Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Penuh Semangat, H Mukti Ikuti Senam Massal Sehat Merdeka

Published

on

Merangin – Penjabat (Pj) Bupati Merangin, H Mukti menjadi ‘Bintang’ dan mengikuti dengan penuh semangat Senam Massal Sehat Merdeka yang digelar Pemkab Merangin di Lapangan Kantor Bupati Merangin pada Minggu pagi, 8 September 2024.

Betapa tidak, dari ratusan peserta senam rutin yang digelar setiap Minggu pagi itu, pada bagian depan hanya tampak Pj Bupati dan Pasi Ter Kodim 0420/Sarko Lettu Arh Andri Yunerlim, selebihnya emak-emak dan remaja putri.

“Untuk menjaga tubuh agar tetap dalam kondisi sehat dan bugar, kita wajib melakukan gerakan tubuh seperti senam ini. Alhamdulillah memang kebanyakan yang hadir pada senam massal ini para ibu-ibu dan remaja putri,” ujar Pj Bupati.

H Mukti mengaku sedikit kecewa, karena beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Merangin yang diundang, tidak hadir pada senam massal Sehat Merdeka tersebut.

Diharapkan H Mukti, tidak hanya emak-emak dan remaja putri saja yang rajin melakukan senam, tapi juga bapak-bapak dan para remaja putra, sehingga kondisi tubuh akan selalu dalam keadaan sehat.

Pj Bupati minta kepada setiap OPD yang menjadi panitia pelaksana Senam Sehat Merdeka secara bergiliran setiap minggu nya, dapat melibatkan peserta senam lebih banyak lagi, terlebih para bapak-bapak dan remaja putra.

Terpisah, beberapa emak-emak mengharapkan pada Senam Sehat Merdeka itu tidak hanya memberikan aneka makanan ringan rebus-rebusan saja, tapi juga diberikan door prize kepada pelaku senam terbaik.

Advertisement

ADVERTORIAL

PDP Kahyangan Jember Siapkan Lahan Perkebunan Masuk Pasar Ekspor

DETAIL.ID

Published

on

Direktur PDP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro (tengah), memimpin rapat koordinasi pengelolaan lahan. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – PDP Kahyangan Jember mulai mengubah strategi pengelolaan lahan perkebunan dengan memperluas komoditas dan membangun akses menuju pasar internasional.

Langkah itu ditempuh melalui kemitraan dengan PTPN I Regional 5.

Kemitraan tersebut menyasar lahan seluas 3.800 hektare yang dikelola PDP Kahyangan.

Selain meningkatkan produksi, kerja sama ini diharapkan memperkuat tata kelola perusahaan melalui transfer pengetahuan dari PTPN I Regional 5.

Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro, mengatakan pertemuan dengan PTPN I Regional 5 bersama Komisi C DPRD Jember menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk pengembangan perusahaan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah memperluas tanaman tebu.

PDP Kahyangan saat ini baru memiliki sekitar 80 hektare lahan tebu.

Pengembangan komoditas tersebut akan memanfaatkan pengalaman PTPN I Regional 5 dalam pengelolaan perkebunan tebu.

“PDP Kahyangan berencana memperluas area tanam tebu yang saat ini baru berkisar 80 hektar,” kata Gogot.

Peluang lain terbuka dari sektor pemasaran.

PTPN I Regional 5 akan membantu menghubungkan PDP Kahyangan dengan jejaring buyer internasional.

Dengan begitu, komoditas yang dihasilkan perusahaan daerah tersebut berpeluang menembus pasar ekspor.

Penguatan pasar menjadi penting karena PDP Kahyangan masih mengandalkan komoditas utama seperti karet dan kopi.

Kedua komoditas itu kini memiliki prospek yang cukup baik dari sisi harga.

Di saat yang sama, perusahaan tidak hanya mengandalkan komoditas yang sudah berjalan.

Budidaya kayu gaharu mulai dijajaki sebagai alternatif pengembangan usaha, sementara tanaman kopi akan diremajakan untuk menjaga produktivitas perkebunan.

Kerja sama dengan PTPN I Regional 5 juga mencakup persoalan keamanan aset.

Sistem pengamanan terpadu disiapkan untuk kawasan perkebunan yang berbatasan langsung, salah satunya Kebun Sumber Pandan di Kecamatan Sumberbaru dan Kebun Sumber Tenggulun di Kecamatan Tanggul.

Bagi PDP Kahyangan, optimalisasi lahan tidak berhenti pada target peningkatan pendapatan perusahaan.

Kawasan perkebunan juga diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui program pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan karyawan.

“Selain mengejar profitabilitas dan kesehatan finansial perusahaan, optimalisasi ribuan hektar aset lahan ini juga mengemban misi sosial,” ujar Gogot.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Gelontor Rp91,1 Miliar untuk 11.237 Mahasiswa

DETAIL.ID

Published

on

Salah seorang mahasiswi menyampaikan gagasannya pada Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menggelontorkan anggaran sekitar Rp91,1 miliar untuk program Beasiswa Cinta Bergema periode 2025-2026.

Anggaran tersebut mencakup realisasi beasiswa 2025, pencairan tahap I dan II 2026, serta alokasi bagi penerima baru tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, mengatakan program tersebut terus dievaluasi untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Pada 2025, jumlah pendaftar Beasiswa Cinta Bergema mencapai 17.351 orang.

Mereka berasal dari 103 perguruan tinggi, terdiri atas 20 kampus di Jember, 79 kampus di luar Jember, dan empat perguruan tinggi luar negeri.

Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi, sebanyak 7.161 mahasiswa dinyatakan lolos tahap akhir.

Namun, 124 peserta ditahan pencairannya sehingga jumlah penerima yang dananya direalisasikan mencapai 7.037 mahasiswa.

Realisasi anggaran beasiswa pada 2025 mencapai Rp31,99 miliar.

Memasuki 2026, Pemkab Jember kembali melakukan verifikasi dan validasi terhadap data penerima sebelumnya.

Hasilnya, sebanyak 6.562 mahasiswa masih memenuhi syarat untuk dipertahankan sebagai penerima, sementara 475 mahasiswa dinyatakan gugur.

Untuk penerima lama, pencairan tahap pertama 2026 mencapai Rp25 miliar. Sementara pencairan tahap kedua mencapai Rp18,9 miliar.

Di tahun yang sama, pendaftar baru Beasiswa Cinta Bergema tercatat sebanyak 11.469 orang dari 136 perguruan tinggi.

Rinciannya, 22 perguruan tinggi berada di Jember, 113 di luar Jember, dan satu perguruan tinggi luar negeri, yakni Al-Azhar Mesir.

Pemkab Jember menyiapkan kuota 4.200 penerima baru dengan anggaran sebesar Rp15,3 miliar.

Dengan akumulasi tersebut, total anggaran program Beasiswa Cinta Bergema periode 2025-2026 mencapai sekitar Rp91,19 miliar atau dibulatkan menjadi Rp91,1 miliar.

Arief menyebut jumlah penerima manfaat program tersebut hingga 2026 telah mencapai 11.237 mahasiswa.

Angka itu sudah melampaui separuh target RPJMD Jember yang menetapkan 20 ribu penerima manfaat.

“Program unggulan Beasiswa Cinta Bergema, telah menunjukkan progres signifikan. Hingga kurun waktu 2025–2026, penerima manfaat bantuan pendidikan ini sudah menembus angka 11.237 mahasiswa,” kata Arief.

Menurut dia, perhatian Pemkab Jember terhadap pendidikan tidak berhenti pada bantuan biaya kuliah.

Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah.

Sepanjang 2025, sebanyak 124 satuan pendidikan telah menyelesaikan revitalisasi.

Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan 256 lembaga pendidikan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Arief mengatakan perbaikan fasilitas sekolah diperlukan agar siswa tidak hanya memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, tetapi juga memperoleh lingkungan belajar yang layak.

“Pendidikan bukan sekadar membantu anak-anak untuk bisa melanjutkan kuliah, melainkan juga memastikan mereka dapat mengenyam ilmu di lingkungan belajar yang jauh lebih baik. Kami ingin anak-anak Jember terus melangkah lebih jauh dan meraih masa depan mereka,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan

DETAIL.ID

Published

on

Pengukuhan pengurus MUI Jember Periode 2026-2031 di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (23/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.

Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.

Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.

“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.

Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.

Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.

“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs