PERISTIWA
Akses ke Gereja GPI Sungai Bahar 1 Masih Buntu, Ketua GMKI Minta Pemerintah Bersikap
Jambi – Sampai saat ini ratusan Warga jemaat Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sungai Bahar 1 yang terletak di RT 08, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi masih terus berharap agar persoalan akses jalan yang di blokir menuju rumah ibadah oleh sejumlah pihak segera berujung.
Sebelumnya Pj Bupati Muarojambi Bachyuni Deliansyah, Anggota DPRD Muarojambi Robinson Sirait, serta sejumlah pejabat Kepolisian Daerah Jambi telah silih berganti mengunjungi GPI Sungai Bahar untuk mengetahui duduk perkara, melihat langsung bangunan non permanen GPI Sungai Bahar yang akses jalannya telah diblokir oleh beberapa warga serta pihak Perusahaan yang disebut-sebut milik pengusaha bernama Ahay.
Dan turut serta membantu proses mediasi antara pihak gereja dengan para pemilik lahan yang bertetangga dengan GPI Sungai Bahar. Namun persoalan penyediaan akses jalan bagi para jemaat Gereja tersebut masih belum berujung pada titik terang.
Para pemilik lahan tak sudi untuk memberikan akses jalan walau setapak pun, sekalipun jika untuk dibeli oleh pihak gereja. Motifnya, harga lahan dibandrol tinggi.
“Sejak tanggal 22 Juli (2023) tidak ada lagi akses jalan untuk jemaat beribadah. Kecuali lewat jalan tikuslah,” kata Royanto.
Jika ke depan akses jalan tikus ini pun ditutup, lanjut dia, mungkin kami ibadah di jalan raya.
“Kan ga mungkin naik helikopter semua ke gereja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jambi, Aryanto Manurung saat berkunjung ke GPI Sungai Bahar menyampaikan akan terus mengkawal dan menyuarakan persoalan pemblokiran akses menuju gereja yang tengah terjadi pada GPI Sungai Bahar.
Dalam kasus pemblokiran akses jalan menuju gereja yang dilakukan oleh para para pemilik lahan sekitar serta perusahaan, Arianto meminta kepada Pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi agar dapat membantu dan merumuskan jalan keluar dari persoalan ini.
“Ini merupakan persoalan krusial, kalau tidak segera disikapi dengan bijak oleh pemerintah daerah atau Provinsi tentu tidak menutup kemungkinan hal-hal seperti ini akan terjadi di daerah-daerah lain di Jambi,” kata Arianto.
Kita, lanjut Arianto, tentu menginginkan Provinsi Jambi diketahui oleh masyarakat luas sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman serta toleransi. Daerah dimana kebebasan warga masyarakat untuk beribadah terjamin kenyamanannya.
Oleh karena itu menurut dia segala hal yang berpotensi mengarah pada bentuk-bentuk yang merintangi kegiatan masyarakat untuk beribadah. Harus segera disikapi dengan tegas oleh pemerintah.
“Ya kita apresiasi juga pemerintah kabupaten yang langsung gercep, turun melihat persoalan gereja ini. Berarti sudah ada atensi, tapi persoalan gereja ini belum tuntas. Harapan kita bersama dengan bantuan pemerintah akses jalannya bisa segera dibuka,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Lima Polisi di Jambi Dipecat Terkait Kasus Kematian Anggota Polres Tanjabtim
DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polri yang dinyatakan melanggar kode etik terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS, anggota Polres Tanjungjabung Timur.
Kelima personel tersebut yakni Brigadir UVS, Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, dan Bripda EBD. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidpropam Polda Jambi pada 6–7 Agustus 2026.
Dalam sidang, kelima personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.
”Mereka dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan dijatuhi sanksi administratif berupa PTDH,” kata Erlan dalam konferensi pers, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Menurut Erlan, keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar aturan.
”Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan personel,” ujarnya.
Meski begitu Polda Jambi juga mengimbau masyarakat tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Kejati Jambi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Catut Nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum
DETAIL.ID, Jambi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Kejati Jambi, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Asisten Intelijen (Asintel), hingga Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan nama, foto, jabatan, hingga identitas pejabat Kejati Jambi melalui aplikasi WhatsApp, telepon, maupun media komunikasi lainnya untuk menghubungi masyarakat, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak.
Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang, bantuan, transfer dana, maupun kepentingan pribadi lainnya dengan mengatasnamakan pejabat Kejaksaan.
Kejati Jambi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan institusi Kejaksaan. Seluruh pejabat maupun pegawai Kejati Jambi dipastikan tidak pernah meminta uang, hadiah, bantuan, transfer dana, ataupun keuntungan pribadi melalui media komunikasi pribadi.
”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Kajati Jambi, Asintel Kejati Jambi maupun Kasi Penkum. Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejaksaan Tinggi Jambi dan jangan memenuhi permintaan dalam bentuk apa pun. Mari bersama-sama kita cegah agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi.
Kejati Jambi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai pesan, telepon, atau akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan.
Selain itu, masyarakat diimbau selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejati Jambi apabila menerima permintaan yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila menemukan atau menjadi korban modus penipuan tersebut.
Kejati Jambi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan dan mengusut pihak-pihak yang menyalahgunakan nama baik institusi Kejaksaan dalam melakukan tindak pidana penipuan. (*)
PERISTIWA
Delapan Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran menghanguskan delapan unit asrama polisi yang berada di belakang Markas Polda Jambi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh armada yang berada di markas langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
”Sebanyak delapan unit asrama terbakar. Saat kejadian, asrama dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Mustari.
Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala tebalnya asap yang memenuhi lokasi. Sejumlah personel pemadam bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA) saat melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari satu jam.
”Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, bilang bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.
”Saat ini penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.
Salah seorang warga di sekitar lokasi mengatakan sebelum api membesar ia melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu bangunan asrama. Tak lama kemudian, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.
”Awalnya terlihat asap hitam, lalu muncul api besar. Karena angin cukup kencang, api cepat menyebar ke asrama lainnya,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita



