Connect with us
Advertisement

PENJURU

Youtuber Sengaja Bakar Motornya Lalu Dinaikin Cuma Karena Ingin Jadi Ghost Rider

Published

on

detail.id/, Jakarta – Seorang Youtuber asal India nekat membakar ban motor lalu menaikinya. Semua gara-gara dia terinspirasi dengan karakter Ghost Rider.

Ghost Rider, kalau detikers belum tahu, adalah karakter fiksi bikinan Marvel. Ghost Rider sudah diangkat ke layar lebar dengan dibintangi oleh Nicolas Cage beberapa tahun lalu.

Karakter Ghost Rider memilik motor cruiser yang seluruh bagiannya terbakar api. Inilah yang kemudian jadi inspirasi seorang Youtuber asal India.

Youteber asal India ini tidak menggunakan motor jenis cruiser, yang dia pilih adalah Bajaj Pulsar 220. Selain itu, yang dibakar juga tidak seluruh motor (tentu saja). Hanya ban depan yang dibuat dilalap api.

Supaya mudah terbakar, ban depan Bajaj Pulsar itu dilapisi kain yang sebelumnya direndam bensin. Hasilnya, api pembakaran menyala besar.

Untuk menghindari panas dari pembakaran tersebut, motor sudah lebih dulu dimodifikasi. Suspensi depan dibuat lebih panjang. Namun begitu, si pengendara hanya menggunakan perlengkapan biasa. Tidak memakai pakaian balap yang bisa melindungi dari kobaran api

Percobaan menjadi Ghost Rider itu terbilang berhasil. Motor, yang ban depannya menyala hebat terbakar api, mampu melaju cukup lama.

Karena bensin yang dipakai meninggalkan residu di tanah dan kemudian terbakar, itu memunculkan efek yang mirip dengan Ghost Rider asli. Meski cuma bertahan beberapa detik saja.

Ini bukan kali pertama Youtuber asal India ini sengaja membakar motornya demi mencoba menjadi Ghost Rider. Agustus lalu mereka melakukan ujicoba yang sama. Bahkan ketika itu kedua ban dibakar dan memunculkan api yang luar biasa besar.

Percobaan pertama tersebut tak berlangsung lama karena pengendara dan penumpangnya kepanasan, sebelum akhirnya mereka berdua lompat dari motor.

“Salah satu hal terbodoh yang pernah saya saksikan dalam hidup saya,” tulis akun Youtube Eratix pada kolom komentar.

“Bayangin kalau api sampai ke tangki bahan bakar,” tulis Rahul Kumar.

“Kalian melakukan hal yang hebat, tapi pertama-tama lakukan tindakan pencegahan dan keselamatan, lalu baru berkreasi,” sahut yang lainnya seperti disadur dari detik.

Advertisement Advertisement

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs