ADVERTORIAL
Safari Ramadan di Muaro Jambi, Wagub Sani Ajak Ulama dan Umara Jaga Kesejahteraan Bersama
ORASI.ID, JAMBI – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Abdullah Sani melakukan Safari Ramadhan bersama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 1446 Hijriah di Masjid Istiqomah Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (3/3/2025) malam.
“Syukur Alhamdulillah saya ucapkan karena pada hari ini kita dapat bersilaturahmi dengan alim ulama, tokoh masyarakat, para pejabat pemerintahan, beserta jama’ah Masjid Istiqomah Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi dalam kegiatan Safari Ramadhan Tahun 1446 H,” ucap Wagub Sani.
Dalam ceramahnya Wagub Sani mengatakan bahwa ulama dan umara adalah tokoh panutan masyarakat yang memiliki integritas moral dan memahami ajaran Islam.
Ulama dapat memberikan saran dan nasihat kepada umara agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kaidah agama.
“Umara adalah pemegang amanah Tuhan untuk mengurus kehidupan rakyatnya. Umara yang saleh akan bekerja untuk kepentingan rakyatnya, menegakkan hukum dan peraturan, serta menjaga kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
“Manfaat kolaborasi ulama dan umara membantu menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat, membantu mewujudkan kesejahteraan umat, membantu menjaga kewibawaan dan kehormatan masing-masing pihak, membantu mengawal kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan jujur. Hubungan antara ulama dan umara bersifat saling mengisi atau melengkapi,” sambungnya.
Wagub Sani berharap Safari Ramadhan bisa menjadi wadah dalam penyampaian informasi dan aspirasi dari masyarakat.
“Saya berharap agar melalui Safari Ramadhan ini semakin mengeratkan jalinan silahturahmi antara pemerintah dan masyarakat, untuk terus bersinergi dalam pembangunan Provinsi Jambi, karena keberadaan pemerintah harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani juga menyampaikan bahwa melalui Safari Ramadhan, pemerintah bisa mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat yang ditemui pada saat tarawih dan sholat wajib berjamaah di Masjid.
“Kita perlu jalin komunikasi dua arah yang asertif dan efektif, sinergisitas dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pembangunan,” ungkapnya.
Wagub Sani juga mengungkapkan, semoga bulan suci Ramadhan 1446 H ini memberikan keberkahan kepada seluruh umat Islam khususnya di Provinsi Jambi.
“Saya berharap, kita semua dapat menjalankan segala ibadah dalam bulan suci ini dengan penuh kesabaran, ikhlas, amanah, dan sehat walafiat. Untuk itu, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas dalam menjalani ibadah puasa,” tuturnya.
Selain itu Wagub Sani juga berpesan kepada seluruh jama’ah, agar terus memakmurkan dan memasyarakatkan masjid dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan positif tidak hanya pada bulan suci Ramadhan, namun secara keberlanjutan.
“Mari kita makmurkan masjid dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan positif. Berikan contoh kepada anak-anak kita untuk terus merawat, menjaga, dan mencintai masjid sebagai tempat ibadah serta menjalin hubungan dengan Allah SWT,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Wagub pada Safari Ramadhan di Masjid Istiqomah pasar Sengeti.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dan mengucapkan selamat atas dilantiknya Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani semoga kedepannya sinergi Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi semakin ditingkatkan,” ucap Bupati Muaro Jambi.
Pada kesempatan ini Wagub Sani juga memberikan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kesra berupa bantuan pembangunan Masjid Istiqomah senilai Rp.25 juta.
Selain itu Bupati Muaro Jambi juga turut menyerahkan bantuan melalui dana CSR Bank Jambi senilai Rp.10 juta dan bantuan dari Baznas senilai Rp.5 juta.
Tampak turut hadir dalam Safari Ramadhan ini Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan unsur Forkopimda Kabupaten Muaro Jambi, Sekda Muaro Jambi beserta para OPD lingkup Kabupaten Muaro Jambi.
ADVERTORIAL
Jember Jadi Poros Ekonomi Baru, Rp 207 Miliar Mengalir Setiap Bulan ke Desa-desa
DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember kini tengah bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru di Jawa Timur melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam peninjauan langsung pada Kamis, 16 April 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkap fakta bahwa program ini bukan sekadar urusan piring makan siswa, melainkan sebuah “suntikan” ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp4 triliun per tahun bagi rakyat Jember.
Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran MBG adalah jawaban nyata atas lesunya harga komoditas pertanian di tingkat bawah.
Ia mengambil contoh nyata dari para petani jeruk di Semboro yang sebelumnya menjerit karena harga anjlok di angka Rp4.000 per kilogram, namun kini setelah program MBG berjalan dan menyerap hasil panen lokal, harga melonjak stabil di angka Rp10.000 per kilogram.
Gairah ini memicu efek domino positif di mana warga kini kembali berlomba-lomba menggarap lahan mereka, sekaligus menepis isu miring di media sosial mengenai ancaman inflasi berbahaya.
“Sekarang warga di sini nanam jeruk semua,” ucap Gus Fawait sembari tersenyum dengan dampak positif program MBG.
Menurut Gus Fawait, pergerakan uang yang masif ini adalah benteng pertahanan Jember dalam menghadapi potensi krisis ekonomi global.
“Kalau ada krisis di dunia, selama MBG jalan, terutama di Kabupaten Jember, InsyaAllah tidak akan berpengaruh pada perekonomian di Kabupaten Jember,” katanya.
Untuk memastikan keberlanjutan program secara presisi, Pemkab Jember bahkan melibatkan akademisi dari Universitas Airlangga guna memantau dampak ekonomi dan pengentasan kemiskinan di setiap kecamatan secara ilmiah.
Senada dengan hal tersebut, Dadan Hindayana membeberkan angka-angka strategis yang menunjukkan betapa besarnya aliran dana yang masuk ke desa-desa.
Saat ini, Jember telah mengoperasikan 207 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 400 unit, di mana setiap satu unit mendapatkan kucuran dana sekitar Rp1 miliar setiap bulannya.
Menariknya, 70 persen dari anggaran tersebut atau setara Rp145 miliar per bulan saat ini, diwajibkan untuk belanja bahan baku kepada petani, peternak, dan UMKM setempat.
Ini berarti, uang negara benar-benar “berhenti” dan berputar di tengah masyarakat lokal, bukan terserap ke distributor besar di luar daerah.
“Uang itu berputar di Jember,” ujarnya.
Namun, di balik optimisme ekonomi tersebut, BGN tetap memasang standar disiplin yang sangat tinggi.
Dadan memberikan peringatan keras bahwa pihaknya telah menghentikan operasional 58 unit pelayanan di daerah lain yang dianggap tidak memenuhi standar fasilitas dan SOP.
Pengawasan berlapis dilakukan untuk menjamin kualitas menu harian, bahkan masyarakat diminta ikut berperan aktif sebagai pengawas melalui dokumentasi foto.
“Kami siapkan sistem pengawasan berlapis. Peran serta masyarakat juga penting untuk memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi foto,” tutur Dadan.
ADVERTORIAL
Tekan Gejolak Harga LPG 3 Kg, Bupati Jember Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan stok LPG 3 kilogram yang sempat memicu keresahan warga di berbagai titik.
Melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember memastikan akan mengawal distribusi gas melon tersebut agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa persoalan di lapangan saat ini didominasi oleh praktik penjualan di atas harga resmi yang dilakukan oleh oknum pangkalan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil dirugikan oleh spekulasi harga yang tidak berdasar.
“Yang membuat resah bukan sekadar stok, tapi harga. Banyak pangkalan menjual di atas HET. Kalau hanya sanksi administratif, itu terlalu ringan,” tutur Gus Fawait.
Ia juga menginstruksikan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan mandiri.
“Kalau ada pangkalan menjual di atas Rp18.000, tolong laporkan. Itu sudah melanggar aturan pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pangkalan sesuai ketentuan. Maksimal Rp18.000, tidak boleh lebih,” katanya.
Pihak Pertamina Patra Niaga turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten.
Pertamina memastikan tidak akan ragu untuk memutus rantai distribusi pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran berat demi menjaga integritas penyaluran subsidi energi.
“Menjual di atas HET adalah pelanggaran berat. Sanksi terberatnya pemutusan hubungan usaha atau penutupan pangkalan,” ucap Ahad Rahedi dari Pertamina Patra Niaga.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Bidik Pengentaskan Kemiskinan di Kawasan Hutan dan Perkebunan Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menetapkan kawasan hutan dan perkebunan sebagai titik kritis penanganan kemiskinan saat menjadi narasumber forum Kompas.com Talks di Universitas Jember, Senin, 13 April 2026.
Forum yang berlangsung di Gedung Soedjarwo itu dihadiri akademisi dan pemangku kepentingan.
Diskusi mengulas persoalan kemiskinan di wilayah lahan produktif yang belum tertangani optimal.
Gus Fawait menyebut kemiskinan di Jember masih menjadi persoalan dalam satu dekade terakhir meski angkanya menunjukkan tren penurunan.
Ia menguraikan, wilayah pinggir hutan dan perkebunan kini menjadi fokus utama intervensi.
“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan kebun menjadi tantangan utama hari ini,” kata Fawait.
Ia menyampaikan target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2029 dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, keberadaan BUMN seperti PTPN dan Perhutani perlu diarahkan untuk mendukung upaya tersebut.
“Harapannya sama, zero kemiskinan ekstrem pada 2029, dan Jember sedang berikhtiar ke arah itu,” ucapnya.
Gus Fawait menilai potensi program hutan sosial dengan luasan puluhan ribu hektare dapat dimanfaatkan untuk menekan kemiskinan ekstrem.
“Jika dikelola tepat, hutan sosial bisa menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kategori miskin ekstrem merujuk pada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Ia memperkirakan puluhan ribu kepala keluarga berpotensi keluar dari kategori tersebut melalui intervensi yang tepat.
Gus Fawait juga mengulas perlunya distribusi lahan dan kesempatan kerja di kawasan perkebunan agar berpihak pada masyarakat sekitar.
“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun,” ucapnya.
Ia menilai lahan tidur milik perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi sektor informal, namun pemerintah daerah belum sepenuhnya dilibatkan dalam program kehutanan sosial.
“Kami berharap ada koordinasi kuat agar program tepat sasaran dan berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Jember, Prof Muhammad Zainuri, menilai persoalan utama terletak pada kurangnya kolaborasi antar pihak.
“Program sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi,” ujarnya.
Ia menguraikan pentingnya integrasi kebijakan, digitalisasi data, serta penerapan reward dan punishment agar program berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak bersifat karitatif semata, melainkan mendorong pemberdayaan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang solid membuka peluang percepatan pengentasan kemiskinan di Jember dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.



