Connect with us
Advertisement

DAERAH

Hizbul Wathan sebagai Nadi Pendidikan Karakter: Pembentukan Identitas Santri di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang

Oleh: Taufikkurahman*

DETAIL.ID

Published

on

DI TENGAH hiruk-pikuk modernitas dan tantangan degradasi moral, dunia pendidikan terus mencari formula ideal untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

Di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, sebuah lembaga pendidikan yang menyandang nama Muhammadiyah dan berakar pada tradisi Minangkabau, jawaban atas pencarian itu ditemukan dalam aktivitas Hizbul Wathan (HW), organisasi kepanduan Muhammadiyah. HW tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan telah menjadi nadi pendidikan karakter yang menghidupkan dan membentuk identitas khas para santri.

Didirikan pada 1918 oleh KH. Ahmad Dahlan, Hizbul Wathan sejak awal memiliki visi yang integratif. Lebih dari sekadar latihan baris-berbaris atau tali-temali, HW adalah wahana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kemandirian, kepemimpinan, dan disiplin. Prinsip-prinsip dasar HW seperti taat, suci, sedia, setia, dan tabah (disingkat TASST) menjadi fondasi karakter yang dibangun.

Di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, yang terkenal dengan pendidikannya yang memadukan kurikulum modern, tradisi pesantren salaf, dan kearifan lokal Minangkabau, kehadiran HW menjadi jembatan yang menyatukan ketiga elemen tersebut. Aktivitas HW dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari santri.

Pembentukan karakter melalui HW di pesantren ini berlangsung dalam sebuah ekosistem yang terstruktur:

Pendidikan Disiplin dan Tanggung Jawab: Setiap latihan HW dimulai dengan upacara yang menekankan ketepatan waktu, kerapian, dan kesungguhan. Sistem regu dan sangga mengajarkan santri untuk bertanggung jawab pada tugasnya, baik sebagai anggota maupun pemimpin. Nilai taat (pada aturan dan komando) serta sedia (siap melayani) dipraktikkan langsung.

Penguatan Nilai Kebersamaan dan Kepemimpinan (Leadership): Kegiatan perkemahan dan ekspedisi alam menjadi laboratorium hidup. Dalam mengatasi tantangan di alam terbuka, santri belajar bekerja sama, mengutamakan kepentingan kelompok, dan memecahkan masalah secara kolektif. Setiap santri mendapat giliran memimpin, melatih jiwa kepemimpinan (qiyadah) yang demokratis dan bertanggung jawab, sesuai prinsip setia.

Penanaman Kemandirian dan Ketahanan Mental (Resilience): Aktivitas survival skill, navigasi darat, dan penyediaan logistik mandiri mengasah kemandirian dan ketangguhan. Prinsip tabah diuji dan dikembangkan di sini. Santri diajarkan untuk tidak mudah menyerah, mampu mengelola diri, dan bertahan dalam kondisi sulit—cerminan dari kehidupan pesantren yang sederhana dan disiplin.

Integrasi Nilai Keislaman dan Kebangsaan: Setiap aktivitas HW selalu diselingi dengan kajian keislaman, doa bersama, dan refleksi spiritual. Nilai suci (jasmani dan rohani) dijaga dengan pembiasaan berperilaku jujur, menjaga kebersihan, dan beribadah tepat waktu. Di saat yang sama, pengibaran bendera HW dan lagu-lagu perjuangan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme, sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang moderat dan berkemajuan.

Pelestarian Kearifan Lokal Minangkabau: Sebagai pesantren di ranah Minang, HW di Kauman juga menjadi media untuk melestarikan nilai-nilai lokal seperti “alam takambang jadi guru” (alam terbentang menjadi guru). Kegiatan eksplorasi alam sekitar Danau Singkarak atau Gunung Marapi, misalnya, tidak hanya untuk petualangan, tetapi juga untuk memahami dan mencintai lingkungan, serta menghayati kearifan lokal yang Islami.

Hasil dari proses yang berkelanjutan ini adalah terbentuknya identitas santri yang khas. Seorang santri Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang yang aktif di HW tidak hanya dikenali dari seragam coklatnya, tetapi dari karakter yang menyala:

Kokoh dalam Ibadah, Tangguh dalam Prestasi: Memiliki disiplin spiritual yang baik sekaligus memiliki fisik yang sehat dan mental yang tangguh untuk berkompetisi secara sehat.

Mandiri tapi Gotong Royong: Percaya diri dan mampu mengurus diri sendiri, namun sangat menghargai kerja sama dan solidaritas dalam tim.

Cerdas Intelektual, Luhur Akhlak: Memiliki wawasan keislaman dan pengetahuan umum yang baik, yang diimbangi dengan akhlak mulia, kejujuran, dan kesantunan dalam pergaulan.
Cinta Allah, Cinta Tanah Air: Memiliki komitmen keislaman yang kuat, tetapi juga rasa nasionalisme yang dalam dan kontribusi positif untuk masyarakat.

Hizbul Wathan di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang telah membuktikan dirinya sebagai engine penggerak pendidikan karakter yang efektif. Melalui metode learning by doing dan habituasi dalam komunitas yang kondusif (pesantren), HW berhasil mencetak santri yang tidak hanya menghafal nilai-nilai, tetapi menghayati dan mempraktikkannya.

Dalam konteks pendidikan Indonesia yang terus berbenah, model integrasi pendidikan karakter melalui organisasi kepanduan seperti HW layak menjadi inspirasi. HW bukan sekadar kegiatan tambahan; ia adalah nadi yang memompa nilai-nilai luhur, membentuk identitas santri yang unggul, berintegritas, dan siap menjadi pelopor perubahan dalam masyarakat, sesuai dengan misi Muhammadiyah: “Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

Advertisement

DAERAH

Kantah Merangin Ikuti Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Pada Kamis, 24 September 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin mengikuti pelaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Memperingati 66 Tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2026 di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi dan diikuti oleh seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

Peringatan ini menjadi momentum bagi jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab dalam menghadirkan pelayanan pertanahan dan tata ruang yang semakin berkualitas. Pelaksanaan upacara juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan serta menyelaraskan komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi.

Keterlibatan seluruh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi mencerminkan pentingnya sinergi dan kesatuan langkah dalam mendukung agenda pertanahan dan tata ruang. Dengan koordinasi yang kuat, pelaksanaan program strategis nasional dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, kepastian, maupun akuntabilitas.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa tugas pertanahan dan tata ruang tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan data, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan kepastian hukum, pemanfaatan ruang, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan perlu terus menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas setiap jajaran. (*)

Continue Reading

DAERAH

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kantah Merangin Gelar Rakor Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Merangin Tahun 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin gelar Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Merangin Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Merangin pada Senin,, 22 September 2026.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin, Nur Adi Kusno, S.T., M.Eng. Selanjutnya, rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Zulhifni, S.T., M.E.

Rapat tersebut dihadiri oleh anggota Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Merangin, instansi vertikal, perangkat daerah terkait, serta para pejabat yang mewakili berbagai lembaga dan pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Merangin.

Pertemuan ini menjadi ruang awal untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah kerja bersama dalam pelaksanaan Reforma Agraria Tahun 2026. Reforma Agraria pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai tanah dan sertipikat, tetapi merupakan agenda yang memiliki dimensi lebih luas, yaitu bagaimana penataan aset dapat berjalan beriringan dengan penataan akses sehingga tanah dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, yang mengatur bahwa pelaksanaan Reforma Agraria dilakukan melalui strategi antara lain legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan ekonomi Subjek Reforma Agraria, penguatan kelembagaan Reforma Agraria, serta partisipasi masyarakat.

Tantangan utama dalam pelaksanaan Reforma Agraria adalah memastikan bahwa koordinasi yang telah dibangun dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, tindak lanjut dari rapat koordinasi ini dapat diarahkan pada beberapa langkah penting, yaitu sinkronisasi dan pemutakhiran data antarinstansi, verifikasi subjek dan objek Reforma Agraria, pemetaan sosial masyarakat, penguatan program pemberdayaan ekonomi, serta identifikasi dan penanganan permasalahan atau Konflik Agraria sesuai kewenangan masing-masing pihak. (*)

Continue Reading

DAERAH

Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin Sambut Peserta Program Pemagangan Nasional MagangHub Batch 2 Angkatan II Tahun 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Pada Senin, 22 September 2026, ertempat di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin, Nur Adi Kusno, S.T., M.Eng., didampingi jajaran, menyambut kedatangan peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dengan penugasan di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin.

Kegiatan penyambutan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja pemerintahan, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan pertanahan sekaligus memperoleh pengalaman praktis mengenai dunia kerja di lingkungan instansi pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Program Pemagangan Nasional.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin,” ucapnya.

Kehadiran peserta MagangHub diharapkan dapat turut mendukung dan mengoptimalkan pelayanan, khususnya pada Seksi Survei dan Pemetaan serta Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, sejalan dengan berbagai perkembangan dan transformasi pelayanan yang terus dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin, kehadiran peserta MagangHub juga menjadi bagian dari semangat untuk membangun lingkungan kerja yang terbuka terhadap proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi generasi muda.

Sementara bagi para peserta, masa pemagangan merupakan kesempatan untuk tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tetapi juga memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, integritas, komunikasi, kerja sama, serta orientasi pelayanan dalam menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs