Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Seminar Internasional LOGIC ke-3 Digelar, UNJA dan University of Ljubljana Bahas Riset Bibliometrik

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA), kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui pelaksanaan 3rd International Seminar on Social, Government, and Politics (LOGIC). Seminar yang berlangsung selama dua hari, 7–8 April 2026 ini, digelar di Auditorium JISIP, Lantai 2 FH UNJA.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FH UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FH UNJA, Dr. M. Zulha Aulia, S.H.,M.H., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Mursalin, S.TP., M.Si., Ketua Jurusan JISIP FH UNJA, Rio Yusri Maulana, S.IP., M.I.Pol., Ph.D., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNJA, Prof. Amirul Mukminin, Ph.D., serta jajaran dosen dan mahasiswa di JISIP FH UNJA. Seminar ini menghadirkan Vice Dean for Scientific Research, Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Assoc. Prof. Lan Umek, Ph.D.

Seminar internasional ini terselenggara atas kerja sama antara JISIP FH UNJA dan Fakultas Administrasi Publik University of Ljubljana, Slovenia. Dengan mengangkat tema “Mapping the Social Sciences: Methodologies and Practical Applications of Bibliometric Research”, kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk membahas perkembangan metode penelitian bibliometrik serta penerapannya dalam kajian ilmu sosial, pemerintahan, dan politik. Selain itu juga terjalin kesepakatan melalui penandatanganan memorandum of agreement (MOA) antara UNJA dan University of Ljubljana.

Dekan FH UNJA, Dr. Hartati menyampaikan harapan yang besar untuk acara ini agar membawa ke hal-hal yang lebih baik.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menambah pengetahuan kita semua, para mahasiswa dan dosen juga terkait penelitian menggunakan statistik sosial. Semoga dengan kehadiran Prof. Lan Umek dapat membawa pemahaman yang lebih baik mengenai data ini,” ujar Dr. Hartati.

Ketua JISIP FH UNJA mengungkapkan bahwa kerja sama antara JISIP FH UNJA dengan University of Ljubljana telah terjalin cukup lama dan berjalan dengan baik.

“Kerja sama ini sudah berlangsung cukup panjang sejak 2023 yang lalu. Jadi perlu saya highlight bahwa sejak 2023 Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi telah menjalin kerja sama yang baik dengan University of Ljubljana,” katanya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Prof. Lan Umek dalam sesi seminar internasional yang membahas metodologi dan aplikasi praktis penelitian bibliometrik dalam ilmu sosial. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD), di mana Prof. Lan Umek bertindak sebagai narasumber yang menyoroti penggunaan aplikasi Jamovi sebagai alternatif perangkat lunak analisis data statistik sosial, sekaligus membahas rencana penelitian kolaboratif bersama Faculty of Public Administration, University of Ljubljana.

Kegiatan kemudian berlanjut hingga hari kedua, di mana Prof. Lan Umek kembali menjadi pemateri dalam sesi kuliah umum. Pada kesempatan tersebut, ia mengisi dua kelas sekaligus, yakni Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik. Dalam sesi tersebut, ia juga memperkenalkan University of Ljubljana serta negara Slovenia kepada mahasiswa. Proses pembelajaran berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terjalin penguatan kerja sama akademik yang berkelanjutan antara Universitas Jambi dan University of Ljubljana di masa mendatang. (www.unja.ac.id)

Advertisement

ADVERTORIAL

Di Era Gus Fawait, Warga Jember Gratis Berobat dan Pulang Naik Mobil Cinta

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memperlihatkan komitmennya dalam upaya meningkatkan kualitas serta keterjangkauan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ketika mengikuti rangkaian kegiatan gowes bersama yang mengambil rute dari Kantor Kecamatan Jenggawah dan berakhir di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin, 12 Oktober 2026.

Di dalam kesempatan sambutannya, Gus Fawait memberikan penegasan terkait urgensi pemanfaatan berbagai fasilitas kesehatan yang ada di daerah secara maksimal oleh publik.

Bupati secara khusus mengimbau agar segenap warga masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat manakala merasakan keluhan.

“Saya minta tolong kepada seluruh warga Jember, jangan sampai ada lagi yang menahan sakit di rumah tanpa penanganan. Seluruh pemegang KTP Jember kini dijamin pelayanan kesehatannya secara gratis, baik di puskesmas maupun di rumah sakit daerah karena premi BPJS-nya telah ditanggung pemerintah,” ujar Gus Fawait.

Lebih lanjut, Bupati memberikan penjelasan detail bahwa program pengobatan tanpa biaya ini dirancang untuk mencakup berbagai macam jenis penyakit medis yang bersifat umum, mulai dari keluhan asam urat hingga masalah kesehatan seperti kolesterol.

Walau demikian, layanan jaminan kesehatan gratis ini tidak berlaku secara universal untuk semua kasus, melainkan dikecualikan bagi kejadian-kejadian khusus seperti tindakan melukai diri sendiri, keterlibatan dalam pertikaian fisik, ataupun kasus overdosis.

Selain menyediakan program pengobatan tanpa biaya sepeser pun, Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik berupa fasilitas pengantaran bagi pasien yang telah selesai menjalani masa rawat inap.

Layanan transportasi khusus tersebut diberi nama Mobil Cinta.

Fasilitas armada transportasi gratis ini telah disiagakan secara khusus di sejumlah rumah sakit milik daerah, yang meliputi RSUD dr. Soebandi, RSUD Balung, serta RSUD Kalisat.

“Program Mobil Cinta ini disiapkan khusus untuk mengantar pasien kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh layanannya murni gratis tanpa dipungut biaya,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-alun Jember pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap terbatas pada bidang keagamaan saja.

Menurutnya, pendidikan di pesantren membekali para santri dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat sebagai modal untuk mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kesetaraan tidak cukup hanya disuarakan melalui pidato, melainkan harus diwujudkan secara nyata lewat kebijakan yang membuka peluang luas bagi perkembangan santri.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember guna membantu para santri berprestasi melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Gus Fawait menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an, sebab prestasi di bidang akademik maupun nonakademik juga memerlukan pengakuan yang adil.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas pesantren juga direalisasikan melalui bidang kesehatan.

Warga ber-KTP Jember kini dapat memanfaatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.

Pemkab Jember turut menghadirkan layanan Mobil Cinta yang disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk mempermudah proses pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan tempat tinggal mereka.

Di samping itu, Gus Fawait mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab yang lebih luas di tengah masyarakat, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan negara.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa para santri berhak memperoleh porsi perhatian yang adil dalam pemanfaatan anggaran daerah, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun program pembangunan lainnya, sehingga stigma lama dapat dihilangkan sepenuhnya.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Gerak Cepat Evakuasi Warga Penderita Ulkus Pedis Kronis di Sumberbaru Jember

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, meninjau pasien Amze Suminah di RSD dr. Soebandi, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, bergerak cepat merespons kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia bernama Amze Suminah (71), warga Sumberbaru, yang menderita Ulkus Pedis Kronis.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Gus Fawait mendatangi langsung pasien yang sebelumnya dirawat di rumah untuk memastikan penanganan medis yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait seperti pihak puskesmas agar turun tangan secara langsung ke lapangan.

“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Homecare sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” katanya.

Namun, pihak keluarga sempat menolak rujukan ke rumah sakit sehingga tim medis menyesuaikan dengan merawat pasien di rumah.

Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi.

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan hingga pendampingan keluarga di rumah sakit akan difasilitasi penuh.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa melalui pemerintah daerah. Tujuannya, agar penanganan cepat dapat segera dilakukan,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs