Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Jejak 69 Tahun dan Manifesto Pembaharuan di Era Al Haris – Sani

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Perjalanan waktu selama enam puluh sembilan tahun bagi Provinsi Jambi bukan sekadar pergantian kalender melainkan sebuah transformasi peradaban yang berakar dari semangat otonomi daerah. Jika kita menengok jauh ke belakang pada fajar pembangunan di tahun 1957 Jambi lahir dari rahim perjuangan rakyat yang merindukan kedaulatan administratif. Saat itu Jambi yang melepaskan diri dari Karesidenan Sumatera Tengah harus memulai segalanya dari titik yang sangat bersahaja. Infrastruktur hampir tidak ada dan akses antar wilayah hanya bergantung pada urat nadi Sungai Batanghari yang membelah provinsi ini dari hulu di Kerinci hingga ke hilir di Tanjung Jabung. Pada masa awal tersebut para perintis pembangunan meletakkan dasar-dasar identitas Melayu Jambi sebagai perekat sosial yang kuat untuk menghadapi isolasi geografis yang sangat menantang.

Memasuki fase pertengahan sejarahnya Jambi mengalami lonjakan ekonomi melalui sektor agraria. Hamparan hutan tropis mulai bertransformasi menjadi perkebunan karet dan kelapa sawit yang luas menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pemain kunci dalam peta komoditas nasional. Namun pertumbuhan yang berbasis pada sumber daya alam mentah ini membawa konsekuensi jangka panjang yang mulai terasa saat memasuki milenium baru. Ketergantungan yang terlalu tinggi pada fluktuasi harga komoditas global seringkali membuat struktur ekonomi daerah menjadi rapuh. Di sisi lain pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat menuntut adanya modernisasi infrastruktur yang tidak lagi bisa hanya mengandalkan jalur sungai namun harus beralih ke daratan yang lebih efektif dan efisien.

Titik balik pembaharuan yang paling progresif terjadi ketika estafet kepemimpinan sampai ke tangan Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH – Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Sejak dilantik pada Juli 2021 di tengah badai pandemi global Al Haris – Sani membawa visi Jambi MANTAP yang merupakan akronim dari Maju Aman Nyaman Tertib Amanah dan Profesional. Kepemimpinan beliau bukan sekadar melanjutkan rutinitas birokrasi melainkan sebuah upaya melakukan restorasi besar-besaran terhadap sistem pelayanan publik dan percepatan ekonomi. Al Haris yang memiliki latar belakang sebagai birokrat tulen dari tingkat bawah memahami betul bahwa masalah utama Jambi terletak pada ketimpangan antara potensi sumber daya yang melimpah dengan kualitas hidup masyarakat di pelosok desa yang masih tertinggal.

Salah satu pilar utama pembaharuan dalam era ini adalah program Dua Miliar Satu Kecamatan atau yang lebih dikenal dengan Dumisake. Narasi pembangunan yang dibawa melalui program ini adalah upaya mendesentralisasikan anggaran agar manfaat ekonomi tidak hanya berputar di pusat kota. Melalui Dumisake pemerintah provinsi melakukan intervensi langsung terhadap masalah kemiskinan dengan memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha kecil pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu agar tetap bisa mengecap pendidikan tinggi serta perbaikan ribuan rumah tidak layak huni bagi keluarga prasejahtera. Program ini menjadi jawaban atas tuntutan publik mengenai pemerataan hasil pembangunan yang selama ini dianggap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

Namun perjalanan pembaharuan di usia 69 tahun ini tidaklah berjalan tanpa hambatan yang berat. Sektor infrastruktur menjadi sorotan paling tajam dan krusial dalam dinamika pembangunan Jambi kontemporer. Pertumbuhan industri pertambangan khususnya batu bara menciptakan dilema yang sangat pelik bagi masyarakat dan pemerintah. Ribuan truk angkutan batu bara yang setiap hari memadati jalan nasional menciptakan kemacetan kronis kerusakan jalan yang masif hingga angka kecelakaan yang mengkhawatirkan. Tekanan publik terhadap pemerintah provinsi begitu besar mengingat jalan raya merupakan akses utama bagi mobilitas warga sehari-hari yang kemudian terganggu oleh aktivitas ekonomi skala besar tersebut.

