ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief Paparkan Program Batanghari Tangguh Pada Sesi Wawancara Program Teras Negeri di Tempo Media Grup
Batanghari – Geliat pembangunan dan perubahan yang terjadi di Kabupaten Batanghari, menjadi daya tarik tersendiri bagi media-media besar berskala nasional untuk menggali lebih dalam tentang kemajuan dan perubahan di Kabupaten Batanghari.
Sebelumnya Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief pernah diundang oleh media-media berskala nasional terkait pembangunan di Kabupaten Batanghari.
Dan kini di tahun 2024, lebih tepat nya pada Jumat, 2 Februari 2024, Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief yang didampingi Kadis Kominfo Batanghari, Amir Hamzah dan Kabid IKP, Riki Jaya Pratama menghadiri undangan dari Media Tempo untuk mengikuti sesi wawancara dalam program “Teras Negeri” di Tempo Media Grup.
Kehadiran Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief disambut langsung oleh Direktur Tempo Media, Ade Liesnasari bersama dengan tim jurnalis dan redaktur majalah Tempo.
Dihadapan Direktur dan para tim, Fadhil menyampaikan perkembangan dan peningkatan dari beberapa sektor yang ada di Kabupaten Batanghari serta capaian visi – misi Batanghari Tangguh.

Dalam menjalankan visi – misi Batanghari Tangguh terdapat 36 Program yang dijabarkan dalam RPJMD selama masa kepemimpinan Fadhil-Bakhtiar, dimana selama kurang lebih tiga tahun ini terus mengalami peningkatan terhadap capaian tersebut.
“Ada beberapa sektor yang tergabung dalam 36 program tersebut antara lain dalam sektor pertanian Pemerintah Kabupaten Batanghari telah melaksanakan penguatan SDM untuk mewujudkan Petani Cerdas, penyediaan bibit besubsidi serta pemenuhan insfratuktur berupa jalan usaha tani dan penyediaan alsintan untuk kelompok tani,” tuturnya.
Kemudian dalam sektor kesehatan, dijelaskan Fadhil bahwa Pemerintah Kabupaten Batanghari telah mencanangkan jaminan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat ditandai telah tercapai kepesertaan BPJS (UHC) mencapai 98.85 persen.
Selain itu untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, telah di bentuk program dokter tangguh dimana pada tahun 2023 telah melaksanakan 18.746 pelayanan yang langsung turun kunjungan ke rumah-rumah
Pada sektor pendidikan, Fadhil menjelaskan upaya yang telah dilakukan dalam 36 program berupa beasiswa bagi siswa dan mahasiswa masyarakat kurang mampu sebanyak 3.651 penerima manfaat.
“Selain ituuntuk beasiswa bagi siswa dan mahasiswa Hafiz/Hafizoh, Mufasir/mufasiroh, Qori/Qoriah telah ada sebanyak 406 penerima manfaat,” ujarnya.
Ditambahkannya, untuk meningkatkan di bidang olahraga Fadhil-Bakhtiar juga telah mengangkat 15 orang pelatih tangguh olahraga.
Selain itu peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru pun tak luput menjadi perhatian pada sektor pendidikan.
Selain melaksanakan dialog bersama Direktur dan tim Tempo Media, Fadhil juga diberikan kesempatan mengisi Talk Show bersama Mahasiswa Politeknik Tempo yang diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh lapisan yang telah mendukung terhadap perubahan Kabupaten Batanghari menuju Batanghari Tangguh.
ADVERTORIAL
Gebrakan Gus Fawait Lindungi PMI: Jember Kini Punya Layanan Administrasi Mandiri dan Cek Kesehatan Termurah se-Jatim
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember resmi memutus rantai birokrasi panjang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.
Melalui instruksi langsung Bupati Gus Fawait, Jember kini menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) mandiri di rumah sakit daerah guna mencegah pemberangkatan pekerja secara non-prosedural.
Dalam peresmian klinik CPMI di RSD Balung pada Senin, 27 April 2026, Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini warga Jember terpaksa mengambil risiko melalui jalur ilegal akibat jauhnya lokasi pengurusan dokumen.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran layanan ini adalah jawaban atas absennya fasilitas negara di daerah penyumbang PMI terbesar.
“Jember sebagai salah satu daerah penyumbang PMI justru belum memiliki fasilitas tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.
Kini, seluruh pengurusan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus keluar kota menuju Malang atau Surabaya
Lebih dari sekadar memangkas jarak, Gus Fawait juga membuat kebijakan radikal dengan menekan biaya pemeriksaan kesehatan menjadi Rp450.000 dari tarif normal Rp750.000.
“Ini menjadi biaya atau harga paling murah yang kita lihat bahkan se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait saat menjelaskan skema efisiensi biaya tersebut.
Melalui kemudahan akses dan tarif yang sangat terjangkau ini, Pemkab Jember optimis para calon pekerja akan lebih memilih jalur resmi yang menjamin keamanan mereka di luar negeri kelak.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bagi rakyatnya.
“Ini bentuk keberpihakan kami kepada calon PMI dan kami berharap CPMI di Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait.
[post-view]
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.
Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.
“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:
- Kecamatan Jombang
- Kecamatan Tanggul
- Kecamatan Mayang
- Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)
Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.
Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.
Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.
“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.
Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.
Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.
“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim
DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.
“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.
Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.
Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.


