Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Sani Berikan Motivasi Saat Kedatangan Rombongan KPK di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

Published

on

Jambi – Kedatangan rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dalam rangka Roadshow Bus KPK tahun 2023 di Provinsi Jambi disambut oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pdi dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi H. Sudirman, SH, MH serta para OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.

Penyambutan yang meriah dengan diiringi kompangan serta ratusan pelajar di Kota Jambi ini berlangsung di Peranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu, 6 September 2023.

Sebelum tiba di Peranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi, kedatangan rombongan KPK RI dari Kabupaten Sarolangun ini juga disambut oleh Sekretaris Daerah Muarojambi Budhi Hartono S, Sos,. MT bersama OPD terkait Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi didepan SMA Titian Teras secara meriah dengan diiringi oleh Drum Band para pelajar SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti dan pelajar MAN Insan Cendekia Jambi, Pijoan.

Setelah itu rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melanjutkan perjalanan menuju kantor Walikota Jambi dan disambut oleh Walikota Jambi Sy Fasha, Sekda Kota Jambi A.Ridwan dan para OPD serta pelajar sekolah, kemudian setelah itu rombongan menuju Peranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Dalam kata sambutannya, Wagub Sani mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresisi kedatangan Roadshow Bus Antikorupsi KPK di Provinsi Jambi, yang merupakan bagian dari upaya KPK untuk memberantas korupsi, dengan pendekatan persuasif.

“Kami juga mengapresiasi berbagai cara kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh KPK sebagai imbauan dan seruan untuk tidak melakukan korupsi. Kehadiran Roadshow Bus KPK, kehadiran KPK bukan hanya sebagai lembaga penegak hukum, melainkan sebagai mitra dalam membangun kesadaran dan kepedulian akan pentingnya integritas dan transparansi dalam pemerintahan,” ujar Wagub Sani.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung upaya-upaya KPK dalam pemberantasan korupsi, terutama pada aspek pencegahan/preventif untuk menunjang terwujudnya tata kelola pemerintahan yang kian hari kian bersih dari tindakan korupsi, semakin transparan, akuntabel, kredibel, sehingga pembangunan yang dilaksanakan secara signifikan bisa meningkat,” katanya.

Wagub Sani mengatakan, berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas Tahun 2022, khusus untuk Pemerintah Provinsi Jambi ada beberapa saran perbaikan yang harus ditindaklanjuti.

“Hasil Survei Penilaian Integritas Tahun 2022, khusus untuk Pemerintah Provinsi Jambi ada beberapa saran perbaikan yang harus kami tindak lanjuti, yaitu pertama, Pembangunan Budaya Anti Korupsi, kedua, Penguatan peran APIP, ketiga, Penguatan antikorupsi pada PBJ, dan keempat, Penguatan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Manusia,” kata Wagub Sani.

Harapan Wagub Sani dalam acara itu agar seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KPK dalam Roadshow Bus KPK di Provinsi Jambi terhitung mulai tanggal 5 September sampai dengan tanggal 17 September 2023 berlangsung lancar dan bisa memenuhi harapan KPK dalam memberantas korupsi dengan penekanan pada pencegahan/preventif serta membangun budaya antikorupsi secara berkesinambungan.

“Kami sambut pihak KPK untuk dapat memberi pengarahan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai antikorupsi dan mendukung segala upaya untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan. Pemberantasan korupsi juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah dan nasional, demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” tutur Wagub Sani.

Selanjutnya, Kasatgas I Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK RI, Adi Setiyo Tantomo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat Jambi dengan kehadiran Roadshow Bus KPK di Provinsi Jambi sembari berpantun dengan diiringi kata cakep dan tepuk tangan oleh semua yang hadir.

“Batu yang indah namanya rubi, rubi dihias bersama dasi. Saat ini kita sudah sampai di Provinsi Jambi, Bersama Jambi kita berantas korupsi. Pertama-tama mewakili pimpinan KPK dan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat kami ucapkan terima kasih atas sambutannya yang luar biasa. Luar biasa sekali masyarakat Jambi menyambut Roadashow Bus KPK. Jelajah negeri, bangun antikorupsi,” ujar Adi Setiyo Tantomo.

“Tadi sudah disebut selintas oleh Pak Wagub bahwa salah satu upaya dalam pemberantasan korupsi yang kita lakukan adalah adalah pencegahan dan pendidikan salah satunya. Oleh karena itu kami hadir ditengah masyarakat Jambi untuk melakukan proses-proses pendidikan antikorupsi, sosialisasi kampanye antikorupsi. Jadi strategi pemberantasan korupsi itu tidak hanya menangkap, tapi kita juga perlu pendidikan dan pencegahan,” kata Adi Setiyo Tantomo.

Adi Setiyo Tantomo juga berharap kepada para pelajar serta semua yang hadir nantinya bisa datang dan mengunjungi Bus KPK di Lapangan Kantor Gubernur Jambi pada tanggal 14 dan 15 September 2023 untuk belajar antikorupsi.

“Oleh karena itu, beberapa hari kedepan, kami harapkan adik-adik pelajar dan semua yang hadir disini bisa datang dan berpartisipasi untuk ikut hadir di Lapangan Kantor Gubernur. Adik-adik bisa berkunjung kedalam bus, didalam bus nanti kita bisa belajar bersama, disana ada pendidikan antikorupsi, ada permainan dan lain sebagainya. Jadi mari kita ramaikan, undang teman-teman kita semua untuk hadir. Jadi, mari, seperti yang saya katakan tadi dipantun, Bersama dari Jambi, kita berantas korupsi Bersama,” kata Adi Setiyo Tantomo.

Advertisement

ADVERTORIAL

Ekonomi Kreatif Jember Dapat Apresiasi di HUT ke-15 KompasTV

DETAIL.ID

Published

on

Kepala Diskominfo Jember, Akhmad Helmi Luqman (kanan) foto bersama usai menerima penghargaan HUT ke-15 KompasTV. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Kabupaten Jember kembali mendapat pengakuan atas geliat ekonomi kreatif daerah.

Kali ini, apresiasi diberikan KompasTV dalam Malam Puncak Perayaan HUT ke-15 KompasTV bertema INDONESIA B15A di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu malam, 9 September 2026.

Jember menerima apresiasi sebagai daerah yang peduli terhadap inovasi ekonomi kreatif.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, yang hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Helmi datang bersama Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember, Dima Akhyar.

Helmi menyambut apresiasi tersebut sebagai bentuk pengakuan atas perkembangan ekonomi kreatif yang terus bergerak di Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah, malam hari ini kami diundang dalam hari ulang tahun KompasTV. Kami mendapatkan apresiasi kepada Kabupaten Jember atas daerah peduli inovasi ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Jember,” ujar Helmi.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif di Jember tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur.

Pemerintah daerah bersama generasi muda dan masyarakat memiliki peran dalam mendorong kreativitas serta mengembangkan potensi yang dimiliki daerah.

“Ini tidak lepas dari peran Bupati Jember, kolaborasi dengan pemuda-pemuda Jember, masyarakat Jember untuk membangun masyarakat dan ekonomi kreatif,” katanya.

Helmi menyebut generasi muda menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Berbagai potensi dan kreativitas yang dimiliki anak-anak muda Jember dinilai perlu terus mendapatkan ruang agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemkab Jember juga berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan generasi muda semakin kuat.

Pengembangan kreativitas diarahkan agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang sekaligus memberikan nilai tambah terhadap perekonomian daerah.

Menurut Helmi, ekonomi kreatif juga diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan kerja bersama, potensi kreatif yang berkembang di Jember diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Apresiasi yang diberikan KompasTV menjadi dorongan bagi Pemkab Jember untuk melanjutkan upaya pengembangan ekonomi kreatif.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dan generasi muda terus mengambil peran dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Jember.

“Harapannya, Pemkab bersama masyarakat dan anak-anak muda Jember bisa mewujudkan ekonomi kreatif yang lebih baik ke depannya untuk mewujudkan ekonomi yang kuat bagi masyarakat Jember dan Kabupaten Jember,” katanya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Tinjau Antrean BBM, Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember membagikan makanan kepada warga di salah satu SPBU, Selasa (8/9/2026) malam. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember mendorong Bupati Muhammad Fawait turun langsung ke lapangan.

Selain mengecek kondisi pasokan, Gus Fawait membagikan makanan kepada warga yang masih menunggu giliran mengisi BBM di SPBU Gebang dan SPBU Gajahmada, Selasa, 8 September 2026.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kepadatan kendaraan yang terjadi akibat tersendatnya distribusi BBM.

Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus mengambil langkah untuk mengurai antrean.

Gus Fawait mengatakan, persoalan distribusi tidak terlepas dari kondisi jalur pengiriman BBM dari Banyuwangi.

Kemacetan dan pekerjaan perbaikan jalan membuat waktu pengiriman menuju Jember menjadi lebih panjang.

“Kendala di jalan seperti perbaikan fasilitas atau kemacetan lalu lintas berimbas langsung pada keterlambatan BBM sampai di SPBU. Sebagai tindakan darurat, pasokan BBM tambahan langsung disalurkan demi memangkas antrean,” katanya.

