ADVERTORIAL
Pemprov Jambi dan PMI Bersinergi Berikan Pelayanan Terbaik
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus meningkatkan sinergi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Jambi.
Hal tersebut disampaikan pada pada Peresmian Klinik Pratama 24 Jam PMI Provinsi Jambi yang diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PMI yaitu Bapak Muhammad Yusuf Kalla, bertempat di Kantor PMI Provinsi Jambi, Rabu 16 Maret 2022.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kiprah, pengabdian dan kontribusi Palang Merah Indonesia dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di Indonesia dan khususnya Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.
Al Haris mengatakan, Palang Merah Indonesia bisa terus bersinergi dengan pemerintah dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan daerah Provinsi Jambi.
“Saya berharap PMI, dengan relawan yang tersebar hingga ke desa dan kelompok usia muda, melalui program-program kerjanya dapat terus berkontribusi menyentuh masyarakat dan juga kesehatan dan pembinaan generasi muda. Tak terbatas pada donor darah dan kebencanaan saja, tetapi juga dapat bersinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan generasi muda Provinsi Jambi dan Indonesia yang berdaya dan sehat, melalui pemenuhan akses generasi muda mendapat informasi, pendidikan, dan layanan kesehatan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, sehingga diharapkan dapat mengurangi kekerasan seksual dan pernikahan di bawah umur dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan generasi bangsa,” kata Al Haris.
Al Haris menuturkan, PMI agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, baik pelayanan donor darah maupun membantu pemerintah dalam urusan kemanusiaan terutama dalam setiap urusan kebencanaan, pengungsian, lingkungan hidup, dan lain sebagainya.
Al Haris mengapresiasi PMI yang setinggi-tingginya atas kiprah, pengabdian dan kontribusi Palang Merah Indonesia dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di Indonesia dan khususnya Provinsi Jambi.
“Semoga dengan berdirinya Klinik Pratama PMI ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat kita provinsi Jambi ini. Saya yakin PMI dan tim relawannya akan terus menjadi garda terdepan, tercepat dan tertepat, dengan sukarela dan sepenuh hati dan tenaga, dalam memberikan pertolongan dan menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat mulia ini,” ujar Al Haris.
Ketua Umum Pengurus Pusat PMI H. Jusuf Kalla mengatakan, pada tahun ini bidang Kesehatan menjadi topik yang harus diselesaikan yaitu pandemi Covid-19, dengan demikian perlu kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan organisasi terutama PMI yang menjadi garda terdepan melawan pandemic Covid-19 ini sehingga dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya.
“Dengan demikian Kilinik Pratama 24 Jam PMI Provinsi Jambi ini adalah upaya yang menjadi urgensi masyarakat Jambi dibidang Kesehatan. Semoga klinik pratama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat provinsi jambi ini. Saya meminta pelayanan harus dikedepankan dalam Klinik Pratama 24 Jam PMI Provinsi Jambi ini,” ujar Jusuf Kalla.
Ketua PMI Provinsi Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus mengatakan, peresmian Klinik Pratama 24 Jam ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan 8 Maret 2021 yang lalu yaitu dengan mendirikan Klinik Pratama dan Institut Kepalang Merahan yusuf Kalla yang membutuhkan waktu satu tahun untuk merealisasikan program ini, dimana untuk Institut Kepalangmerahan Yusuf Kalla masih dalam Proses.
Dan secara administrasi Klinik Pratama sudah memiliki Surat Izin Mendirikan Klinik dan Surat izin operasional klinik, yang ditunjang dengan pelayanan poli gigi, poli Umum dan laboratorium.
ADVERTORIAL
Gebrakan Gus Fawait Lindungi PMI: Jember Kini Punya Layanan Administrasi Mandiri dan Cek Kesehatan Termurah se-Jatim
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember resmi memutus rantai birokrasi panjang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.
Melalui instruksi langsung Bupati Gus Fawait, Jember kini menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) mandiri di rumah sakit daerah guna mencegah pemberangkatan pekerja secara non-prosedural.
Dalam peresmian klinik CPMI di RSD Balung pada Senin, 27 April 2026, Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini warga Jember terpaksa mengambil risiko melalui jalur ilegal akibat jauhnya lokasi pengurusan dokumen.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran layanan ini adalah jawaban atas absennya fasilitas negara di daerah penyumbang PMI terbesar.
“Jember sebagai salah satu daerah penyumbang PMI justru belum memiliki fasilitas tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.
Kini, seluruh pengurusan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus keluar kota menuju Malang atau Surabaya
Lebih dari sekadar memangkas jarak, Gus Fawait juga membuat kebijakan radikal dengan menekan biaya pemeriksaan kesehatan menjadi Rp450.000 dari tarif normal Rp750.000.
“Ini menjadi biaya atau harga paling murah yang kita lihat bahkan se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait saat menjelaskan skema efisiensi biaya tersebut.
Melalui kemudahan akses dan tarif yang sangat terjangkau ini, Pemkab Jember optimis para calon pekerja akan lebih memilih jalur resmi yang menjamin keamanan mereka di luar negeri kelak.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bagi rakyatnya.
“Ini bentuk keberpihakan kami kepada calon PMI dan kami berharap CPMI di Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait.
[post-view]
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.
Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.
“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:
- Kecamatan Jombang
- Kecamatan Tanggul
- Kecamatan Mayang
- Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)
Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.
Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.
Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.
“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.
Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.
Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.
“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim
DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.
“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.
Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.
Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.


