ADVERTORIAL
Rapat Persiapan Akhir Pelaksanaan MTQ Ke-50 Tingkat Provinsi Jambi, Anwar Sadat: Sudah Lapor Gubernur
DETAIL.ID, Kualatungkal – Memimpin Rapat Persiapan Akhir (Pemantapan) Pelaksanaan MTQ Ke-50 Tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bupati Drs. KH. Anwar Sadat, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesiapan Tanjungjabung Barat selaku tuan rumah telah dilaporkan kepada Gubernur.
“Alhamdulillah, kemarin juga Pak Kapolda Jambi berkunjung ke Kabupaten Tanjungjabung Barat dalam rangka meninjau persiapan. Dan beliau mengapresiasi kesiapan kita sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ,” ungkapnya di hadapan peserta rapat di Ruang Pola Utama, pada Kamis 23 September 2021.
Bupati pada rapat tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keindahan dan keasrian lingkungan khususnya di jalan-jalan protokol, jalan-jalan umum, lokasi arena utama, lokasi pelaksanaan cabang-cabang lomba, lokasi pemondokan dan yang tidak kalah penting lokasi tujuan wisata semisal Water Front City (WFC) yang diprediksi bakal menjadi tempat kunjungan favorit para kafilah dan tamu undangan dari luar daerah.
“Akan ada sekitar 1500 hingga 2000 orang baik para kafilah maupun tamu lainnya dari luar daerah yang akan datang ke daerah kita. Sangat penting bagi kita selaku tuan rumah, tidak hanya panitia pelaksana maupun pemerintah tapi juga seluruh masyarakat untuk berbuat yang terbaik demi memberikan kesan yang baik bagi para tamu kita,” ungkap Bupati.
Ditambahkannya, even MTQ ini juga merupakan peluang untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki Tanjungjabung Barat termasuk salah satunya potensi pariwisata. Oleh karena itu lanjut beliau, kawasan WFC harus ditata, dirapikan mulai dari pengecatan pagar, lampu penerangan, kesiapan fasilitas umum seperti musholla dan toilet dan termasuk juga pengaturan tempat parkir.
“Nantinya mobil dan motor tidak boleh masuk. Dishub agar mulai memetakan tempat parkir. Sebagai gantinya kita akan siapkan puluhan becak bagi pengunjung untuk berkeliling didalam area WFC. Ini sesuai arahan pak gubernur, karena kuala tungkal adalaha satu-satunya daerah di provinsi jambi yang memiliki becak sebagai sarana transportasi. Jadi kita akan mulai upaya melestarikan becak-becak yang ada di daerah kita dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan kita berikan subsidi sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta kepada pihak PLN dan juga PDAM Tirta Pengabuan terkait kesiapan dan ketersediaan listrik dan air bersih yang memadai demi menunjang kelancaran pelaksanaan cabang-cabang lomba MTQ.
Turut hadir pada rapat, Sekda Agus Sanusi, Para Asisten, Para Staf Ahli, Para Kepala OPD dan Kepala Bagian, perwakilan instansi vertikal dan seluruh panita pelaksana. Usai rapat, Bupati juga berkesempatan berdialog bersama para kepala OPD terkait pemantapan masing-masing seksi yang bertanggung jawab sesuai dengan tugas yang telah diberikan
Reporter: Robby Cahyadi
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



