Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Hesti Haris Hadiri Pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Jambi

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesti Haris menghadiri acara pelantikan pengurus Dekranasda Kota Jambi sisa periode 2018-2023 sekaligus launching Buku Sejarah Batik Jambi di Aula Rumah Dinas Walikota Jambi, Selasa 5 Oktober 2021.

Ketua Dekranasda Kota Jambi Hj. Yuliana Fasha melalukan pelantikan pengurus yang baru karna hampir selama 2 tahun banyak vakun kegiatan.

“Kami hari ini melakukan pelantikan pengurus akhir sisa jabatan karena hampir selama 2 tahun lebih banyak vakum kegiatan dan melihat kepengurusan perlu dilakukan penyegaran kembali dan hari ini kami melaunching buku mengenai sejarah Batik Jambi yang seyogya-nya kami laksanakan tahun kemarin tapi karena banyak kendala baru bisa dilaunching hari ini. Kami sangat berharap pembinaan dari Dekranasda Provinsi Jambi karena banyak sekali program yang harus diselaraskan tidak hanya di Kota Jmbi tapi sampai dengan tingkat Provinsi,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris menyambut baik untuk Pelantikan Pengurus baru Dekranasda Kota Jambi.

“Alhamdulillah hari ini kami selalu ketua Dekranasda Provinsi Jambi hadir di Kota jambi dalam rangka Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kota Jambi. Untuk Dekranasda kota jambi kita sangat yakin dengan berkembangnya dalam arti kata kemajuan Dekranasda di Kota Jambi ini. Di mana, di sini terpusat semua kemajuan ada di sini termasuk batik memang luar biasa,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris juga mengapresiasi dengan Launching Buku Sejarah Batik Jambi.

“Batik di Provinsi Jambi ini adalah batik Kota Jambi dan berkembang nya luar biasa dan tidak hanya sekedar menjadi batik yang bermotif tapi kadang-kadang juga berisi cerita bahwa itu mengandung cerita dari motif motifnya seperti tadi yang di sampaikan bapak Walikota kemudian tidak hanya batik,” jelasnya.

“Tentu saja di Dekranasda banyak hal-hal lain yang perlu kita bina, kerajinan kerajinan di Kota Jambi saya lihat dari kerajinan yang sudah dimodifikasi walaupun mengambil dari Kabupaten lain, tapi di sini kombinasi sehingga menjadi berpenampilan lebih menarik lagi untuk dipasarkan di Kota Jambi ini. Artinya apa, bahwa Kota Jambi ini lebih potensial, lebih berpotensi untuk berkembang Dekranasdanya untuk lebih hebat lagi ke depannya. Ditambah lagi di zaman pandemi ini bahwa teknologi di Kota Jambi telah berkembang dan SDM-nya, semua yang ada di sini. Kemudian apabila hampir seluruh pelosok mengikuti kemajuan zaman secara digital maka Dekranasda akan lebih hebat lagi di Kota Jambi ini. Kita yakin. Dengan tentu saja di bawah pimpinan ibu Yuliana Fasha sebagai ketua Dekranasda Kota Jambi. InsyaAllah semakin mantap,” tutupnya.

Sementara itu Walikota Jambi Sy. Fasha ikut menghadiri acara Pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Jambi dan launching Buku Sejarah Batin Jambi.

“Baik pagi ini kami menghadiri Pelantikan Dewan Nasional Kerajinan Kota Jambi, bersama sama dengan ibu Gubernur juga. Kemudian melaunching Buku Batik Jambi, yang sudah di gagas hampir 2 tahun ini. Alhamdulillah hari ini bisa di-lauching dan mudah mudahan dengan Buku Batik Jambi ini membuka hasanah kita tentang sejarah Batik Jambi. Yang ternyata sejarah itu sangat tua sekali dan mudah mudahan nanti pembatik juga akan bangga bahwa karya karya mereka sudah di butuhkan saat ini dan kami ucapkan terimakasih untuk penulis nya yaitu bapak Ramdani Sirait yang saat ini sudah melanglang buana di dunia internasional dia sudah mendedikasikan untuk menulis Batik Jambi mudah mudahan selanjutnya ada seri dari Buku Batik Jambi ini. Selain dengan pelatihan pelatihan membatik saya meminta juga membuat karya itu. Karya yang memiliki nilai historis dan motif motif yang berkualitas dan jangan lagi mengejar kuantitas karena banyak sekali penggila penggila batik itu dia tidak melihat harga nya tetapi bagaimana story dari pada batik ini, kemudian sejarah pembuatan batik ini seperti ini dan motif batiknya seperti apa,” ujarnya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Home Care Jember Resmi Meluncur, Warga Miskin Kini Bisa Periksa Kesehatan Tanpa Harus ke Puskesmas

DETAIL.ID

Published

on

Doorstop meresmikan Home Care Jember, Jumat (24/7/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meluncurkan Program Home Care sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Peluncuran program tersebut dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan menghadirkan layanan kesehatan yang langsung mendatangi rumah pasien.

Peresmian program dihadiri Bupati Jember, Muhammad Fawait; Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus; Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule; Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian; jajaran DPRD Jawa Timur, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga tenaga kesehatan.

Melalui program ini, sekitar 1.200 tenaga kesehatan diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan telemedicine yang telah terintegrasi.

Untuk mendukung operasional, Pemkab Jember menyiapkan 10 armada khusus Home Care.

Selain itu, sebanyak 40 kendaraan dinas milik organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan turut difungsikan sebagai kendaraan layanan kesehatan keliling sekaligus antar-jemput pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

“Kalau orang kaya punya dokter keluarga, maka di Jember kami sedang berikhtiar agar warga tidak mampu juga memiliki dokter keluarga,” ujar Fawait.

Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan, keluarga penerima manfaat juga akan mendapatkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menilai inovasi yang dilakukan Pemkab Jember layak dijadikan contoh bagi daerah lain karena menghadirkan pelayanan kesehatan yang langsung menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Kawendra.

Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule menyatakan dukungannya terhadap Program Home Care karena dinilai mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

“Program ini akan menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Muhammad Zamroni menjelaskan bahwa layanan Home Care tidak diberikan kepada seluruh masyarakat, melainkan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, lansia dengan penyakit kronis berkepanjangan, penyandang disabilitas, serta tokoh agama.

“Jadi tidak semua warga berhak menerima layanan homecare (selain kriteria diatas, red),” tutur Zamroni.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Terobosan Baru! Pemkab Jember Hadirkan Layanan “Dokter Pribadi” untuk Warga Miskin, Pertama di Indonesia

DETAIL.ID

Published

on

Gus Fawait menghadiri soft launching layanan homecare di halaman Dinkes Jember, Kamis (23/7/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali mencatatkan terobosan baru dalam upaya mengikis ketimpangan akses kesehatan.

Melalui program homecare, warga dari kalangan kurang mampu kini bisa menikmati fasilitas pemeriksaan kesehatan langsung di rumah layaknya memiliki dokter pribadi.

Rangkaian program ini diawali dengan prosesi soft launching di Kantor Dinas Kesehatan Jember pada Kamis, 23 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian penuh di Puskesmas Sumberbaru pada Jumat, 24 Juli 2026.

Wujudkan Keadilan Akses Kesehatan

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa program homecare dirancang khusus untuk memotong jurang pemisah antara kelompok masyarakat mampu dan warga yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan formal.

“Kalau mereka yang mampu punya dokter keluarga, Jember mewujudkan keluarga yang tidak mampu mempunyai dokter pribadi atau dokter keluarga lewat pelayanan homecare,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

Gus Fawait juga mengklaim bahwa skema pelayanan kesehatan warga miskin berbasis kunjungan rumah yang digagas pemerintah daerah ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

“Ini pertama kali di Indonesia dan kita boleh berbangga,” katanya.

Optimalisasi Kendaraan OPD

Demi memastikan eksekusi program berjalan optimal, Pemkab Jember tidak tanggung-tanggung dalam menyiapkan infrastruktur pendukung di lapangan.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan dan dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk menjaga standar layanan tetap profesional.

Sementara itu, untuk mobilitas petugas, pemerintah daerah menyiagakan 10 unit armada operasional baru.

Guna menjaga efisiensi anggaran, pengoperasian di lapangan juga memanfaatkan kendaraan dinas dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini kurang dimaksimalkan.

“Ada Grand Livina, Innova dan macam-macam, karena memang masing-masing OPD ya,” tutur Gus Fawait.

Di penghujung keterangannya, Gus Fawait terbuka terhadap potensi kendala teknis yang lazim terjadi pada tahap awal program skala besar.

Ia memastikan evaluasi berkala akan terus dilakukan demi perbaikan layanan ke depan.

“Tentu di awal-awal pasti ada kekurangan dan lain sebagainya. Pasti ada sesuatu yang miss_. Kita akan terus berbenah,” ucapnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Minta RT, RW dan Kader Posyandu Sebarkan Program Berobat Gratis ber-KTP Jember

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember berpidato dalam acara Bunga Desaku di Desa Sumberkejayan, Rabu (22/7/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengajak pengurus RT/RW, kader Posyandu, dan Tim Penggerak PKK menjadi ujung tombak penyebarluasan berbagai program pembangunan daerah, terutama layanan berobat gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri program Bunga Desaku di Lapangan Kejayan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait mengapresiasi peran para kader Posyandu, RT, dan RW yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.

Menurutnya, dedikasi mereka sangat besar meski insentif yang diterima masih terbatas.

“Saya tahu honor panjenengan tidak seberapa, tapi kita tahu semua peran kader Posyandu, peran RT dan RW adalah ujung tombak pemerintahan Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para kader.

“Ya sudah sabar, jaman Gus Fawait pasti naik, tak usah khawatir,” katanya.

Selain itu, Gus Fawait meminta para kader aktif menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui layanan yang telah disediakan Pemkab Jember.

“Bantu Gus Fawait untuk menyampaikan program-program pemerintah Kabupaten Jember. Banyak program Pemkab, tapi tidak banyak orang yang tahu,” ucapnya.

Salah satu program yang diminta terus disosialisasikan adalah UHC Prioritas.

Melalui program tersebut, warga yang memiliki KTP Jember dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semenjak 1 April, seluruh warga Jember yang ber-KTP Jember kalau sakit bisa berobat gratis di seluruh Puskesmas dan seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia, alhamdulillah,” ucapnya.

Gus Fawait berharap tidak ada lagi warga yang menunda berobat karena alasan biaya.

“Di era Presiden Prabowo, di era Gus Fawait, tidak boleh lagi ada orang sakit tidak ke rumah sakit karena faktor biaya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati juga meminta kader Posyandu dan PKK terus mengedukasi masyarakat, khususnya ibu hamil, agar rutin memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan.

Ia menegaskan seluruh layanan persalinan telah dijamin tanpa biaya.

“Melahirkan mau caesar, mau normal, gratis. Berangkat ke Posyandu, berangkat ke Puskesmas, gratis,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs