DAERAH
Karena Perhatian Pemkab dan TNI, Dua Desa di Sarolangun Merasakan Kemerdekaan
DETAIL.ID, Sarolangun – Meski efisiensi anggaran, namun perbaikan 8,57 Km jalan di Batang Asai khususnya di Sesa Sekeladi dan Desa Tangkui tetap dilaksanakan, apalagi jalan tersebut merupakan urat nadi ekonomi bagi masyarakat sekitar untuk membawa hasil kebun dan keperluan ke kota.
Jalan yang hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua ini, sudah puluhan tahun dilalui warga, bahkan puluhan box dan gorong-gorong sepanjang jalan 8,57 Km banyak rusak, tentu memperparah dan menambah penderitaan masyarakat.
Namun di tangan dingin kepemimpinan H Hurmin, persoalan jalan yang sudah puluhan tahun bahkan seumur NKRI merdeka ini baru terwujud, atas kerja sama antara Pemkab Sarolangun dan Kodim 0420/Sarko melalui program karya Bhakti TNI.
“Target kita selesai pada 19 Agustus 2025 apabila cuaca bagus. Kita melibatkan 15 anggota TNI dan dibantu 15 orang masyarakat,” ucap Letkol Inf Suyono, Perwira jebolan Akmil 2004 itu.
Dalam pengerjaan karya Bhakti ini, TNI-AD bersama masyarakat setempat mengerjakan pembuatan 37 box dan tiga gorong-gorong baja, serta pengerasan jalan yang mulanya rusak parah dan mengakibatkan kendaraan roda 4 sulit untuk melintas.
“Secara teknis di lapangan ada 37 box yang kita kerjakan, dan tiga gorong-gorong agar bisa dilalui kendaraan roda empat, dan ini menjadi hadiah terindah 80 tahun kemerdekaan RI,” ujarnya lagi.
TNI-AD selalu berkomitmen untuk seiring sejalan dalam merealisasikan kerja-kerja positif dalam Pemerintah Daerah.
“Alhamdulilah pada saat efisiensi anggaran pengerjaan jalan ini bisa terlaksana, berkat bantuan Pak Bupati, DPRD serta PUPR,” kata Letkol Inf Suyono.
Sementara itu, Bupati Sarolangun H Hurmin menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur dilakukan Pemda dan Kodim sepanjang 8,57 Km.
“Mudah mudahan semua ini selesai sesuai target Pak Dandim, semoga saja cuaca mendukung sehingga pengerjaannya bisa segera tuntas dan bisa dipergunakan warga, untuk mendukung perkembangan perekonomian masyarakat di sini,” kata Hurmin.
Politisi Partai Ka’bah itu memuji apa yang diinisiasi oleh Dandim Sarko itu meski keuangan Daerah tengah dilanda defisit anggaran.
“Kita tau saat ini efisiensi anggaran, nah tinggal kita lagi mengaturnya dengan angatran yang sedikit itu apa saja hal urgent yang mesti kita lakukan, dan Pak Dandim Sarko sangat luar biasa bisa bekerja cepat membantu kesulitan masyarakat nya,” ujar Bupati Sarolangun.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Sarolangun mengimbau masyarakat dua Dusun Tangkui dan Sekeladi untuk terus memberikan support dan aspirasi kepada Pemerintah.
“Kami minta masyarakat disini mendoakan kami dan Pak H Hurmin agar selalu sehat supaya bisa memberikan yang terbaik untuk saudara sekalian,” ujar Ahmad Jani.
Ungkapan apresiasi juga berdatangan dari masyarakat, tokoh masyarakat Dusun Sekeladi, Rianto yang menyampaikan bahwa ini kali perdana akses jalan ke daerahnya tersentuh bantuan tangan Pemerintah.
“Sejak Indonesia merdeka, ini baru pertama jalan kami mendapat perhatian. Pertama di era kepemimpinan H Hurmin dan kerjasama luar biasa dari Bapak Dandim Letkol Inf Suyono, dan tugas kami di sini merawat jalan yang sudah di bangun pemerintah,” tutur Rianto penuh bahagia.
Sementara itu Mustofa, tokoh masyarakat Batu Empang sangat bersyukur dengan bantuan pemkab dan TNI, kini warga dua desa benar-benar merdeka.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Bupati dan Pak Dandim yang telah membangun infrastruktur di desa kami. Jujur saja Pak ini kali pertama uluran tangan Pemerintah dan Tentara yang kami sangat merasa terbantu,” ucap Mustofa.
Terlihat hadir Wakil Ketua II DPRD Dedi Ifriansyah, Anggota DPRD Tabroni, Bambang Gunawan, Kapolsek Batang Asai, Kepala KPHP Baim Arbain, Plt Camat serta para Kades.
Reporter: Daryanto
DAERAH
Buang Sampah Sembarangan, Siap-siap Denda Rp 10 Juta atau Bui 3 Bulan
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai “tancap gas” dalam membenahi wajah Kota Bangko. Tak main-main, warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan kini dibayangi sanksi denda fantastis hingga Rp10 juta atau hukuman kurungan selama tiga bulan.
Ketegasan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi dan Pembinaan Ketertiban Umum di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa, 5 Mei 2026. Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.
Asisten 1 Setda Merangin, Sukoso, yang hadir mewakili Bupati Merangin, menyatakan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar masalah lingkungan, melainkan sudah masuk dalam ranah urusan wajib pemerintah terkait ketertiban umum.
“Pak Bupati betul-betul mewanti-wanti. Beliau ingin mengubah wajah Kota Bangko menjadi indah dan nyaman. Regulasi sudah ada, sanksinya jelas, mulai dari denda Rp500 ribu sampai Rp10 juta, atau kurungan 3 bulan. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi demi ketertiban kita bersama,” kata Sukoso di hadapan para Ketua RT, RW, dan Lurah se-Kota Bangko.
Untuk mengawal aturan ini, Pemkab Merangin telah membentuk Satgas Pengelolaan Sampah yang diperkuat melalui SK Bupati. Satgas ini memiliki dua fungsi utama yakni Bidang Pengelolaan yang fokus mengurus teknis pengurangan dan penanganan sampah (Dikoordinir Asisten 1) dan Bidang Pengawasan dan Penindakan yang bertugas menindak para pelanggar aturan di lapangan (Dikoordinir Kasat Pol PP).
Meski sanksi yang membayangi cukup berat, Sukoso menekankan pesan Bupati agar petugas di lapangan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Pesan Bapak Bupati, lakukan pendekatan humanis terlebih dahulu. Edukasi masyarakat, sentuh kesadarannya. Jika sudah diedukasi tapi tetap membandel, baru tindakan tegas sesuai Perda diambil,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Kasat Pol PP Merangin, Sayuti, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama Ketua RT dan RW, untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan.
“Lokasi yang tertib itu biasanya bersih. Kami minta masyarakat jangan ragu melaporkan jika melihat pelanggaran. Mari kita sinergi agar tidak ada lagi sampah yang menyumbat saluran air atau menumpuk di pinggir jalan,” ujar Sayuti.
Sosialisasi yang dimulai pukul 10.10 WIB ini dihadiri oleh Camat Bangko, Camat Nalo Tantan, serta seluruh perangkat desa dan kelurahan setempat. Dengan adanya Satgas dan sosialisasi masif ini, Pemkab Merangin optimistis Kota Bangko akan segera terbebas dari kepungan sampah. (*)
DAERAH
Perkuat Sinergi APH, Korwas Polda Jambi Gelar Bimtek Polsus di Lapas Kelas IIB Sarolangun
DETAIL.ID, Sarolangun – Kepolisian Daerah Polda Jambi melalui fungsi Koordinator Pengawas (Korwas) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Polisi Khusus (Polsus) di Lapas Kelas IIB Sarolangun pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh AKBP Sesnopsa, P.P., S.E. selaku Kasubdit Binsatpam/Polsus didampingi jajaran Polres Sarolangun.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh petugas Lapas Kelas IIB Sarolangun dengan penuh antusias. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas petugas dalam menjalankan fungsi sebagai Polisi Khusus di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat koordinasi antara aparat penegak hukum (APH), khususnya antara Polri dan Lapas.
Dalam pemaparannya, AKBP Sesnopsa menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian dan peran kepolisian khusus, sebagai bagian dari sistem keamanan nasional yang memiliki kewenangan terbatas di bidang teknis sesuai instansi masing-masing.
“Kepolisian Khusus memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan di lingkungan kerja masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang utuh terhadap tugas dan fungsi, serta kemampuan teknis yang memadai agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal dan sesuai aturan,” ujar AKBP Sesnopsa.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, Amd.IP, S.Sos. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Bimtek ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia petugas pemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jambi beserta jajaran yang telah memberikan pembinaan melalui kegiatan Bimtek ini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman petugas terkait Polsus, tetapi juga mempererat soliditas dan sinergi antara Lapas dan Polri sebagai sesama aparat penegak hukum,” ujar Ibnu Faizal.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai permasalahan teknis di lapangan. Suasana diskusi yang hangat menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Dengan adanya Bintek seperti ini, menambah wawasan dan tupoksi kita di lapangan” ucapnya.
kegiatan diakhiri dengan pemberian cenderamata dari pihak Lapas Kelas IIB Sarolangun kepada tim Korwas Polda Jambi, serta penyerahan bantuan alat pengamanan berupa borgol dan tongkat T kepada pihak Lapas, sebagai penunjang tugas pengamanan dan kesiapsiagaan petugas.
Reporter: Daryanto
DAERAH
Wabup A. Khafidh Dampingi Gubernur Tinjau Kondisi Pascabanjir di Pulau Bayur dan Rantau Limau Kapas
DETAIL.ID, Merangin – Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, mendampingi Gubernur Jambi, Al Haris, dalam rangkaian peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Merangin.
Kunjungan yang berlangsung selama dua hari tersebut menyasar Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan pada Sabtu, 2 Mei 2026 malam, dan Desa Rantau Limau Kapas, Kecamatan Tiang Pumpung pada Minggu, 3 Mei 2026.
Selain memantau kondisi terkini pascabanjir, kehadiran dua pucuk pimpinan tersebut juga untuk menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepada warga yang terdampak. Bantuan yang diserahkan meliputi bahan pokok (sembako), pakaian (sandang), serta pemenuhan kebutuhan air bersih.
Gubernur Jambi, Al Haris, menuturkan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten akan bergerak cepat melakukan pemulihan, terutama pada sektor pelayanan publik dan infrastruktur yang sifatnya mendesak. Banjir bandang tersebut diketahui merusak sejumlah rumah warga serta fasilitas umum (fasum) vital.
“Banjir bandang ini sangat banyak menghantam rumah-rumah warga, termasuk juga fasilitas umum seperti jembatan dan sekolah-sekolah,” ujar Al Haris saat diwawancarai di lokasi peninjauan pada Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menambahkan, perbaikan jembatan menjadi salah satu prioritas utama karena merupakan akses krusial bagi mobilitas warga dan anak-anak sekolah.
“Ini yang kira-kira darurat dan urgen, yang perlu penanganan lebih cepat sekali, seperti jembatan ini. Karena anak sekolah melintasi jalan ini, termasuk juga warga yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Selain infrastruktur jembatan, Gubernur juga menyoroti kerusakan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Beberapa sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat digunakan, serta merusak buku-buku pelajaran. Kondisi serupa juga terjadi pada fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
Untuk mempercepat proses rehabilitasi, Pemerintah Provinsi Jambi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Merangin serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat.
“Saya dengan Pak Bupati dan Pak Wabup akan berkoordinasi nanti. Kita petakan mana yang menjadi tugas Bupati, mana yang menjadi kewenangan kami (Pemprov), dan mana yang akan kita teruskan ke BNPB Pusat. Intinya, kita ingin segera menangani kondisi pascabanjir ini agar pelayanan masyarakat kembali normal,” ucap Al Haris. (*)


