ADVERTORIAL
Wakili Bupati, Asisten I Setda Rifa’i Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-68 Provinsi Jambi di Batanghari
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Setda Batanghari, M. Rifa’i. S.P.,M.E, bertindak sebagai Pembina pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Jambi tahun 2025 di Batanghari pada Senin, 6 Januari 2025.
Upacara yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Batanghari itu, mengangkat tema “Jambi MANTAP 2030 Menuju Indonesia Emas”. Dan turut diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Batanghari, Kepala OPD Kabupaten Batanghari, serta tamu undang lainnya dan pegawai di Lingkup Pemerintah Kabupaten Batanghari.
Asisten I Setda Batanghari, M. Rifa’i, S.P., M.E, membacakan pidato Gubernur Jambi, Al Haris. Dengan segala seluk beluk dalam perjalanan pembangunan yang telah kita lalui. Berbagai upaya telah kita lakukan demi meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan daerah, namun, kelangsungan pembangunan Provinsi Jambi bukan hanya karena usaha dan doa kita, tetapi juga atas anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menuntun dan menolong kita dalam pembangunan Daerah yang kita cintai ini. Program pembangunan tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terutama dukungan masyarakat.
“Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan dan segenap masyarakat Provinsi Jambi atas partisipasi dalam pembangunan Provinsi Jambi, yang sangat menentukan dalam keberhasilan pembangunan,” kata Gubernur Jambi Al Haris yang dibacakan Asisten I Setda Batanghari.
Selain itu, kerja keras dan jasa para pendiri Provinsi Jambi, para Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi serta para Pimpinan Daerah terdahulu juga berkontribusi besar terhadap capaian pembangunan Provinsi Jambi saat ini.
“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada para pendiri Provinsi Jambi, para Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi serta para pimpinan daerah terdahulu, atas pemikiran dan dedikasi dalam pembangunan Provinsi Jambi,” katanya.
“Secara khusus, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak November 2024, yang telah kita laksanakan secara lancar, aman, dan damai. Terima kasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri, serta seluruh masyarakat Provinsi Jambi. Kita telah berhasil membuktikan bahwa dalam perbedaan pilihan pun, kita tetap bisa menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kohesi sosial. Ini merupakan modal yang sangat penting dalam pembangunan,” ujarnya lebih lanjut.
Berbagai capaian pembangunan Provinsi Jambi merupakan buah dari kerja kita bersama, Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi vertikal di Provinsi Jambi, badan usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media masa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Ekonomi Provinsi Jambi triwulan IIl-2024 terhadap triwulan IIl-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,01 persen (y-on-y); Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi tahun 2024 mencapai 74,06, meningkat 0,63 poin (0,85 persen) dibandingkan tahun 2023 (73,73). Selama tahun 2020-2024, IPM Provinsi Jambi rata-rata meningkat sebesar 0,71 persen per tahun. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, Provinsi Jambi mengalami penurunan drastis stunting menjadi 13,5 persen tahun 2023, dari 18 persen pada tahun 2022 dan menempatkan Provinsi Jambi menjadi Provinsi terbaik kedua se-Indonesia dengan Prevalensi Stunting terendah setelah Provinsi Bali.
Tema HUT ke-68 Provinsi Jambi tahun 2025 ini ialah, “Jambi MANTAP 2030 Menuju Indonesia Emas”, hal ini menyiratkan bahwa kita menyesuaikan dan meningkatkan sinergi dan kesatupaduan program daerah dengan program Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
ADVERTORIAL
Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga
DETAIL.ID, Jawa Tengah – Sengketa tanah bisa bermula karena hal yang tampak sepele, seperti tidak adanya batas tanah yang jelas. Keadaan itu bisa sewaktu-waktu berkembang menjadi perselisihan atau bahkan konflik antartetangga yang berujung pada proses hukum.
Untuk mencegah konflik dan menjaga keamanan tanah, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yaitu memasang patok tanda batas tanah. Nyatanya, langkah sederhana ini masih sering diabaikan oleh para pemilik tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam berbagai kesempatan juga mengingatkan pentingnya keberadaan tanda batas tanah.
“Dengan pemasangan tanda batas, tanahnya tambah aman. Dengan memasang patok, tidak ada cekcok dan tidak ada tanahnya dicaplok oleh tetangganya maupun orang lain,” ujar Menteri Nusron saat acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) di Purworejo, Jawa Tengah.
Proses pemasangan patok harus disaksikan juga oleh pemilik tanah yang berbatasan langsung. Dengan begitu, semua pihak bisa melihat dan menyetujui langsung posisi patok dan potensi perselisihan soal batas tanah di kemudian hari dapat diminimalisir.
“Yang punya tanah diharapkan dapat memasang patok di tapal batas tanahnya masing-masing dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik tanah di sampingnya supaya terjadi kesepakatan mengenai batas tanah tersebut,” kata Menteri Nusron.
Langkah sederhana ini lebih mudah dan murah dibanding harus menyelesaikan sengketa di pengadilan. Bukan hanya bisa rugi materiel, konflik batas tanah yang membesar juga bisa merusak hubungan sosial antartetangga.
Tanda batas tanah baiknya dipasang dengan tanda yang paten. Hindari penggunaan tanda alami, seperti pohon, batu, atau gundukan tanah karena tanda itu bisa berubah seiring waktu. Kementerian ATR/BPN memiliki kriteria tanda batas tanah yang bisa diikuti oleh masyarakat, yakni panjang minimal patok di 50 cm, dengan 40 cm tertanam di dalam tanah dan 10 cm sisanya terlihat di permukaan tanah.
“Boleh patoknya berupa kayu, beton, atau besi. Intinya, batas tanah masing-masing harus diberi tanda yang jelas,” ucap Menteri Nusron.
Di tengah meningkatnya nilai tanah dan semakin padatnya permukiman, kejelasan batas tanah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Patok-patok di sudut tanah mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya dapat menjaga hak pemilik tanah sekaligus menjaga hubungan baik dengan tetangga sekitar. (*)
ADVERTORIAL
Lobi-lobi Gus Fawait Tembus Rp3 Triliun, JLS Jember Bakal Jadi Pemantik Ekonomi
DETAIL.ID, Jember — Wajah kawasan selatan Jember dipastikan bakal berubah total dalam beberapa tahun ke depan.
Bupati Jember Muhammad Fawait sukses mengamankan komitmen pusat untuk melanjutkan megaproyek Jalur Lintas Selatan (JLS).
Langkah taktis ini diambil demi mendongkrak konektivitas wilayah pesisir yang selama ini punya potensi segudang tapi masih terkendala akses jalan.
Proyek strategis ini sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, namun sempat mandek dan menunda impian warga pesisir menikmati pemerataan pembangunan.
Enggan membiarkan proyek ini mangkrak lama, Pemkab Jember langsung bergerak cepat melakukan diplomasi intensif ke Jakarta.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat, dan alhamdulillah telah disetujui pembangunannya pada tahun 2026 ini dan diproyeksikan selesai pada tahun 2029 mendatang,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, Selasa, 26 Mei 2026.
Gus Fawait membeberkan bahwa pusat tidak tanggung-tanggung dalam mendanai kelanjutan infrastruktur vital di Jember ini.
Anggaran fantastis siap dikucurkan demi menyambung jalur sirip selatan tersebut.
“Anggarannya yang disiapkan untuk pembangunan proyek JLS ini Rp3 triliun,” katanya.
Kehadiran JLS diproyeksikan menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dari Kencong, Gumukmas, hingga Puger.
Wisata pantai selatan yang dikenal eksotis bakal lebih mudah dijangkau, memicu gelombang kunjungan wisatawan, dan membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat setempat.
“Maka dengan adanya JLS ini, daya tarik wisatawan ke pantai selatan ini akan meningkat dan menjadi sumber perputaran ekonomi baru di sini,” tutur Gus Fawait.
Menurutnya, potensi wilayah ini sangat komplet untuk bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.
“Bukan hanya pantainya, tetapi daya tarik lainnya berupa pulau-pulau yang indah hingga hasil ikannya yang melimpah,” katanya.
Di sisi lain, percepatan JLS ini menjadi misi khusus Pemkab Jember dalam memutus rantai kemiskinan.
Selama ini, keterisolasian geografis membuat wilayah pesisir selatan tertinggal secara ekonomi dibanding wilayah perkotaan.
“Karena memang berdasarkan data, wilayah pesisir pantai selatan ini salah satu pusat kemiskinan dan jika JLS ini dikembangkan maka kesejahteraan masyarakat bisa terangkat,” ucapnya secara blak-blakan.
Ketika aspal JLS nanti sudah tersambung sepenuhnya, Gus Fawait optimistis sektor informal dan usaha kreatif warga akan langsung ketiban berkah karena ramainya mobilitas orang dan barang.
“Kalau JLS ada pasti banyak UMKM yang tumbuh, termasuk juga wisatanya yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bukan hanya dari lokal melainkan dari daerah lain ingin datang ke sini,” ujar Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Wings Air Buka Rute Jember-Surabaya, Jalur Investasi Terbuka Lebar
DETAIL.ID, Jember – Akses transportasi udara menuju Kabupaten Jember kini semakin terbuka lebar.
Mulai 1 Juni 2026, maskapai Wings Air resmi membuka rute penerbangan reguler Surabaya–Jember–Surabaya.
Menggunakan armada ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, penerbangan ini dijadwalkan beroperasi empat kali dalam seminggu, yakni pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Jember yang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp2,57 triliun pada tahun 2025, atau melonjak 70 persen dari tahun sebelumnya.
Potensi besar Jember di sektor agribisnis seperti lonjakan produksi kopi hingga 15 ribu ton pada 2025, ekspor cerutu premium, komoditas edamame, serta gelaran internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) menjadi alasan kuat kembalinya jalur udara ini.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa kehadiran rute ini dirancang untuk mendukung geliat kemajuan daerah yang kini menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Jawa Timur.
“Jember memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Aktivitas bisnis, perdagangan, pendidikan, hingga sektor pariwisata terus tumbuh dari tahun ke tahun. Konektivitas udara menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan tersebut sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat,” kata Danang.
Jadwal penerbangan dari Surabaya (IW-1898) akan berangkat pukul 09.00 WIB dan mendarat di Jember pukul 10.05 WIB.
Sebaliknya, penerbangan dari Jember menuju Surabaya (IW-1899) dijadwalkan lepas landas pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB.
Kehadiran kembali rute ini direspon positif oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan.
Surabaya yang menjadi hub utama Lion Group dinilai akan mempermudah masyarakat Jember untuk terhubung dengan rute domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, memaparkan kemudahan konektivitas yang kini bisa dinikmati warga.
“Melalui konektivitas dari Surabaya sebagai hub utama Lion Group, masyarakat Jember kini semakin mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar hingga Kupang. Bahkan tersedia pula koneksi penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Jeddah,” tutur Gatot.



