Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Abdullah Sani Mengatakan Pemprov Jambi Sangat Mendukung Pelaksanaan Perhutanan Sosial

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Kerinci yang di buka secara langsung oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (PDTT) Budie Arie Setiadi, bertempat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kerinci, 14 Maret 2023.

Rakor tersebut bertujuan untuk membahas perkembangan perhutanann sosial berkelanjutan melalui Kepala Desa untuk memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di Kabupaten Kerinci hingga se-Provinsi Jambi.

Pada kesempatan tersebut Wagub Abdullah San menyampaikan bahwa perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat yang dikelola oleh masyarakat setempat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya setempat yang harus didukung oleh pemerintah guna tercapainya pertumbuhan perekonomian daerah bahkan nasional.

“Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota tentunya sangat mendukung pelaksanaan perhutanan sosial. Oleh karena itu, melalui perangkat daerah terkait, kita melaksanakan fungsi-fungsi yang berkaitan dan menunjang kelancaran dan kesuksesan perhutanan sosial,” ujarnya

Selanjutnya Wagub Abdullah Sani menyampaikan kesuksesan pelaksanaan perhutanan sosial juga sangat menunjang dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sangat merusak lingkungan dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar, baik kesehatan, perekonomian, dan lingkungan.

Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi program dan kegiatan konservasi hutan, dengan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan yang dilaksanakan Komunitas Konservasi Indonesia (WARSI) yang ada di Provinsi Jambi. Hal tersebut juga merupakan perwujudan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang kerap disebut green development (pembangunan hijau).

“Saya berharap agar Warsi terus konsisten dalam melaksanakan fungsi-fungsi mulia tersebut, terus berkontribusi demi kesejahteraan masyarakat, daerah, dan negara” tuturnya.

Wagub Abdullah Sani berharap melalui Rakor dan workshop yang akan dilaksanakan mendapatkan masukan-masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya se Provinsi Jambi. Hal tersebut guna meningkatan kualitas pelaksanaan perhutanan sosial, agar perhutanan sosial bisa benar-benar berkesinambungan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (PDTT) Budie Arie Setiadi, dalam pidatonya menyampaikan bahwa kerja sama yang baik dibutuhkan antar pihak penting untuk memperlancar proses perhutanan sosial dan sebagai kontrol antar berbagai pihak, agar lingkungan tetap terjaga untuk perhutanan sosial berkelanjutan.

Selanjutnya Wamendes PDTT menegaskan arah kerja sama antar pihak harus benar-benar untuk saling memberdayakan, bukan dalam rangka mengambil keuntungan sepihak dari desa. Karena itu, Kemendes PDTT mengarahkan model perhutanan sosial secara khusus yaitu pemerintah desa harus aktif mengelola para petani pengelola lahan kehutanan. Selanjutnya Karena berkaitan dengan perekonomiaan, maka BUM Desa perlu menjadi lembaga pengelola perhutanan sosial.

“Dalam rangka sinergi program dengan Pemprov Jambi dan Pemkab kerinci maka diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten mengalokasikan kegiatan dan pendanaan untuk perhutanan sosial. Misalnya, pemerintah provinsi melalui dinas PMD mengalokasikan BKK (bantuan keuangan khusus) untuk desa perhutanan sosial, dan Bupati mengalokasikan ADD (Alokasi Dana Desa) untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa perhutanan sosial,” ujar Wamendes PDTT.

Advertisement

ADVERTORIAL

Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik 85 pejabat yang terdiri dari 84 Pejabat Administrator dan 1 Pejabat Fungsional pada Rabu , 29 April 2026. Pelantikan yang diadakan serentak dari Kantor Pusat dan Kantor Wilayah di seluruh Indonesia ini, merupakan bentuk meritokrasi yang terus dilakukan dalam tubuh Kementerian ATR/BPN.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari proses penataan sumber daya manusia (SDM) yang terus kita lakukan. Ini hal yang biasa dalam organisasi karena ada yang pensiun, ada jabatan yang kosong, dan ada yang memang sudah saatnya berpindah,” ujar Nusron Wahid, dalam pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Menteri Nusron menjelaskan, reformasi SDM dijalankan melalui tiga pendekatan utama, yaitu tour of duty (rotasi jabatan), tour of area (rotasi wilayah penugasan), dan tour of time (pembatasan masa jabatan). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan penyegaran organisasi.

“Kalau bisa di tempat yang sama tidak boleh lebih dari dua tahun, terutama para Kepala Kantor. Ini penting untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus memastikan meritokrasi berjalan dengan baik,” ucap Menteri Nusron.

Menurut Menteri Nusron, pengalaman lintas wilayah bagi seluruh jajaran ATR/BPN penting agar memiliki perspektif yang utuh dalam menjalankan tugas. Setiap pegawai didorong untuk pernah bertugas di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia guna memperkuat kapasitas dan pemerataan pengalaman kerja.

Menteri ATR/Kepala BPN lantas mengingatkan seluruh jajaran termasuk para pejabat terlantik untuk tidak terjebak dalam zona nyaman. Rotasi, menurutnya, merupakan keniscayaan dalam organisasi yang dinamis dan harus disikapi sebagai bagian dari pengembangan karier.

Turut hadir pada pelantikan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Sentuhan Damai di Hari Buruh, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha Demi Kebangkitan Jember

DETAIL.ID

Published

on

Perayaan May Day saat berlangsung di pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember menunjukkan cara berbeda dalam memaknai Hari Buruh Internasional 2026 dengan menggelar tasyakuran dan doa lintas sektoral di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 1 Mei 2026.

Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait, momentum May Day kali ini bertransformasi menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah, pemilik modal, dan buruh melalui agenda makan bersama yang penuh kekeluargaan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan inovasi peringatan tahun sebelumnya, sekaligus upaya memperkokoh citra Jember sebagai daerah yang aman bagi investasi.

Gus Fawait secara khusus memuji kedewasaan para pekerja di Jember yang dinilai sangat kooperatif dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, kerukunan adalah pondasi mutlak untuk menarik minat investor dan menggenjot pendapatan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah hanya bisa meningkat jika semua pihak berjalan beriringan dengan rukun dan guyub,” kata Gus Fawait saat memberikan keterangan pers.

Ia meyakini bahwa keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan kesejahteraan buruh adalah kunci utama penggerak ekonomi.

Sebagai bentuk dukungan nyata bagi keluarga pekerja, Pemerintah Kabupaten Jember terus mengintegrasikan berbagai program unggulan seperti pemberian beasiswa, layanan kesehatan UHC, hingga penguatan UMKM agar lebih kompetitif di tingkat regional.

Dengan suasana yang damai dan stabil, Gus Fawait optimistis Jember segera memasuki era baru yang lebih sejahtera.

“Insya Allah, ini menjadi pertanda Jember akan bangkit,” ucapnya menutup acara dengan penuh keyakinan.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jember Cetak Sejarah, Jadi Satu-satunya Daerah di Jatim yang Layani Cetak E-KTP di Kecamatan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember berpidato dalam peluncuran layanan cetak KTP di kecamatan. (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember resmi mengukir prestasi sebagai satu-satunya daerah di Jawa Timur yang berhasil melakukan desentralisasi penuh otoritas pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) hingga ke tingkat kecamatan.

Langkah strategis ini diluncurkan sebagai solusi konkret untuk mengatasi kendala geografis wilayah Jember yang luas, sekaligus memutus rantai birokrasi yang selama ini dinilai lamban dan menyulitkan masyarakat di pelosok.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata dalam menjaga martabat pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa hak administratif warga negara tidak boleh terhambat oleh jarak tempuh yang jauh menuju pusat kota.

“Selama ini, warga pelosok harus menempuh perjalanan berjam-jam dan mengeluarkan ongkos besar hanya untuk selembar KTP. Itu tidak boleh terjadi lagi. Kami membawa mesin cetak ke dekat rumah mereka. Jember harus menjadi pelopor bahwa pelayanan publik itu wajib cepat, gratis, dan tanpa sekat,” kata Fawait pada Kamis, 30 April 2026.

Implementasi program ini melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri, terutama terkait pengamanan data pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat serta manajemen distribusi logistik blanko.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mempermudah warga, tetapi juga efektif dalam menghapus praktik percaloan dan mengurai penumpukan pemohon di kantor pusat Dispendukcapil.

Selain itu, akurasi data kependudukan yang selalu terbarukan melalui layanan tingkat kecamatan ini diproyeksikan akan mempercepat validasi serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Keberhasilan ini kini menempatkan Jember sebagai barometer baru dalam pelayanan administrasi kependudukan di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputra, memastikan bahwa seluruh infrastruktur digital dan operator di setiap kecamatan telah melalui proses uji coba yang ketat untuk menjamin keamanan data.

“Kami telah menempatkan operator terlatih dan perangkat keras mumpuni di setiap kantor kecamatan. Ini tantangan besar karena menyangkut transmisi data rahasia negara. Namun, dengan dukungan penuh Bupati, Jember berhasil memenuhi standar tersebut. Kini, warga cukup rekam di kecamatan, dan jika data bersih (tidak ganda), KTP bisa langsung dicetak dan dibawa pulang,” ucap Bambang.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs