PENJURU
Suzuki Nex II dan Nex Crossover Jadi Paddock Scooter MotoGP Mandalika Buat Alex Rins
detail.id/ – Guna mendukung kelincahan mobilitas keduanya serta anggota Team Suzuki Ecstar MotoGP di paddock sirkuit Mandalika, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyiapkan 5 unit sepeda motor yang terdiri dari 2 unit NEX II dan 3 unit NEX Crossover untuk digunakan selama mereka melaksanakan tes pramusim dan balapan Maret mendatang.
Pemilihan NEX II dan NEX Crossover tersebut didasari oleh kebutuhan para pembalap dan tim akan kendaraan yang kompak, ringan dan lincah bermanuver untuk memudahkan segala aktiVitas selama berada di dalam area sirkuit.
Gelaran balapan MotoGP di Lombok tengah menjadi sorotan di Tanah Air, terutama saat tes pramusim berlangsung pada 11-13 Februari.
Dilansir dari tmcblog NEX II dan NEX Crossover yang akan mereka gunakan memiliki penampilan design livery khusus dengan mengolaborasikan warna khas Team Suzuki Ecstar MotoGP dengan motif batik, sehingga terlihat impresif sekaligus menonjolkan kebanggaan terhadap salah satu karya seni dan budaya khas Indonesia tersebut.
“Kami sangat senang akhirnya Joan Mir, Alex Rins dan seluruh anggota Team Suzuki Ecstar MotoGP datang ke Lombok untuk melakukan tes pramusim, menjajal sirkuit Mandalika, serta mempersiapkan balapan sebaik mungkin untuk meraih kemenangan di musim MotoGP 2022.

Dua unit Nex II dan tiga unit Nex Crossover digunakan sebagai motor paddock buat tim Suzuki Ecstar, termasuk untuk pembalap Alex Rins dan Joan Mir di MotoGP Mandalika. (Suzuki Indomobil Sales)
Tentunya kami menyambut semangat mereka dengan memberikan dukungan, seperti menyediakan 5 unit sepeda motor yaitu NEX II dan NEX Crossover untuk keperluan mereka di dalam paddock sirkuit. Kami memahami kebutuhan mereka terhadap sepeda motor yang lincah, maka dari itu NEX II dan NEX Crossover sanggup memenuhinya,” ujar Teuku Agha, Sales & Marketing 2W Department Head PT SIS.
Pihak Suzuki Indonesia menyebut pemilihan Nex II dan Nex Crossover kedua motor tersebut didasari kebutuhan para pembalap dan tim akan kendaraan yang ringkas, ringan, dan lincah bermanuver untuk memudahkan segala aktivitas selama berada di dalam area sirkuit.
Suzuki Nex II dan Nex Crossover merupakan skutik yang dibekali mesin 115 cc Fuel Injection dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance) yang disebut mampu memberikan keseimbangan performa serta efisiensi untuk penggunaan sehari-hari.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


