ADVERTORIAL
Buka MTQ ke-53 Kecamatan Tungkal Ilir, Bupati Anwar Sadat Serukan Semangat Cinta Al Qur’an
Tanjungjabung Barat – Suasana yang sarat makna keagamaan terpancar aura tersebut memenuhi seluruh penjuru Masjid Ash-Shahabah RT. 17, Komplek BTN Manunggal I, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir pada Sabtu malam, 6 Juli 2024, tempat berlangsungnya acara religi yang dihadiri oleh Bupati Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, pada kesempatan tersebut bupati juga membuka acara MTQ ke-53 tingkat Kecamatan Tungkal Ilir.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Camat Tungkal Ilir beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk melaksanakan acara prestisius ini.
“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan tropi dan hadiah, tetapi lebih dari itu, bagaimana Al Qur’an dapat menjadi rahmat dalam kehidupan kita,” ucap Bupati Anwar Sadat dengan penuh semangat.
Bupati Anwar Sadat juga mengingatkan pentingnya mendengarkan dan memperhatikan bacaan Al Qur’an dengan serius sebagai jalan untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
“Kami berharap, MTQ ini tidak hanya sekedar kompetisi, tetapi dapat menjadi sarana untuk tumbuh kembangkan pemahaman dan pengamalan terhadap isi kandungan Al Qur’an di tengah-tengah masyarakat,” ujar Bupati
Selain itu, Bupati Anwar Sadat juga mengumumkan bahwa MTQ tingkat Kabupaten Tanjungjabung Barat akan digelar pada akhir Agustus mendatang di Kecamatan Renah Mendaluh. Ini menandakan bahwa MTQ tingkat kecamatan ini juga sebagai ajang seleksi untuk peserta yang akan mewakili kecamatan mereka di tingkat kabupaten.
Sebelumnya, Camat Tungkal Ilir, Effendy, SE, dalam laporannya mengatakan bahwa MTQ ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 6 Juli hingga 10 Juli 2024. Sebanyak 184 peserta dari 10 Kelurahan/Desa di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.
Mereka akan bersaing dalam empat cabang lomba, yaitu Tilawah Al-Quran, Barzanji Marhaba, Syarhil Qur’an, dan Fahmil Qur’an. Acara pembukaan MTQ ditandai dengan bunyi sirene dan kumandang adzan yang merdu, serta dentuman kembang api menandakan dimulainya perhelatan agung ini. Tema yang diangkat adalah ‘Wujudkan Generasi Qur’ani yang Cerdas, Berakhlakul Karimah, serta Toleran dalam Kehidupan menuju Kabupaten Tanjungjabung Barat Berkah’.
Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tanjab Barat (diwakili), Kasat Pol PP Tanjab Barat, Danramil Tungkal Ilir (diwakili), Kapolsek Tungkal Ilir (diwakili), para Lurah dan Kades se Kecamatan Tungkal Ilir, Kepala KUA Kecamatan Tungkal Ilir, Ketua LPTQ Kecamatan Tungkal Ilir, Ketua MUI Kecamatan Tungkal Ilir, Ketua LAM Kecamatan Tungkal Ilir, serta tamu undangan lainnya. MTQ ke-53 Tingkat Kecamatan Tungkal Ilir diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan dan melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia serta memiliki pemahaman dan pengamalan Al-Quran yang baik. (EPR/*)
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



