ADVERTORIAL
Ketua DPRD Sarolangun Hadiri Penyampaian LHP Tahun 2024
Sarolangun – Ketua DPRD Sarolangun, Ahmad Jani menghadiri langsung kegiatan Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Daerah tahun anggaran 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi, pada Senin, 26 Mei 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jambi, Kota Jambi.
Dalam penyampaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali menerima piagam penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut yang kesembilan kalinya secara beruntun.
Penghargaan opini WTP tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani bersama Bupati Sarolangun H Hurmin yang diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi Muhamad Toha Arafat, S.E., M.Si., Ak., CA., CSFA., CFrA, yang berjalan dengan sukses dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Kepala Inspektorat Sarolangun Henriman, S.Sos, Kepala BPKAD Sarolangun H Kasiyadi, S.IP, ME, Sekretaris DPRD Sarolangun Kaprawi BM, S.HI, MH, MM beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.
Kepada awak media, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mengaku sangat bersyukur atas raihan opini WTP yang bisa dipertahankan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun setelah sebelumnya tahun 2024 lalu juga meraih opini WTP atas laporan hasil pemeriksaan tahun anggaran 2023.
Raihan itu tentunya menunjukkan bahwa laporan keuangan Pemerintah Daerah telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
” Hari ini kita menghadiri undangan BPK perwakilan Jambi terhadap penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2024 di wilayah Provinsi Jambi, Alhamdulillah kita Sarolangun meraih opini WTP,” kata Ahmad Jani.
Ahmad Jani juga mengatakan bahwa penerimaan opini WTP dari BPK RI perwakilan Jambi ini merupakan yang kesembilan kali secara beruntun, tentu hal itu tidak lepas dari peran seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan pengawasan yang dilakukan oleh seluruh anggota DPRD Sarolangun serta peran stake holder.
”Kita tentu mengucapkan terimakasih kepada BPK RI Perwakilan Jambi atas Bimbingan selama ini dalam pengelolaan keuangan daerah,” katanya.
Penerimaan opini WTP ini tentunya kata Ahmad Jani selaku wakil rakyat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan segenap masyarakat Sarolangun yang telah mendukung program Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Meskipun menerima opini WTP atas laporan hasil pemeriksaan keuangan, tentunya masih ada catatan-catatan dari BPKP Provinsi Jambi yang akan ditindaklanjuti segera mungkin.
”Mari kita terus bekerja dengan lebih baik lagi, semoga tahun depan bisa tetap mempertahankan opini WTP ini, dan kami dari legislatif siap bersinergi dengan eksekutif,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



