ADVERTORIAL
LPPM UNJA Wujudkan Kampus Berdampak, Serahkan 10 Unit Alat Filtrasi ke Pengrajin Batik Jambi
Mendalo – “Pengelolaan limbah yang baik merupakan langkah nyata dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan keberlanjutan industri batik lokal.”
Kalimat itu disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA), Prof. Amirul Mukminin, M.Sc. Ed., Ph.D., di sela kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak, Senin, 19 Juli 2026. Hari itu, LPPM UNJA tak datang dengan tangan kosong: sepuluh unit alat filtrasi limbah diserahkan langsung kepada para pengrajin Koperasi Batik Kajang Lako Jambi, sebagai solusi atas persoalan limbah cair pewarnaan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Kegiatan yang mengusung tema “Pendampingan Penerapan Green Accounting dan Pengelolaan Limbah Batik” ini merupakan hasil kolaborasi LPPM UNJA dengan Koperasi Batik Kajang Lako Jambi, sekaligus bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi interaktif bersama Ketua Tim Pengabdian, Dr. Azolla Degita Azis, MBA., M.Ak., CA., dan Dosen Teknik Lingkungan, Merisa Rahma Mawaddah, S.Si., M.Sc. Keduanya memperkenalkan konsep Material Flow Cost Accounting, pendekatan menghitung biaya limbah yang mendorong pelaku usaha batik untuk tak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhitungkan dampak lingkungan dari setiap proses produksi.
Setelah sesi pemaparan, peserta diajak menyaksikan langsung demonstrasi perakitan dan simulasi penyaringan limbah cair pewarnaan batik. Media filtrasi yang digunakan sengaja dirancang sederhana, mudah dioperasikan, dan ekonomis, sehingga dapat langsung diterapkan oleh industri batik skala rumah tangga.
Bagi Prof. Amirul, kegiatan ini menjadi salah satu wujud konkret dari visi Kampus Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, visi yang menekankan agar hasil riset dan pengabdian akademisi tidak berhenti di ruang kuliah atau jurnal ilmiah, melainkan benar-benar sampai dan bermanfaat bagi masyarakat.
“LPPM Universitas Jambi berkomitmen untuk terus mendampingi para pengrajin melalui kegiatan monitoring, evaluasi, serta penelitian lanjutan, sehingga inovasi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ucap Prof. Amirul. Penyerahan alat filtrasi, tegasnya, bukan menjadi titik akhir program, melainkan awal dari pendampingan jangka panjang bagi para pengrajin.
Langkah LPPM UNJA ini turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jambi. Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Ari Ridho Fadila, menilai program pendampingan ini selaras dengan upaya pemerintah mengembangkan industri hijau yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat keberlanjutan industri kreatif daerah,” ujarnya.
Dengan bantuan sepuluh unit alat filtrasi ini, para pengrajin di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak kini memiliki modal awal untuk mengelola limbah produksi secara lebih aman sebelum dibuang ke lingkungan. Melalui kegiatan ini, UNJA kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang tak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masyarakat, sinergi kampus, pemerintah, dan pelaku usaha yang diharapkan mendorong lahirnya industri batik Jambi yang lebih hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Alur Akses Layanan Homecare Jember, Panduan Lengkap Pendaftaran dan Syarat Bagi Warga
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember bersiap meresmikan program layanan kesehatan inovatif berupa Homecare pada 24 Juli 2026 mendatang.
Bertempat di Puskesmas Sumberbaru, peresmian program jemput bola ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Program ini digagas di bawah kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait sebagai solusi nyata untuk mendekatkan akses pelayanan medis berkualitas bagi masyarakat kurang mampu langsung di rumah mereka.
Alur Permohonan Layanan Homecare
Bagi warga Jember yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis di kediaman masing-masing, permohonan dapat diajukan melalui dua kanal resmi yang telah disediakan oleh Pemkab Jember:
- Melalui Kanal Wadul Gus’e: Warga dapat mengirimkan pengaduan atau permohonan melalui wadah aspirasi resmi Pemkab Jember.
- Melalui Hotline Layanan HomeCare Puskesmas: Permohonan juga dapat langsung diajukan lewat kontak hotline khusus yang dikelola oleh unit Puskesmas terdekat.
Setelah permohonan masuk, petugas kesehatan di Puskesmas akan melakukan analisis verifikasi serta skrining awal secara cermat berdasarkan data sasaran.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria prioritas, yang meliputi:
- Pasien dari keluarga tidak mampu.
- Masyarakat yang mempunyai penyakit kronis.
- Balita dengan masalah kualitas stunting.
- Ibu hamil dan ibu pasca melahirkan berisiko tinggi.
- Penyandang disabilitas serta kategori penerima layanan prioritas lainnya.
Persyaratan Dokumen
Masyarakat Jember yang ingin memanfaatkan layanan HomeCare diimbau untuk segera menyiapkan sejumlah dokumen penting guna memperlancar proses verifikasi, yaitu:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
- Handphone dengan aplikasi WhatsApp aktif.
- Rekam medis atau riwayat pemeriksaan sebelumnya (bila ada).
Bagi pasien yang telah lolos tahap verifikasi, petugas akan langsung menyusun jadwal kunjungan.
Tim kesehatan multidisiplin yang terdiri dari perawat, bidan, tenaga gizi, hingga tenaga penunjang akan diterjunkan ke rumah dengan membawa perlengkapan medis lengkap serta obat-obatan.
Selain memberikan tindakan pengobatan dasar, tim homecare juga dibekali sarana telemedicine.
Jika pasien memerlukan konsultasi lanjutan, petugas di lapangan dapat langsung terhubung secara real-time dengan dokter umum Puskesmas maupun dokter spesialis di rumah sakit.
Petugas juga akan melatih keluarga pasien agar mampu melakukan perawatan mandiri secara bertahap.
“Layanan ini menjadi komitmen Pemkab Jember dalam merangkul masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan penanganan medis intensif langsung di kediaman mereka,” kata Muhammad Zamroni, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember.
Sebagai langkah pemantauan, setiap perkembangan kondisi pasien pasca kunjungan akan dicatat secara digital melalui sistem informasi kesehatan (SIMKES) serta dipantau secara berkala melalui kunjungan ulang.
ADVERTORIAL
Kabar Baik! UNJA Buka Seleksi Mandiri 2026 Pakai Skor UTBK dan SMMPTN Barat
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT atau SMMPTN Barat Tahun 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang telah mengikuti UTBK-SNBT maupun UTBK SMMPTN Barat 2026 dan ingin melanjutkan pendidikan di UNJA tanpa mengikuti ujian tulis tambahan.
Seleksi dilakukan dengan memanfaatkan skor resmi UTBK-SNBT atau UTBK SMMPTN Barat Tahun 2026. Penilaian dilaksanakan secara objektif, transparan, dan kompetitif dengan mempertimbangkan nilai peserta, daya tampung masing-masing program studi, serta ketentuan yang berlaku di UNJA.
Pembukaan jalur seleksi ini merupakan bagian dari komitmen UNJA dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri. Melalui pemanfaatan skor seleksi yang telah dimiliki peserta, proses penerimaan diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi prinsip seleksi yang adil dan berkualitas.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan. Peserta juga diimbau untuk memperhatikan jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, serta pengumuman hasil agar tidak melewatkan setiap proses yang telah ditentukan.
UNJA berharap jalur seleksi mandiri ini mampu menjaring lebih banyak calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi kesempatan bagi peserta yang belum lolos pada jalur seleksi sebelumnya, skema ini juga menjadi upaya UNJA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, tata cara pendaftaran, biaya, serta daftar program studi yang menerima mahasiswa melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT dan SMMPTN Barat Tahun 2026 dapat diakses melalui laman resmi PMB Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id serta kanal media sosial resmi UNJA. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Homecare Segera Hadir, Pemkab Jember Siapkan 50 Mobil dan 1.200 Nakes ke Pelosok
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah progresif untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program prioritas Homecare, Pemkab Jember menyiapkan sebanyak 50 armada mobil operasional beserta ribuan tenaga medis yang siap berkeliling mendatangi warga.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengatasi hambatan jarak dan mobilitas yang kerap dialami warga saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat yang tidak mampu itu punya kesulitan untuk ke puskesmas dan ke rumah sakit sehingga kita antar, jemput bola ya, jemput bola ke rumah-rumahnya,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut saat kegiatan Bunga Desaku di Desa/Kecamatan Pakusari pada Senin, 20 Juli 2026.
Peresmian perdana layanan Home Care ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli mendatang di wilayah pinggiran.
Kecamatan Sumberbaru dipilih sebagai titik awal karena lokasinya yang jauh dari pusat rumah sakit daerah.
“Tanggal 24 (Juli) nanti di Kecamatan Sumberbaru. Salah satu kecamatan yang terjauh dari rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” tuturnya.
Untuk memastikan kualitas layanan setara dengan fasilitas medis pada umumnya, Pemkab Jember melibatkan 1.200 tenaga kesehatan.
Layanan ini bahkan menghadirkan dokter spesialis hingga pemanfaatan teknologi telemedicine secara langsung dari rumah pasien.
“Nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa kan akan kita antar nanti obatnya,” ujar Gus Fawait menjelaskan alur penanganan medis di rumah warga.
Adapun sasaran utama program ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga penanganan tengkes atau stunting.
“Kita identifikasi mulai dari lansia, terutama lansia sebatang kara. Kemudian saudara-saudara disabilitas. Anak-anak stunting dan beberapa kriteria-kriteria lain yang sudah kita identifikasi,” tuturnya.
Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk saling menginformasikan jika ada tetangga atau warga sekitar yang membutuhkan akses layanan Home Care tersebut agar bantuan dapat segera disalurkan.



