PENJURU
Pabrik Iphone Segera Buat Mobil Listrik Android
detail.id/, Jambi – Raksasa teknologi Taiwan, Foxconn, memiliki rencana mendiversifikasi usahanya ke bisnis baru yaitu mobil listrik.
Perusahaan yang memproduksi iPhone ini memasang target tak muluk-muluk; menguasai 10% pasar mobil listrik di tahun 2025-2027 mendatang.
Menilik tren, ke depan sepertinya kendaraan ramah lingkungan dengan tenaga listrik akan menjadi tren dalam industri otomotif global.
Oleh sebab itu, banyak perusahaan besar mulai melirik pasar ini. Setidaknya, saat ini belum banyak pemain besar mobil listrik di dunia.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”3000″ include_category=”10″]
Tesla, perusahaan yang didirikan Elon Musk menjadi salah satu pesaing besar dengan pendapatan mencapai US$ 24,58 miliar atau Rp 364 triliun (kurs Rp 14.800/US$) pada 2019 lalu.
Pimpinan Foxconn, Liu Young-way, menyebut, perusahaannya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah produsen mobil dunia untuk kerja sama pembuatan mobil listrik di masa depan.
“Kami ingin mendorong industri mobil listrik Taiwan ke tingkat dunia,” ujar Liu melansir Reuters, Jumat 16 Oktober 2020.
Sementara itu, William Wei, salah satu eksekutif di Foxconn menyebut, perusahaan telah meluncurkan platform yang membantu perusahaan otomotif membuat mobil listrik yang berbasis Android.
Mengenai pemilihan sistem operasi tersebut karena saat ini menjadi sistem operasi ponsel terbesar di dunia dan menjadi dominan karena bersifat open source.
Sedangkan, untuk iOS adalah sistem operasi yang ekslusif di perangkat buatan Apple.
Foxconn, kata dia, mengenalkan sistem itu dengan nama MIH Open Platform, dasarnya adalah seperangkat alat yang memungkinkan perusahaan merancang sebagian besar mobil listrik yang akan diproduksi oleh Foxconn.
Melalui aplikasi tersebut, pembuat mobil dapat memilih desain sasis mobil mereka dari SUV hingga sedan dan memilih desain menurut keinginan mereka, dari jarak roda hingga ukuran baterai.
Foxconn menyebut platformnya modular atau beberapa komponen dapat diganti dan ditingkatkan di kemudian hari.
Tidak hanya di situ saja, Foxconn juga menawarkan perangkat lunak yang dapat dikembangkan oleh pengembang. Beberapa di antaranya terkait dengan fungsi misi kritis dan mobil tanpa pengemudi (otonom).
Perusahaan yang didirikan oleh konglomerat Terry Gou ini juga sedang mengembangkan baterai solid-state, evolusi dari teknologi baterai lithium ion yang saat ini digunakan di mobil.
Foxconn mengatakan akan meluncurkan baterai solid-state ini pada tahun 2024 mendatang.
“Setelah 2025, siapapun yang menguasai teknologi baterai solid state akan mendominasi industri,” ucap Jerry Hsiao, kepala produk di Foxconn.
Sebagai informasi, Foxconn adalah perusahaan yang saat ini berpusat di Tucheng, Taiwan. Pada 2019 lalu, pendapatannya mencapai 5,33 triliun TWD (dolar Taiwan) atau setara Rp 153 triliun (kurs Rp 28,78/dolar Taiwan).
Saat ini Foxconn menjadi perusahaan pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, yang juga menjadi pabrik yang memproduksi produk-produk Apple seperti iPhone dan iPad.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


