ADVERTORIAL
Bupati Anwar Sadat Hadiri Upacara Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XVII Ke-16-STAI An-Nadwah
DETAIL.ID, Kualatungkal – Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag didampingi istri HJ. Fadilah Sadat menghadiri upacara dan sidang senat terbuka wisuda sarjana XVI (ke-16), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An-Nadwah Kualatungkal tahun 2021 yang bertempat di Aula STAI An-Nadwah Kualatungkal, Selasa 28 September 2021.
Turut hadir Ketua Kopertais Wilayah XIII Jambi sekaligus Rektor UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi (Virtual) , Sekretaris Kopertais, Permateri Orasi Ilmiah, Ketua beserta Anggota Senat, segenap anggota keluarga besar civitas akademika STAI An-Nadwah Kualatungkal, Orang Tua wisudawan/ wisudawati serta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu Ketua STAI An-Nadwah Dr. Abdul Rahim Saidek, S.Sos.I, M.Pd dalam pidatonya menyampaikan pada wisuda kali ini STAI An-Nadwah Kualatungkal melepas wisudawan/ wisudawati sebanyak 209 orang.
Selanjutnya, Abdul Rahim mewakili segenap civitas akademika mengucapkan selamat kepada wisudawan/ wisudawati yang telah menyelesaikan studinya di STAI An-Nadwah Kualatungkal serta mengucapkan selamat kepada orang tua/ wali wisudawan dan wisudawati yang telah mengantarkan putra-putrinya dengan jerih payah dan penuh perjuangan sampai ke pendidikan sarjana hingga wisuda pada saat kali ini.
“Kami berharap agar setelah selesai wisuda ini para wisudawan/ wisudawati senantiasa menggunakan kemampuan yang dimiliki karena kunci sukses bukan semata karena kuliah dikampus favorit bukan pula karena menjadi lulusan atau cumlaude tetapi perlu memiliki life skills, kejujuran, kepercayaan dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopertais wilayah XIII Jambi Prof. Dr. H. Su’adi, MA, Ph.D dalam sambutannya juga mengucapkan selamat kepada wisudawan/ wisudawati yang sudah melaksanakan tugas kuliahnya dan sekarang siap untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Untuk berkompetisi mencari pekerjaan pada saat ini harus membutuhkan skill tambahan dan itu saya kira para wisudawan/wisudawati perlu mengambil langkah untuk itu. Karena di era ini kita memerlukan soft skills tambahan dalam pengolahan teknologi informasi jika ingin berkompetisi,” ujarnya
Sementara itu, Bupati Tanjungjabung Barat mengawali sambutannya mengatakan merasa bangga sekali dapat hadir pada acara wisuda sarjana ke-16 karena hampir dari 2015 sudah tidak berada di ruang akademik dan berpindah ke bidang politik.
“Hampir setiap hari buku-buku akademic society itu selalu saya update dan selalu membuka kelompok kajian-kajian ilmiah dan ada beberapa profesor yang selalu membimbing kami hingga hari ini, beliau selalu memberikan beberapa informasi tentang perkembangan keilmuan hari ini ditanah air maupun didunia,” jelas Bupati
Lebih lanjut, Bupati sampaikan ada beberapa filosofi yang harus dimiliki oleh wisudawan/wisudawati, yang pertama adalah ilmu yang diperintahkan oleh tuhan kepada kita, itu adalah ilmu sepanjang masa, tidak ada batas umur, batas lokal, dan batas wilayah, seperti yang disampaikan oleh Nabi SAW semua umur selalu dan wajib untuk menuntut ilmu kapan dan di manapun.
“Ayah saya menyampaikan apapun profesi kerja mu maka jangan engkau tinggalkan untuk mengajarkan ilmu, yakin dan percayalah ilmu yang kau ajarkan akan selalu membimbing dirimu dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarmu,” ungkap Bupati
Reporter: Robby Cahyadi
ADVERTORIAL
Keterbatasan Anggaran Daerah, Gus Fawait Ajak DPRD Jember Lobi Pemerintah Pusat
DETAIL.ID, Jember – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 resmi bergulir melalui Rapat Paripurna I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.
Rapat tersebut diikuti 32 dari total 49 anggota dewan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa seluruh program dalam APBD 2027 wajib berpatokan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.
“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tutur Gus Fawait.
Mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, ia meminta para legislator ikut bergerak mengupayakan suntikan dana dari pemerintah pusat.
“Saya mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara APBD dan APBN sangat krusial, terlebih dukungan dana pusat untuk Jember pada tahun ini tergolong signifikan.
“Alhamdulillah, tahun ini anggaran APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya cukup besar dan perlu kita syukuri,” katanya.
Selain persoalan fiskal, Gus Fawait memaparkan penurunan angka pasien di puskesmas maupun rumah sakit daerah.
Kendati grafik kesehatan membaik, warga diimbau tetap menjalankan perlindungan diri sederhana.
“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, tetapi tetap jaga kesehatan. Anak-anak sekolah yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Pasar Tradisional dan Ritel Tak Lampaui HET
DETAIL.ID, Jember – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan ritel modern di Kabupaten Jember untuk mengecek harga serta ketersediaan pasokan komoditas pangan, Senin, 28 September 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pedagang menjual beras sesuai ketentuan pemerintah sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.
Sidak ini menerjunkan personel gabungan dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, mengatakan pemeriksaan di Pasar Tanjung berfokus pada dua toko besar, yakni UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.
Di lokasi tersebut, beras premium merek Gokar tercatat dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.
Tim Satgas Pangan selanjutnya melakukan peninjauan ke ritel modern di Lippo Mall Jember.
Di pusat perbelanjaan ini, beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dipatok Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.
“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.
Meskipun tingkat harga terpantau stabil, petugas menemukan ganjalan pada ketersediaan stok.
Pasokan beras medium di ritel modern mulai mengalami keterbatasan, sementara stok beras premium di sejumlah pedagang pasar tradisional menyusut akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.
“Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” ujarnya.
Demi menjaga kelancaran distribusi, Polres Jember mengintensifkan koordinasi bersama Pemkab Jember, Bulog, serta pengelola pasar, sembari rutin memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tetap patuh terhadap aturan HET.
“Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tutur Harry. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.
Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.
Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.
Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.
Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.
“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.
Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.
Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.
Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.
Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.
“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.
Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)