Namun, persoalan tersebut tidak hanya disikapi sebagai gangguan distribusi sesaat.

Pemkab Jember mulai mendorong adanya jalur pasokan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber distribusi.

Gus Fawait menyebut suplai BBM Jember selama ini bertumpu pada depo Banyuwangi.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong Pertamina membuka opsi jalur distribusi dari wilayah lain.

“Selama ini, kebutuhan BBM di Jember bergantung penuh pada suplai tunggal dari depo Banyuwangi. Kami mendorong hadirnya jalur distribusi alternatif dari wilayah seperti Malang atau Surabaya,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menemukan persoalan lain dalam pemetaan kebutuhan BBM, yakni belum meratanya keberadaan SPBU resmi.

Sejumlah kecamatan di wilayah pelosok masih belum memiliki SPBU sehingga akses masyarakat terhadap bahan bakar belum sepenuhnya merata.

Kondisi itu membuat Pemkab Jember membuka ruang investasi pembangunan SPBU baru.

Pemerintah daerah berharap penambahan SPBU dapat memperluas akses BBM sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mengundang para investor untuk mendirikan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau. Selain memastikan pasokan bahan bakar merata sampai ke pelosok, upaya ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana menyatakan tidak terdapat persoalan pada stok maupun jalur distribusi BBM subsidi menuju Jember.

Menurut Ikbal, antrean yang terjadi lebih berkaitan dengan kondisi lokal dan kepanikan masyarakat menyusul munculnya isu tertentu terkait BBM.

“Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying,” ujarnya.

Ikbal menambahkan, antrean panjang yang terjadi disebut hanya terlihat di Kabupaten Jember.

Ia menduga informasi mengenai kemungkinan kenaikan harga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat membeli BBM secara berlebihan.

“Fenomena terjadinya antrean yang mengular ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya tidak ada kendala sama sekali. Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Urai Antrean BBM, Pemkab Jember Siapkan Distribusi Baru Agar Tak Bertumpu Satu Jalur

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan keterangan usai sidak salah satu SPBU, Selasa (8/9/2026) malam. (Foto: Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Jember menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk membenahi pola distribusi BBM.

Ketergantungan pasokan dari Banyuwangi dinilai membuat ketersediaan bahan bakar rentan terganggu ketika jalur utama mengalami hambatan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengecek langsung kondisi tersebut dengan mendatangi SPBU Gebang dan SPBU Gajahmada pada Selasa, 8 September 2026 malam.

Dalam pengecekan itu, Gus Fawait menyebut persoalan distribusi tidak lepas dari kondisi jalur pengiriman.

Perbaikan fasilitas maupun kepadatan lalu lintas dapat memperlambat perjalanan armada hingga akhirnya memengaruhi waktu kedatangan BBM di SPBU.

“Kendala di jalan seperti perbaikan fasilitas atau kemacetan lalu lintas berimbas langsung pada keterlambatan BBM sampai di SPBU. Sebagai tindakan darurat, pasokan BBM tambahan langsung disalurkan demi memangkas antrean,” kata Gus Fawait.

Pasokan tambahan menjadi langkah untuk meredakan antrean dalam kondisi saat ini.

Namun, Pemkab Jember mulai menyiapkan langkah yang lebih panjang agar gangguan pada satu jalur tidak kembali memicu persoalan serupa.

Pemkab berkomunikasi dengan manajemen Pertamina pusat untuk mendorong tersedianya jalur pasokan alternatif.

Malang, Surabaya, dan sejumlah wilayah lain menjadi pilihan yang dipertimbangkan sebagai sumber pasokan tambahan bagi Jember.

Pola distribusi dengan lebih dari satu jalur sebelumnya telah diterapkan untuk menjaga pasokan LPG ketika jalur pengiriman utama menghadapi gangguan. Skema serupa kini ingin didorong untuk distribusi BBM.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menilai kapasitas jaringan SPBU perlu diperluas.

Pemetaan Pemkab Jember menunjukkan masih terdapat sejumlah kecamatan yang belum memiliki SPBU resmi.

Kekurangan titik layanan tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah harus mengandalkan SPBU yang berada di kawasan lain.

Kondisi itu berpotensi menambah beban antrean ketika pasokan mengalami keterlambatan.

Pemkab Jember pun membuka peluang investasi pembangunan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau.

Selain memperluas akses BBM, keberadaan SPBU baru dinilai dapat menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan di wilayah tersebut.

“Kami mengundang para investor untuk menanamkan modalnya dengan mendirikan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau. Selain memastikan pasokan bahan bakar merata sampai ke pelosok, upaya ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs