Connect with us
Advertisement

DAERAH

Tugu Biduk Resmi Jadi Aset Pemkab Sarolangun

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Sarolangun, Hurmin saat menerima penyerahan aset Tugu Biduk yang dibangun dari dana CSR 23 perusahaan.(DETAIL/Daryanto)

DETAIL.ID, Sarolangun – Pembangunan Tugu Biduk Sarolangun saat ini telah selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya, dengan sumber dana pembangunan melalui Corporate Responsibility Social (CSR) dari 23 perusahaan di Wilayah Kabupaten Sarolangun.

Tugu Biduk ini sebagai ikon baru kota Sarolangun, telah berdiri kokoh dan indah kawasan tepian Cik Minah, seberang Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun.

Serah terima aset Tugu Biduk ini diserahkan oleh kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya. Ar H Ibnu Ziyadi MZ, ST, MH, IAI, kepada Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan, S.E, dan kemudian diserahkan oleh Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan kepada Bupati Sarolangun, H Hurmin pada Jumat, 23 Januari 2026 di Rumah Dinas Bupati Sarolangun.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kepala DPMPTSP Sarolangun Sahrudin Muis, SE, MM, Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST, Kasatpol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kadis Perkim Sarolangun Drs Tarmizi, Pihak perwakilan 23 perusahaan pembangunan tugu biduk, Kabid Penanaman Modal Desi Oktawati, SE, MM, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Lurah Sarkam Aripin Siregar, serta tim Gentala Inspirasi Mahakarya.

Ibnu Ziyadi selaku Kontraktor Pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya, mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun, dan Forum CSR Kabupaten Sarolangun yang telah memberikan amanah kepada pihaknya, untuk mengumpulkan pembiayaan yang besar menciptakan sebuah ikon baru yang sudah lama direncanakan, namun baru bisa terealisasi saat sekarang ini.

“Kalau merunut ke belakang dari dua tahun yang lalu, kami difasilitasi dibantu oleh Pak Sarudin bertemu dengan Pj Bupati Sarolangun berdiskusi kemudian juga disupport penuh dengan Pak Dedi, beliau Pj Sekda waktu itu memfasilitasi beberapa kali pertemuan rapat baik di kantor bupati kemudian di !ank 9 Jambi, dan diskusi secara intensif sampai beberapa tempat,” ucapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, akhirnya menjadi komitmen bersama untuk membuat satu ikon yang jadi kebanggaan Sarolangun.

“Dan alhamdulillah pada era Bupati yang sekarang, Bapak H Hurmin harapan itu terwujud, ini suatu kebanggaan bagi kami diberi kesempatan diberi amanah untuk mengawal proses itu mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan,” ujarnya menambahkan.

Kata Ibnu Ziyadi, bahwa dalam pelaksanaan pembangunan Tugu Biduk ini, banyak hal yang ditemui berkaitan dengan permasalahan teknis dan non teknis, namun pihaknya tetap berkomitmen apapun yang terjadi ini harus dapat diselesaikan dengan baik karena pembangunan Tugu Biduk ini merupakan sebuah amanah yang harus diwujudkan.

“Seperti yang sama-sama kita saksikan, kami menyadari apa yang sudah kami perbuat ini memang belum sempurna, masih banyak yang hal-hal yang sebenarnya belum sesuai dengan perencanaan, cuma demikian kami akan berusaha minimal antara konsep desain yang sudah dipaparkan dengan realita ini sudah mendekati,” katanya

Selain itu, pihaknya juga telah menerima saran maupun masukan dari berbagai pihak, selama pembangunan tugu biduk ini, apalagi di media sosial banyak pendapat yang diutarakan masyarakat. Namun, menurutnya itulah dinamika pembangunan yang tidak menyurutkan semangat pihaknya, untuk melaksanakan pembangunan tugu biduk tersebut.

“Ini sebuah tantangan dan kita harus berusaha bagaimana mewujudkan itu dan insyaallah menjadi harapan Kita semua ke depan. Sarolangun sudah memiliki ikon yang betul-betul berasal dari adat budaya kita kita tidak lagi terus mengelus-ngelus peninggalan kolonial dari dulu background acara-acara kita selalu jembatan Beatrix, dan kita berharap UMKM makin tumbuh selain itu akan muncul komunitas masyarakat yang peduli Sarolangun,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan, mengatakan dalam pembangunan Tugu Biduk ini ada sebanyak 23 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam suka dan duka selama pembangunanTugu Biduk ini yang terasa sangat luar biasa.

“Dinamika terus terjadi tetapi alhamdulillah berkat perjuangan sama-sama, berkat doa dan iktikad baik bahwa pada pagi hari ini tanggal 23 Januari 2026 kita bisa merealisasikan, kita bisa mewujudkan impian dan cita-cita kita semua bahwa tugu biduk itu harus selesai,” ujar Ridwan.

Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan, bahwa pembangunanTugu Biduk hari ini bukan hanya sebuah proyek terus melainkan simbol-simbol kearifan lokal, identitas budaya dan kebanggaan masyarakat yang harus dijaga dan di wariskan kepada generasi yang akan datang.

“Tugu Biduk ini sebagai kebanggaan bersama sebagai simbol persatuan dan sebagai warisan berharga bagi anak cucu kita ke depan,” katanya.

Hurmin menyebutkan bahwa Tugu Biduk ini hadir sebagai ikon baru Kabupaten Sarolangun, dimana bukan sekedar berbagai bangunan visual tetapi sebagai rangkuman sejarah budaya dan identitas masyarakat Sarolangun yang hidup dan terus bergerak.

“Pucuk paku dipetik pagi dan sore namun selalu tumbuh kembali dan berbagai simbol lainnya seperti tulang batik atau pengayuh biduk dan simbol biduk yang filosofinya menggambarkan masyarakat Sarolangun adalah pribadi tangguh, pantang menyerah dan selalu bangkit meski berkali-kali diuji jaman,” ujarnya.

Selain itu, tentunya Tugu Biduk bukan hanya ikon baru tapi dibangun dari sejarah yang digerakkan oleh kebersamaan dan diarahkan menuju masa depan tanpa melupakan akar budayanya. Kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tugu biduk ini.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh perusahaan yang tergabung dalam forum CSR serta kepada kontraktor pelaksana atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan tugu biduk ini.

“Sinergi seperti inilah yang sangat kita harapkan terus menerus dan ditingkatkan di masa yang akan datang, kami sampaikan dalam kesempatan ini seluruh OPD, pak Sekda, hadirnya perusahaan memberi manfaat bagi daerah. Alhamdulillah dengan doa dan semangat bersama, pembangunan tugu biduk ini terlaksana juga. Kita doakan kawan-kawan perusahaan yang ikut membantu diberikan kemudahan untuk berusaha di wilayah Kabupaten Sarolangun,” tuturnya.

Reporter: Daryanto

Advertisement

DAERAH

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Rapat Tindak Lanjut Pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Rapat dibuka oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, dengan menggarisbawahi bahasan utama, yaitu penataan hubungan kerja serta pembagian kewenangan antara Kementerian ATR/BPN dan BRAN.

“Kita tidak sedang mempertahankan struktur atau nomenklatur dari lembaga kita masing-masing, baik ATR/BPN atau BRAN. Rapat ini justru sedang memastikan agar seluruh tugas dan fungsi yang terkait dengan Reforma Agraria, pertanahan, dan tata ruang ke depannya dapat berjalan dengan semakin efektif,” ujar Wamen Ossy.

Terbentuk sejak Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria disahkan pada September lalu, BRAN diamanahkan tugas dalam tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penyelesaian Reforma Agraria. Namun, dalam lingkup tugas BRAN tersebut masih ada tugas yang beririsan dengan kewenangan Kementerian ATR/BPN.

“Ini yang harus kita selaraskan supaya ke depan tidak ada pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan oleh kedua lembaga. Saya mohon pertemuan hari ini dimanfaatkan betul untuk memperjelas pembagian kewenangan antara BRAN dan Kementerian ATR/BPN,” tutur Wamen Ossy.

Penyelarasan kewenangan dan penataan kelembagaan ini dinilai Wamen Ossy sebagai langkah penting untuk mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria. Upaya ini dilakukan agar kebijakan dan program Reforma Agraria berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan visi Presiden Republik Indonesia, yakni berhasil guna dan berdaya guna.

Dalam rapat ini, Kepala BRAN, Dedi Prasetyo, memaparkan analisis komprehensif mengenai Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN. Paparan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk merumuskan struktur organisasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan BRAN secara optimal.

“Semangat kita adalah semua bekerja untuk kepentingan rakyat. Sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, itulah landasan filosofi kenapa BRAN ini dibentuk,” kata Dedi Prasetyo.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pandangan yang melibatkan para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN serta perwakilan BRAN. Pembahasan ini masih akan dilanjutkan untuk memastikan pembagian tugas dan kewenangan antara Kementerian ATR/BPN dan BRAN tersusun secara jelas, selaras, dan mendukung pelaksanaan Reforma Agraria. (*)

Continue Reading

DAERAH

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Implementasi layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki tahap ketiga pelaksanaan pilot project. Setelah diterapkan di 17 Kantor Pertanahan (Kantah) pada tahap awal dan diperluas ke 78 Kantah pada 24 September 2026, implementasi layanan ini makin diperluas dengan tambahan 36 Kantah.

“Di tahap tiga pelaksanaan pilot project PERINTIS 10 Hari ini, kami memperluas implementasinya di 36 Kantah. Dengan begitu, total Kantah yang melaksanakan PERINTIS 10 Hari sudah ada 131 Kantah,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Sesditjen PHPT), Heri Mulianto, saat ditemui di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Seiring dengan perluasan tersebut, Heri Mulianto meminta jajaran Kantah yang baru menjalankan PERINTIS 10 Hari untuk menyosialisasikan layanan tersebut kepada masyarakat. Menurutnya, jajaran perlu memanfaatkan berbagai platform agar informasi mengenai layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pemohon layanan pertanahan.

Perluasan implementasi PERINTIS juga perlu diikuti kesiapan setiap Kantah dalam menjalankan mekanisme layanan. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama dalam penetapan petugas yang bertanggung jawab melakukan verifikasi berkas.

“Jajaran di Kantah perlu memastikan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memahami kewajiban melakukan geotagging pada saat pengecekan. Lalu, petugas verifikator yang telah ditunjuk harus memahami penerapan sistem first in first out (FIFO) serta mekanisme fiktif positif dalam pemeriksaan akta setelah Sistem Pelaporan Akta berjalan. Pemahaman terhadap mekanisme tersebut merupakan bagian dari kesiapan pelaksanaan PERINTIS 10 Hari,” kata Heri Mulianto.

Adapun 36 Kantah yang mulai mengimplementasikan PERINTIS 10 Hari pada tahap ketiga pilot project, antara lain Kantah Kota Banda Aceh, Kota Jambi, Kota Bengkulu, Kota Yogyakarta, Kota Palangkaraya, Kota Manado, Kota Palu, Kota Kendari, Kota Ambon, Kota Jayapura, Kota Ternate, Kota Serang, Kota Pangkal Pinang, dan Kota Gorontalo.

Selain itu, terdapat Kantah Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Batang, Kota Bontang, Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarbaru, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Malaka, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bangka Tengah.

“Dengan bertambahnya jumlah Kantah pelaksana, perluasan PERINTIS 10 Hari diharapkan semakin mendekatkan layanan Peralihan Hak Terintegrasi kepada masyarakat,” tutur Sesditjen PHPT. (*)

Continue Reading

DAERAH

Lepas Study Tour Paskibraka, Bupati M. Syukur: Jaga Nama Baik Merangin

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin secara resmi melepas keberangkatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Merangin untuk mengikuti kegiatan Study Tour Penguatan Wawasan Kebangsaan menuju Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, di Rumah Dinas Bupati Merangin pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kabupaten Merangin atas dedikasi serta suksesnya tugas Paskibraka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini bukan untuk bersenang-senang atau mengunjungi tempat-tempat baru. Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan dari Pemkab Merangin atas kerja keras, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme yang telah kalian tunjukkan,” ujar M. Syukur.

Ia mengingatkan bahwa status sebagai anggota Paskibraka membawa tanggung jawab moral yang besar, tidak hanya saat bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, Paskibraka adalah tentang karakter, kedisiplinan, integritas, dan keteladanan,” katanya.

Secara khusus, Bupati M. Syukur menyampaikan tiga pesan mendasar yang wajib dipegang teguh oleh seluruh anggota Paskibraka selama menjalankan kegiatan di luar daerah.

“Jaga nama baik pribadi, nama baik Paskibraka dan nama baik Kabupaten Merangin,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk selalu mendengarkan arahan dari para pendamping, menjaga kesehatan, memelihara kekompakan kelompok, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke Kabupaten Merangin.

“Manfaatkanlah perjalanan ini untuk menambah wawasan, mengenal sejarah perjuangan bangsa, memahami keberagaman budaya, serta memperkuat rasa cinta Tanah Air. Merangin bangga kepada kalian. Buktikan bahwa kalian adalah generasi muda yang hebat, berkarakter, dan cinta Indonesia,” tuturnya, sebelum melepas rombongan secara resmi dengan bacaan bismillah. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs