ADVERTORIAL
Perkuat Internasionalisasi Kampus, UNJA Dorong Kolaborasi Pendidikan di Malaysia
Kuala Lumpur – Universitas Jambi (UNJA) melanjutkan agenda kelembagaan di Malaysia melalui kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur pada 7 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi UNJA untuk memperkuat pemahaman dan peluang kolaborasi dalam mendukung layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, khususnya melalui Sanggar Bimbingan serta pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.
Rombongan UNJA diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN. Rombongan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra S.Si., M.Si., dan turut diikuti oleh Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNJA, Prof. Drs. Maison, M.Si., Ph.D., serta Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Pascasarjana UNJA, Dr. Ilham Wahyudi, S.E., M.Si.
Kunjungan tersebut juga diikuti oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pascasarjana UNJA yang sehari sebelumnya telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Kuala Lumpur. Kehadiran tim memberikan perspektif pengalaman lapangan mengenai kondisi masyarakat Indonesia dan peserta didik yang memperoleh layanan pendidikan di Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur memberikan gambaran mengenai ekosistem layanan pendidikan Indonesia di Malaysia. Pembahasan mencakup keberadaan Sanggar Bimbingan di berbagai wilayah, jaringan sekolah di Indonesia, serta kebutuhan pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang belum seluruhnya dapat mengakses pendidikan formal secara optimal.
Salah satu fokus diskusi adalah Sanggar Bimbingan sebagai ruang belajar bagi anak-anak Indonesia, termasuk layanan pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B. Dalam diskusi dibahas pula penggunaan kurikulum nasional, dukungan bahan ajar dan buku, pembinaan tenaga pendidik, serta upaya menjaga keberlanjutan proses belajar bagi peserta didik yang berada di luar sistem sekolah formal.
Catatan diskusi juga menyoroti penyebaran layanan pendidikan Indonesia di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak. Selain Sanggar Bimbingan, jaringan pendidikan Indonesia didukung oleh sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Kota Kinabalu. Keragaman lokasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan layanan pendidikan anak Indonesia di Malaysia memiliki karakteristik yang berbeda sesuai kondisi masyarakat dan wilayah. Selain unsur pemerintah, peran organisasi kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga turut berperan dalam mendukung pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia di Malaysia.
Pertemuan turut membahas sejumlah tantangan penyelenggaraan pendidikan bagi anak PMI, termasuk aspek administrasi, status keimigrasian sebagian keluarga, keterjangkauan layanan pendidikan, serta kesinambungan pendidikan pada jenjang berikutnya. Hal-hal tersebut menjadi perhatian penting karena akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tempat belajar, tetapi juga dengan dukungan keluarga, dokumen pendukung, pendidik, dan keberlanjutan program.
Diskusi juga mengangkat peluang keberlanjutan pendidikan bagi peserta Sanggar Bimbingan. Peserta yang telah memperoleh sertifikat pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B memiliki jalur untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah pada jenjang berikutnya di berbagai daerah di Indonesia, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam konteks dukungan pendidikan lanjutan, turut disampaikan informasi mengenai peluang mengakses program afirmasi pendidikan, antara lain Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), bagi peserta yang memenuhi kriteria program. Informasi ini penting agar Sanggar Bimbingan tidak hanya menjadi tempat memperoleh layanan pendidikan kesetaraan, tetapi juga menjadi jembatan menuju keberlanjutan pendidikan anak-anak Indonesia.
Bagi UNJA, informasi yang diperoleh dari Atdikbud menjadi masukan penting untuk merancang kegiatan Tridharma yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Malaysia. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penguatan literasi, pengembangan bahan ajar, pelatihan pendidik, pendampingan pembelajaran, penelitian pendidikan, serta kegiatan pengabdian yang berbasis pada persoalan nyata di lapangan.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah KKN Internasional dengan menempatkan mahasiswa UNJA di Sanggar Bimbingan atau komunitas pendidikan Indonesia di Malaysia. Mahasiswa dapat berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran, literasi, pendampingan anak, dan program pemberdayaan masyarakat secara terstruktur di bawah koordinasi Universitas Jambi bersama KBRI dan Atdikbud.
Prof. Dr. Revis Asra, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Barat, menyampaikan bahwa agenda serta peluang tindak lanjut dari pertemuan ini akan dibawa ke forum tersebut untuk menjadi bahan pembahasan. Dengan demikian, gagasan kontribusi perguruan tinggi, termasuk KKN Internasional, berpeluang diperluas melalui jejaring PTN Barat.
Pengalaman tim Pascasarjana UNJA saat melaksanakan kegiatan pengabdian di Sanggar Belajar Al-Ikhlas Sungai Penchala sehari sebelumnya juga menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat hadir langsung mendukung pendidikan anak Indonesia di luar negeri. Pada kegiatan tersebut, salah satu tim memberikan pembelajaran literasi sains dasar melalui simulasi dan eksperimen sederhana kepada peserta Paket A.
Kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur juga memperkuat dimensi internasionalisasi Universitas Jambi. Internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai perluasan jejaring antarperguruan tinggi, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kepakaran akademik bagi komunitas Indonesia di luar negeri.
Dalam ekosistem UNJA, pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi. Sinergi antara universitas, fakultas dan pascasarjana, LPPM, serta mitra seperti KBRI dan Atdikbud dapat menjadi dasar untuk merancang program yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Melalui diskusi ini, Universitas Jambi memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai kebutuhan pendidikan anak Indonesia di Malaysia, khususnya Sanggar Bimbingan, Paket A dan Paket B, keberlanjutan studi setelah memperoleh sertifikat kesetaraan, serta akses program afirmasi seperti ADEM dan ADik sesuai ketentuan. Informasi tersebut menjadi pijakan untuk mengembangkan kontribusi akademik, termasuk peningkatan kapasitas pendidik, sumber belajar, penelitian dan pengabdian, serta KKN Internasional yang bermanfaat bagi mahasiswa dan komunitas Indonesia di Malaysia.
Kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur menegaskan komitmen UNJA untuk menghadirkan Kampus Berdampak melalui kolaborasi lintas negara. Dengan dukungan KBRI, Atdikbud, lembaga pendidikan Indonesia, dan komunitas masyarakat Indonesia di Malaysia, peluang kerja sama ke depan diharapkan semakin terbuka dan dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Satgas Pasar Tanjung Jember Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Diponegoro
DETAIL.ID, Jember – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Jember memberlakukan uji coba sirkulasi satu arah di Jalan Diponegoro mulai Senin, 5 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB.
Kebijakan ini diterapkan untuk mendistribusikan beban kendaraan serta mempermudah akses warga menuju kawasan Pasar Tanjung dan Talangsari.
Skema baru tersebut mengarahkan kendaraan dari arah utara Jalan Diponegoro menuju selatan ke Jalan Trunojoyo.
Langkah ini diambil guna mengatasi penumpukan arus lalu lintas yang selama ini terkonsentrasi di koridor Jalan Ahmad Yani segmen Pemkab Jember–Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo segmen Tugu Koperasi–Simpang Fore, dan Simpang Tiga Gajah Subroto.
Penataan arus ini juga merespons banyaknya laporan warga di kanal pengaduan Wadul Gus’ e serta media sosial.
Pengendara dari arah Gebang dan Sultan Agung yang hendak menuju Talangsari serta Pasar Tanjung sebelumnya mengeluhkan jarak tempuh yang makin jauh dan memicu kemacetan di jalur utama.
Melalui uji coba ini, sebaran lalu lintas diharapkan tidak lagi menumpuk di Tugu Koperasi, melainkan terpecah secara merata melalui ruas jalan alternatif.
Pengawasan ketat bakal dilakukan di lapangan untuk mengukur efektivitas perubahan arus tersebut.
Pelaksanaan tersebut merupakan uji coba dalam rangka evaluasi MRLL, sehingga efektivitasnya akan terus dipantau berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, terutama terhadap tingkat kepadatan, antrean, waktu tempuh, serta aksesibilitas masyarakat.
Selama uji coba berlangsung, petugas Dinas Perhubungan bersama Satlantas dikerahkan untuk mengatur lalu lintas, memasang rambu penunjuk, dan menertibkan parkir liar.
Atensi khusus diberikan pada segmen Simpang Semar menuju Simpang Samahudi serta Simpang Jalan Trunojoyo guna meminimalkan potensi pelanggaran dan kecelakaan.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Evaluasi dari uji coba ini akan dijadikan bahan pertimbangan akhir oleh Forum LLAJ Jember untuk menentukan skema rekayasa lalu lintas permanen di kawasan tersebut. (*)
ADVERTORIAL
Rekayasa Arus Jalan Samanhudi Murni Desakan Pedagang Pasar Tanjung Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan uji coba penataan lalu lintas di Jalan Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates sejak Senin, 28 September 2026.
Pengalihan arus di kawasan Pasar Tanjung ini dilakukan atas desakan pedagang lantai dasar dan lantai atas, sekaligus membantah tuduhan keputusan sepihak dari pemerintah.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa selain masukan warga pedagang, pertimbangan rekayasa jalan ini turut diperkuat oleh aspirasi mahasiswa serta pelaku usaha sekitar.
Pemkab Jember memandang adanya dinamika serta perbedaan tanggapan publik sebagai bagian dari proses penataan kawasan perkotaan.
Pemerintah daerah menjamin ruang komunikasi tetap terbuka lebar bagi seluruh elemen masyarakat.
Diskusi terus dibuka agar kebijakan yang diambil benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak.
“Kemunculan perbedaan sudut pandang maupun dinamika respons di tengah masyarakat terkait penyesuaian rute ini sebagai hal yang lumrah dalam alam demokrasi dan proses penataan kota,” kata Gus Fawait, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sikap akomodatif dipastikan menjadi acuan utama jajaran Pemkab Jember selama masa pengalihan arus berlangsung.
Seluruh masukan dari warga akan dihimpun secara cermat oleh petugas teknis.
“Pemkab Jember siap menyerap semua masukan, baik dari pihak yang pro maupun kontra,” ujarnya.
Tim teknis terus menjalankan peninjauan dan pemantauan secara berkala di lokasi selama periode uji coba.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi pertimbangan akhir sebelum regulasi transportasi yang permanen resmi diberlakukan di kawasan perdagangan Tanjung. (*)
ADVERTORIAL
Urus Layanan JKN Tak Lagi Ribet, Inovasi Digital BPJS Kesehatan Jadi Andalan Peserta
DETAIL.ID, Jember – Berbagai inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kehadiran layanan digital tidak hanya mempercepat akses pelayanan kesehatan, tetapi juga memangkas waktu dan biaya yang harus dikeluarkan peserta dalam mengurus administrasi maupun mendapatkan pelayanan kesehatan.
Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat inovasi tersebut adalah Olivia Yolanda (29), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Pemerintah Daerah, Olivia mengaku pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurut Olivia, salah satu inovasi yang paling dirasakan manfaatnya adalah layanan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.
Jika sebelumnya peserta harus datang lebih pagi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan nomor antrean, kini proses tersebut dapat dilakukan secara daring dari rumah.
“Dulu kalau mau berobat harus datang pagi-pagi sekali agar mendapatkan nomor antrean lebih awal. Sekarang lebih praktis karena saya cukup mengambil antrean melalui Mobile JKN. Jadi saya bisa datang ketika nomor antrean sudah mendekati giliran saya dan tidak perlu menunggu terlalu lama di fasilitas kesehatan,” kata Olivia, Rabu, 30 September 2026.
Selain kemudahan antrean online, Olivia juga mengapresiasi transformasi layanan administrasi yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, masyarakat saat ini memiliki banyak pilihan kanal layanan tanpa harus selalu datang ke kantor BPJS Kesehatan.
“Kalau dulu hampir semua urusan harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, sekarang sudah banyak pilihannya. Bisa melalui WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, Aplikasi Mobile JKN, layanan BPJS Online, maupun BPJS Keliling. Hal tersebut sangat membantu peserta karena lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Olivia juga membagikan pengalamannya saat memanfaatkan layanan JKN ketika membutuhkan pengobatan.
Ia mengawali pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan selanjutnya mendapatkan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di RS Bina Sehat Jember. Seluruh proses yang dijalani berlangsung lancar dan mudah berkat dukungan sistem digital yang telah dikembangkan BPJS Kesehatan.
“Saya pernah menjalani pelayanan mulai dari FKTP hingga dirujuk ke RS Bina Sehat. Prosesnya sangat mudah dan tidak membingungkan. Sistem yang sudah terintegrasi membuat pelayanan berjalan lancar sehingga saya bisa lebih fokus pada proses pengobatan,” katanya.
Lebih lanjut, Olivia berharap BPJS Kesehatan dapat terus menghadirkan inovasi yang semakin memudahkan peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan.
Ia menilai digitalisasi yang dilakukan saat ini telah membawa perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Menurut saya inovasi-inovasi BPJS Kesehatan sangat terasa dampaknya bagi peserta. Pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, setara dan solutif. Semoga BPJS Kesehatan terus mengembangkan layanan yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tutur Olivia. (*)