Menyikapi sorotan tajam ini Gubernur Al Haris mengambil langkah-langkah strategis yang bersifat solutif dan visioner. Alih-alih hanya melakukan tindakan reaktif pemerintah provinsi mulai mendorong dengan keras pembangunan jalan khusus batu bara yang melibatkan pihak swasta. Solusi ini dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk memisahkan jalur logistik industri dari jalur aktivitas sosial masyarakat. Selain itu optimalisasi jalur sungai sebagai alternatif pengangkutan batu bara mulai digalakkan kembali untuk mengurangi beban beban jalan darat. Pembaharuan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti terhadap investasi namun keselamatan dan kenyamanan publik tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Tantangan infrastruktur lainnya juga mencakup konektivitas antar wilayah di daerah pelosok. Pembangunan jembatan dan perbaikan jalan di wilayah strategis seperti di perbatasan antar kabupaten terus dipacu guna menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi pemicu inflasi daerah. Di bawah komando Al Haris Jambi juga mulai serius menangani masalah pemenuhan energi dan air bersih di kawasan terpencil melalui program-program inovatif yang melibatkan energi baru terbarukan. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa di usia yang hampir mencapai tujuh dekade tidak ada lagi masyarakat Jambi yang merasa terisolasi dari kemajuan zaman.

Di sisi lain pembaharuan juga menyentuh aspek tata kelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. Jambi yang seringkali menjadi langganan bencana kebakaran hutan dan lahan mulai melakukan transformasi dalam sistem mitigasi bencana. Koordinasi yang lebih erat antara pemerintah provinsi aparat keamanan dan masyarakat peduli api telah berhasil menurunkan titik api secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu kebijakan hilirisasi komoditas yang dicanangkan pemerintah pusat disambut baik oleh Al Haris – Sani dengan mempermudah izin bagi pendirian pabrik-pabrik pengolahan hasil perkebunan. Tujuannya jelas agar nilai tambah dari kelapa sawit dan karet tetap berada di Jambi dan memberikan dampak lapangan kerja bagi putra-putri daerah.

Kepemimpinan Al Haris – Sani juga sangat menonjol dalam upaya pelestarian budaya Melayu Jambi sebagai benteng identitas di tengah arus globalisasi. Revitalisasi kawasan Candi Muaro Jambi yang kini mendapatkan perhatian nasional dan internasional menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah. Dengan mendorong Candi Muaro Jambi sebagai pusat studi dan wisata religi dunia Jambi sedang membangun narasi baru bahwa kekayaannya bukan hanya yang terkubur di dalam tanah seperti batu bara melainkan juga warisan luhur yang ada di atas tanah. Ini adalah bentuk pembaharuan cara pandang terhadap aset daerah yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

​Melihat jauh ke depan tantangan Jambi menuju seabad usianya nanti tentu akan semakin kompleks terutama dalam menghadapi era digitalisasi. Al Haris – Sani telah memulai transformasi digital dalam birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. Sistem pengadaan barang dan jasa serta pelayanan perizinan satu pintu kini terus ditingkatkan akuntabilitasnya untuk meminimalisir praktik korupsi. Meskipun masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi niat baik dan konsistensi dalam melakukan pembaharuan ini telah memberikan fondasi yang kuat bagi gubernur-gubernur selanjutnya.

Sebagai penutup narasi besar 69 tahun Jambi adalah cerita tentang resiliensi atau ketangguhan. Dari sebuah wilayah yang terbelah sungai besar kini menjadi provinsi yang bersiap menjadi hub logistik di pesisir timur Sumatera. Kepemimpinan Dr. H. Al Haris S.Sos, MH – Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I telah memberikan warna baru melalui keberanian mengambil keputusan di tengah kritik serta fokus pada pemberdayaan masyarakat kelas bawah. Dinamika pembangunan yang diwarnai oleh tantangan infrastruktur dan tekanan publik justru menjadi pelecut bagi pemerintah untuk bekerja lebih inovatif. Di bawah langit Jambi yang kian cerah harapan akan kesejahteraan yang merata bukan lagi sekadar mimpi melainkan sebuah proses yang sedang diperjuangkan dengan penuh komitmen dan dedikasi demi kejayaan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Advertisement

ADVERTORIAL

Bupati Jember Dorong Kesetaraan Pendidikan Saat Hardiknas 2026

DETAIL.ID

Published

on

Peringatan Hardiknas 2026 di Pendapa Wahyawibawagraha. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong kesetaraan pendidikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar melalui talkshow “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” di Kabupaten Jember, Sabtu, 2 Mei 2026.

Talkshow tersebut sebagai ruang diskusi peningkatan mutu pendidikan dengan melibatkan sekitar 350 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas, dan penilik pendidikan.

Forum ini juga menghadirkan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyampaikan bahwa seluruh jalur pendidikan harus dipandang secara setara.

Ia menyampaikan pengalaman pribadinya sebagai lulusan madrasah untuk memberi gambaran bahwa setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk berhasil.

“Bupati lulusan madrasah adalah bupati hari ini. Kita semua punya kesempatan yang sama, tidak boleh ada pendidikan yang dipandang sebelah mata,” kata Gus Fawait.

Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Pemkab Jember tidak memusatkan upacara di alun-alun kabupaten seperti sebelumnya.

Kebijakan tersebut diambil agar pelaksanaan di masing-masing sekolah berjalan lebih khidmat.

“Saya tahu panjenengan kalau hadir di alun-alun itu nunduk, bukan karena terharu dengan sambutan saya, tapi karena kepanasan,” ujarnya.

Selain membahas pendidikan, Fawait juga mengulas kebijakan pemerintah daerah terkait kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap terjaga serta proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus dipersiapkan.

Di sisi lain, ia meminta ASN aktif menjalankan verifikasi dan validasi data kemiskinan agar bantuan sosial tepat sasaran. Ia menggambarkan kebijakan tersebut sebagai langkah yang membawa manfaat bagi daerah.

“Kalau manis terus bisa kena diabetes. Maka harus ada yang pahit, tapi menyehatkan,” ucapnya.

Ia juga meminta ASN turun langsung ke masyarakat untuk memastikan akurasi data penerima bantuan.

“Kalau bantuan tidak tepat sasaran, maka tidak akan efektif. Maka saya minta ASN turun langsung, verval 3 sampai 5 rumah,” tutur Gus Fawait.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Kanal Pengaduan Digital Kementerian ATR/BPN, Jembatan Aspirasi Menuju Layanan Publik Lebih Baik

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Pada era digital yang menuntut keterbukaan dan akuntabilitas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan, salah satunya dengan memberikan kemudahan layanan pengaduan masyarakat.

Berbagai kanal digital pengaduan disediakan sebagai jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, atau dugaan pelanggaran dengan lebih cepat dan mudah.

“Pengaduan dari masyarakat merupakan bentuk partisipasi publik yang sangat penting dalam mengawasi jalannya pelayanan, sekaligus menjadi masukan berharga bagi Kementerian ATR/BPN. Kami terus berupaya menjadi institusi yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026.

Aduan yang disampaikan oleh masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi dan dasar pertimbangan untuk memperbaiki kebijakan, standar operasional, atau cara kerja, termasuk di Kementerian ATR/BPN. Shamy Ardian meyakini, pengaduan masyarakat tidak sekadar menjadi sarana untuk mengawasi dan mengontrol kinerja pemerintah, tetapi juga akan menunjukkan sejauh mana mutu pelayanan publik.

Saat ini, ada empat kanal resmi pengaduan yang disediakan Kementerian ATR/BPN, yaitu Hotline WhatsApp Pengaduan dengan nomor 0811-1068-0000; email resmi pengaduan melalui surat@atrbpn.go.id; loket persuratan untuk pengaduan tertulis dengan dokumen pendukung; dan SP4N-LAPOR! sebagai platform nasional pengelolaan pengaduan masyarakat.

Melalui kanal digital tersebut, masyarakat kini dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun dugaan pelanggaran dengan lebih mudah, cepat, dan langsung ditangani oleh unit yang berwenang. Masing-masing kanal dilengkapi dengan tata cara yang jelas untuk memastikan pengaduan masyarakat dapat ditangani secara tepat dan transparan. Dengan sistem ini, Kementerian ATR/BPN berharap dapat memperkuat kepercayaan publik, mendorong perbaikan layanan, dan menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Adapun tata cara mengirim pengaduan melalui surat, masyarakat perlu menuliskan kronologis permasalahan secara lengkap dan jelas serta menyertakan detail yang relevan. Selain itu, pengadu wajib melampirkan bukti dokumen untuk mendukung laporan yang disampaikan. Surat dapat dikirimkan secara langsung ke Loket Persuratan pada hari kerja (Senin sampai Jumat, pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB) atau melalui alamat Kementerian ATR/BPN di Jalan Sisingamangaraja Nomor 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain melalui surat cetak, masyarakat juga dapat mengirimkan pengaduan melalui surat elektronik dengan ketentuan yang telah ditetapkan. File yang diunggah harus berformat PDF dengan ukuran maksimal 20 MB. Penamaan file mengikuti nomor surat (jika ada) dengan garis miring diganti underscore atau menggunakan nama pengirim jika tanpa nomor surat. Apabila ukuran file melebihi batas, dokumen dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Isi surat elektronik harus mencantumkan perihal, nomor surat, tanggal, dan identitas pengirim, serta dikirimkan ke alamat email resmi pengaduan.

Kanal lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah SP4N-LAPOR! sebagai platform nasional pengelolaan pengaduan masyarakat. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu masuk menggunakan akun yang telah terdaftar melalui website atau aplikasi mobile. Selanjutnya, pengguna dapat menuliskan aduan dengan kronologis yang jelas, mencantumkan waktu dan lokasi kejadian, serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengguna juga dapat melampirkan bukti pendukung seperti foto atau dokumen. Setelah laporan dikirim, masyarakat dapat memantau proses verifikasi dan tindak lanjut melalui notifikasi pada akun masing-masing. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik 85 pejabat yang terdiri dari 84 Pejabat Administrator dan 1 Pejabat Fungsional pada Rabu , 29 April 2026. Pelantikan yang diadakan serentak dari Kantor Pusat dan Kantor Wilayah di seluruh Indonesia ini, merupakan bentuk meritokrasi yang terus dilakukan dalam tubuh Kementerian ATR/BPN.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari proses penataan sumber daya manusia (SDM) yang terus kita lakukan. Ini hal yang biasa dalam organisasi karena ada yang pensiun, ada jabatan yang kosong, dan ada yang memang sudah saatnya berpindah,” ujar Nusron Wahid, dalam pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Menteri Nusron menjelaskan, reformasi SDM dijalankan melalui tiga pendekatan utama, yaitu tour of duty (rotasi jabatan), tour of area (rotasi wilayah penugasan), dan tour of time (pembatasan masa jabatan). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan penyegaran organisasi.

“Kalau bisa di tempat yang sama tidak boleh lebih dari dua tahun, terutama para Kepala Kantor. Ini penting untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus memastikan meritokrasi berjalan dengan baik,” ucap Menteri Nusron.

Menurut Menteri Nusron, pengalaman lintas wilayah bagi seluruh jajaran ATR/BPN penting agar memiliki perspektif yang utuh dalam menjalankan tugas. Setiap pegawai didorong untuk pernah bertugas di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia guna memperkuat kapasitas dan pemerataan pengalaman kerja.

Menteri ATR/Kepala BPN lantas mengingatkan seluruh jajaran termasuk para pejabat terlantik untuk tidak terjebak dalam zona nyaman. Rotasi, menurutnya, merupakan keniscayaan dalam organisasi yang dinamis dan harus disikapi sebagai bagian dari pengembangan karier.

Turut hadir pada pelantikan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs