Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Tanjung Jabung Barat Siap Gelar Pilkada di Masa Pandemi

Published

on

Pilkada

detail.id/, Batanghari – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyatakan kesiapannya untuk menggelar Pilkada di tengah pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Ir. H. Agus Sanusi, MSi saat mewakili Bupati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkada dan Penanganan covid 19 melalui video conference bersama Pjs Gubernur Jambi, Ir. Restuardy Daud, M.Sc di Ruang Rapat Bupati, Jumat, 9 Oktober 2020.

Dalam laporannya Sekda H. Agus Sanusi menjelaskan persiapan yang telah dilakukan Pemkab Tanjung Jabung Barat untuk pilkada dan penanganan COVID-19.

“Dalam pelaksanaan pilkada pada 9 Desember 2020 nanti, Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki kurang lebih 6.030 KPPS. Untuk penanganan COVID-19 ada 3 tempat yang disiapkan Pemkab jika ada pelonjakan yang kasus yang signifikan. Puskesmas Terjun Jaya Pematang Lumut disiapkan 20 bed, BLK eks Rumah Sakit Jantung 40 bed serta Gedung Balai Adat 10 bed,” kata Sekda.

Ia berharap mudah-mudahan ruang isolasi ini tidak digunakan. Karena pada dasarnya ini hanya langkah antisipasi jika ada pelonjakan kasus COVID-19.

Dalam rapat yang diikuti seluruh Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi tersebut, Sekda juga menyampaikan saran terkait pelaksanaan rapid test jelang pilkada. Dalam jadwal pelaksanaan rapid test diharuskan dari tanggal 5 sampai 26 November 2020.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]

Menurutnya jika dilaksanakan tanggal 26 November 2020 berati kurang 14 hari dari hari pencoblosan pada 9 Desember yang dirasa sudah tidak efisien. Agus Sanusi berharap untuk pelaksanaan rapid test dapat diundur.

Sekda Agus Sanusi juga melaporkan beberapa informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan Tanjung Jabung Barat kepada Pjs. Gubernur yang baru dilantik tersebut. Mulai dari APBD-P 2020, proses APBD 2021, pelaksanaan Dana Desa hingga pembentukan Satgas Bencana.

Sebelumnya Pjs. Gubernur Jambi dalam arahannya mengatakan beberapa hal yang akan dibicarakan dalam rakor ini antara lain tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, ketenteraman dan ketertiban umum, pelaksanaan APBD 2020 dan penyusunan APBD 2021, pemulihan ekonomi dan optimimalisasi Dana Desa dan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Pelaksanaan Tahapan Kampanye dan Pencegahan dan Penanganan COVID-19.

Turut hadir mendampingi Sekda, Kaban Kesbangpol, Sekretaris Satpol PP, Satgas COVID-19, Kepala BPBD, Direktur Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Kabag Pemerintahan serta tamu undangan lainya. (advertorial)

ADVERTORIAL

Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan

DETAIL.ID

Published

on

Pengukuhan pengurus MUI Jember Periode 2026-2031 di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (23/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.

Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.

Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.

“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.

Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.

Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.

“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

DETAIL.ID

Published

on

Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.

Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.

Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

DETAIL.ID

Published

on

Pemkab Jember saat berkunjung Kemendes PDT, Jumat (21/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.

Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.

“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.

Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.

Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.

Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.

Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.

Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.

“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs