ujar Gubernur Al Haris.

Ia menegaskan, sebagai anak bangsa, pengabdian bisa dilakukan dimanapun dan dalam kondisi apapun.

“Jadi memang kita ini dalam mengabdi untuk negara, kita bisa saja bertugas dimanapun, kondisi apapun, yang penting kita di bawah Merah Putih. Nah itulah kita, anak bangsa,” katanya.

Gubernur kemudian mengenang kebersamaannya dengan Irjen Krisno H. Siregar selama menjabat sebagai Kapolda Jambi. Salah satu karakter yang paling diingatnya adalah kegemaran Irjen Krisno bernyanyi.

“Saya kenal Bang Krisno ini waktu beliau jadi Kapolda, jadi awal masuk kesini, di perjalanan dia suka nyanyi,” ucapnya sambil mengenang.

Gubernur Al Haris juga menceritakan banyak program kolaboratif yang berhasil dijalankan bersama Polda Jambi, mulai dari kampanye anti judi online, anti narkoba, anti bullying, hingga anti intoleransi di kalangan pelajar.

“Kita langsung kumpulkan anak-anak sekolah, SMA, SMK. Kita mulai kampanye anti judi online, termasuk juga anti narkoba, anti bullying, dan juga anti intoleransi. Kita jalan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Irjen Krisno dalam program-program sosial, termasuk rencana pembangunan panti di Kerinci yang akan terus dilanjutkan meskipun Irjen Krisno telah pindah tugas.

“Beliau berdinas kembali ke PTIK dan kita masih ada program membuat panti kreativitas di Kerinci. Saya sudah lapor dengan Mas Arsyad, insya Allah beliau tetap kuat dukung dari Jakarta,” ujarnya.

Pada sesi wawancara Gubernur Al Haris Kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Kapolda yang lama dan Kapolda yang baru.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Kepolisian Daerah yang sebelumnya, Bapak Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H. atas dedikasi, pengabdian, dan kerja sama yang telah terjalin selama menjalankan tugas di Provinsi Jambi,” ucap Gubernur Al Haris.

“Kepada Kapolda yang baru, Bapak Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Provinsi Jambi. Kami menyambut kehadiran Bapak dengan penuh harapan dan optimisme, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik serta membawa kemajuan bagi institusi Polri dan masyarakat di daerah ini,” katanya lagi.

Gubernur Al Haris mengakui sudah mengenal sosok Irjen Widodo sebelumnya saat bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Saya tentu menyambut dengan hangat kehadiran pejabat baru, Bapak Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., yang saya sudah kenal sebelumnya dari beliau di BPN dulu,” ujarnya.

Gubernur Al Harus berharap dengan kehadiran Kapolda baru, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Polda Jambi semakin kuat dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Irjen Krisno akan melanjutkan pengabdian di Badan Narkotika Nasional (BNN), sebuah penugasan yang dinilai sangat tepat mengingat rekam jejaknya.

“Jangan lupa, beliau akan bertugas ditempat yang baru, di BNN. Artinya beliau masih mengabdi. Apalagi masalah narkoba, beliau yang tugasnya di BNN, beliau memang sudah pernah juga di bagian narkoba,” katanya.

“Ini tentu beliau akan banyak berbuat bakti untuk Indonesia, dan harapan kita khusus untuk Jambi, masalah narkoba kita bisa berkurang,” ucap Gubernur Al Haris.

Sementara itu, Kapolda Jambi yang baru, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., dalam sambutan dan arahan perdananya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi serta fondasi yang telah dibangun oleh Kapolda sebelumnya bagi Polda Jambi.

“Semoga segala pengabdian menjadi amal ibadah dan kesuksesan senantiasa menyertai langkah pengabdian berikutnya,” ujar Irjen Widodo.

Sebagai Kapolda Jambi yang baru, Irjen Widodo menyadari bahwa amanah yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar.

“Sebagai Kapolda Jambi yang baru, saya menyadari bahwa amanah ini bukan sekedar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan menghadirkan keadilan secara merata bagi seluruh masyarakat Jambi,” tuturnya.

Jenderal bintang dua itu juga menyampaikan bahwa dirinya hadir bukan untuk memulai segala sesuatu dari nol.

“Saya hadir bukan untuk memulai segala sesuatu dari nol, melainkan melanjutkan hal-hal baik, memperkuat yang sudah kuat, dan membenahi apa yang masih perlu diperbaiki,” katanya.

Irjen Widodo meyakini keberhasilan Polri tidak dapat dicapai sendiri, diperlukan sinergi yang kuat dengan seluruh pihak.

“Saya meyakini bahwa keberhasilan Polri tidak dapat dicapai sendiri, diperlukan sinergi yang kuat dengan Pemerintah Daerah, TNI, seluruh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Jambi,” katanya.

Di akhir sambutannya, Kapolda Jambi meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Jambi, agar Polda Jambi dapat terus bekerja sama, hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta mewujudkan Jambi yang aman, damai dan kondusif,” ucap Irjen Pol Widodo.

Sementara itu juga, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa selama menjabat, Polda Jambi telah bekerja sebagai sebuah tim yang solid.

“Kita bekerja sebagai suatu tim, kita bukan saja bentuk jargon, tapi dalam arti kerja yang nyata,” katanya.

Pada kesempatan itu, Irjen Krisno juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh agama di Provinsi Jambi yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian.

“Terima kasih kepada para tokoh adat dan tokoh agama di Provinsi Jambi,” ucapnya.

Momen haru terjadi saat Irjen Krisno menceritakan kebanggaannya telah dianugerahi gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.

“Mohon maaf saya lupa, gelar saya sekarang adalah Datuk Adipati Utamo Siginjai Sakti. Saya bertanggung jawab untuk menjadi duta besar LAM dimanapun kami ditempatkan,” ucapnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Buka MUSDALUB FSPTI-KSPSI Jambi, Sekda Sudirman Tekankan Soliditas Organisasi dan Sinergi dengan Pemerintah

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi, memperkuat kebersamaan, serta membangun sinergi antara serikat pekerja, pemerintah, dan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB) Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Sekda Sudirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MUSDALUB sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pelaksanaan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menurutnya, FSPTI-KSPSI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota, khususnya para pekerja di sektor transportasi, termasuk kegiatan jasa bongkar muat yang mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui musyawarah ini, diharapkan dapat terpilih kepengurusan yang mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menjaga soliditas dan kekompakan organisasi,” ujarnya.

Sekda Sudirman juga berharap MUSDALUB dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan organisasi, termasuk penyusunan program kerja yang terarah dan berkesinambungan.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang terbentuk nantinya harus mampu memperkuat hubungan internal organisasi sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Lebih lanjut, Sekda Sudirman mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja, baik di sektor formal maupun informal.

Salah satu aspek penting dalam upaya tersebut adalah kebijakan pengupahan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kepentingan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha.

“Serikat pekerja diharapkan dapat berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif di Provinsi Jambi,” katanya.

Selain itu, Sekda Sudirman juga mengajak seluruh anggota FSPTI-KSPSI Provinsi Jambi untuk senantiasa menaati peraturan yang berlaku, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, serta menjaga hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

“Kebersamaan dan sinergi seluruh pihak merupakan modal penting dalam mewujudkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga : Danrem 042/Gapu Dampingi Waaspers Kasad Pantau Pelaksanaan Garjas Cata PK TNI AD Gel-II TA 2021
Sementara itu, Ketua Umum FSPTI-KSPSI, Surya Batubara, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk mendukung kebijakan pemerintah serta menjaga kebersamaan di dalam organisasi.

Ia berharap pelaksanaan MUSDALUB berlangsung dengan baik dan seluruh pihak dapat menjaga kondisi tetap kondusif tanpa menimbulkan pertentangan.

“Musyawarah Daerah Luar Biasa ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas kepengurusan, serta memperluas kontribusi FSPTI-KSPSI dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan pekerja di Provinsi Jambi,” ucapnya.

Sementara itu juga, Ketua Panitia, Bayu Eka Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan keberlanjutan organisasi FSPTI-KSPSI Provinsi Jambi. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Menteri Natalius Pigai Apresiasi Pemprov Jambi Atas Langkah Nyata Pemenuhan HAM Warga Suku Anak Dalam

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Kepemilikan dokumen kependudukan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan hak-hak warga negara terpenuhi, termasuk bagi masyarakat adat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan.

Atas upaya memfasilitasi kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga Suku Anak Dalam (SAD), Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi beserta pemerintah kabupaten/kota.

Apresiasi tersebut disampaikan Natalius Pigai saat memberikan kuliah umum sekaligus membahas penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat di Auditorium UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menurut Natalius Pigai, kepemilikan KTP tidak sekadar berkaitan dengan administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi dasar pengakuan seseorang sebagai warga negara secara sah.

Dokumen tersebut membuka jalan bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai hak yang dijamin negara.

“Saya menyerahkan KTP atas nama pemerintah kepada warga Suku Anak Dalam. Ini adalah salah satu elemen terpenting mereka diakui secara sah sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Natalius Pigai.

Ia menjelaskan, pengakuan kewarganegaraan menjadi langkah awal bagi masyarakat, terutama kelompok marginal, untuk mengakses hak-hak mendasar. Hak tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, hingga partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

“Ketika status warga negara sudah terpenuhi, maka seluruh hak melekat lainnya akan ikut berjalan, mulai dari hak atas pendidikan, hak atas kesehatan, hak ekonomi, hingga hak atas demokrasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris turut mendampingi Menteri HAM RI sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan edukasi HAM di daerah. Sejumlah pejabat dan unsur akademisi juga hadir, di antaranya Wali Kota Jambi Maulana, Bupati Batang Hari, Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, civitas akademika, serta mahasiswa.

Kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait HAM.

Selain menyoroti pentingnya dokumen kependudukan, Natalius Pigai mengingatkan perlunya memperluas pemahaman masyarakat mengenai HAM.

Menurut dia, upaya menghadirkan keadilan bagi masyarakat kecil tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme hukum formal, yang dalam kondisi tertentu membutuhkan biaya dan sulit dijangkau oleh kelompok rentan.

Ia menilai pendekatan HAM dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas akses terhadap keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial ekonomi. Untuk itu,Kementerian HAM mendorong penguatan pendidikan HAM secara luas, baik melalui lembaga pendidikan formal maupun kegiatan langsung di tengah masyarakat.

Upaya tersebut mencakup integrasi materi HAM ke dalam kurikulum, pengembangan sertifikasi HAM, serta sosialisasi dari desa ke desa dan kampung ke kampung hingga tingkat provinsi.

“Untuk mencapai hal tersebut, Kementerian HAM terus mendorong langkah-langkah strategis nasional, di antaranya dengan memberikan pendidikan HAM secara masif, mengintegrasikan kurikulum dan sertifikasi HAM di lembaga pendidikan formal maupun masyarakat umum, edukasi di lapangan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi HAM secara langsung dari desa ke desa, kampung ke kampung, hingga ke tingkat provinsi. Dan membangun kesadaran HAM jangka panjang agar seluruh bangsa Indonesia tumbuh menjadi masyarakat yang inklusif dan berperadaban tinggi,” katanya.

Natalius Pigai menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar pemenuhan dan pengakuan HAM dapat berlangsung lebih cepat serta menjangkau masyarakat secara merata.

Ia menegaskan bahwa akses terhadap keadilan harus dapat dirasakan semua kalangan, termasuk masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit.

“Cara paling sederhana dan elegan untuk menghadirkan keadilan bagi semua orang adalah melalui HAM. Orang kecil di bawah kolong jembatan pun berhak merasakan keadilan. Selama ini mereka harus berjuang keras di proses hukum formal yang mahal,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Natalius Pigai juga menyinggung capaian Indonesia dalam bidang HAM di tingkat internasional. Ia menyebut Indonesia pernah memimpin Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan meraih predikat terbaik dalam program pendidikan HAM tingkat dunia.

Meski demikian, ia menilai kesadaran masyarakat Indonesia mengenai HAM masih perlu diperkuat. Menurut dia, membangun pemahaman yang menyeluruh membutuhkan proses panjang, konsistensi kebijakan, serta keterlibatan berbagai pihak.

“Indonesia masih berbudaya hukum formal, di mana hukum formal itu sendiri seringkali belum mampu memberikan keadilan yang merata bagi rakyat miskin. Dan pembangunan kesadaran HAM membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa memakan waktu 30 hingga 50 tahun ke depan, agar rakyat Indonesia dapat menjadi bangsa yang berkesadaran HAM,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs