Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Jambi Proyeksikan Jambi-Sumbar Jadi Tuan Rumah PON 2032

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memproyeksikan Provinsi Jambi bersama Sumatera Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2032 mendatang. Menurutnya, langkah strategis ini bukan hanya sekadar penyelenggaraan ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat citra daerah di tingkat nasional, meningkatkan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat acara Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi periode 2025–2029 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin, 11 Agustus 2025 pagi.

“Olahraga merupakan kebutuhan mendasar, khususnya dalam lingkup cabang olahraga di bawah naungan KONI. Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan kinerja periode sebelumnya dengan prestasi yang lebih gemilang. Kontribusi cabang olahraga dan penyelenggaraan event nasional sangat berpengaruh terhadap citra dan martabat bangsa, sekaligus membawa nama baik Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga optimistis bahwa dengan fokus pada cabang olahraga unggulan seperti dayung dan angkat besi, disertai peningkatan intensitas latihan, prestasi olahraga Jambi akan terus meningkat di masa mendatang.

Terkait rencana tuan rumah PON 2032, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa proses pengajuan akan dilakukan setelah penyelenggaraan PON NTT–NTB.

“Bersama Gubernur Sumatera Barat, kami akan mengajukan diri kepada KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penunjukan tuan rumah dilakukan jauh hari sebelumnya, sehingga ada waktu untuk menata venue olahraga. Ini positif, karena akan ada alokasi dana pusat untuk pembangunan sarana olahraga di daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk dukungan Kodam 020 Imam Bonjol yang baru ditetapkan.

“Kami memohon dukungan semua pihak agar proyeksi ini terwujud. Jika terpilih, Jambi akan mendapatkan banyak pembangunan fasilitas olahraga yang bermanfaat bukan hanya untuk PON, tetapi juga untuk perkembangan olahraga dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga mengapresiasi pengurus KONI periode 2021–2025 atas kontribusi dan prestasi yang telah diraih, termasuk perolehan medali pada berbagai ajang olahraga.

“Jambi berhasil meraih 18 medali perak yang berpotensi menjadi emas, ditambah 6 medali emas yang sudah didapat. Jika medali perak ini dapat ditingkatkan menjadi emas, Jambi akan semakin diperhitungkan di tingkat nasional,” ucapnya.

Gubernur Al Haris juga turut memberikan perhatian kepada para atlet senior dan mantan atlet yang telah berjasa bagi daerah. Ia meminta KONI mendata ulang seluruh mantan atlet berprestasi agar pemerintah dapat memberikan perhatian dan bantuan jika dibutuhkan.

Selain itu, Gubernur Al Haris mengungkapkan rencana pembangunan sarana olahraga, termasuk penambahan fasilitas stadion dan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) baru pada 2026.

“GOR yang ada saat ini kapasitasnya terbatas dan kondisinya sudah memprihatinkan. Desain sudah disiapkan, dengan estimasi anggaran sekitar Rp. 60 miliar. Kami akan berkoordinasi dengan DPR agar rencana ini bisa terealisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Nurman memberikan apresiasi atas capaian membanggakan yang diraih kontingen Jambi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Prestasi tersebut melampaui pencapaian PON sebelumnya di Jawa Barat dan Papua.

“Keberhasilan ini ditandai dengan penampilan gemilang para atlet, khususnya di cabang olahraga angkat besi. Atlet Yuliana Clarissa sukses memecahkan dua rekor PON, sementara Rizki Ramadan juga mencatatkan dua rekor nasional. Selain cabang angkat besi, kontingen Jambi turut meraih medali emas dari berbagai cabang olahraga lainnya,” ucapnya.

Marciano juga menambakan, PON XXI mempertandingkan 65 cabang olahraga. Adapun PON berikutnya akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2028, dengan fokus pada 32 cabang olahraga, terutama cabang-cabang yang masuk kategori Olimpiade. “Fokus ini diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi atlet Jambi di kancah nasional, khususnya di cabang angkat besi dan olahraga potensial lainnya,” ujarnya.

Adapun susunan personalia kepengurusan KONI Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2029 diantaranya adalah sebagai berikut, Ketua Umum: Mat Sanusi, S.Pd, M.Si, Ketua Harian: H. Hasan Mabruri, S.Sos, MM, Wakil Ketua Umum I: Adri, SH, МН, Wakil Ketua Umum II: H.AS. Budianto, SE,MM, Wakil Ketua Umum III: Cecep Suryana, SH,I, Wakil Ketua Umum IV: Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes, AIFO, Wakil Ketua Umum V: Dr. Atri Widowati, S.Pd, M.Or, Wakil Ketua Umum VI: Prof. Dr. Ilham, S. Pd, M. Kes, Wakil Ketua Umum VII: Yuzar, MH, Wakil Ketua Umum VIII: Azwan Hidayat Usman, SE, Sekretaris Umum: dr. Muhammad Ali, S.Pd, M.Pd, Wakil Sekretaris: Arie Dwi Debara, S.Pd, M. Pd, Sekretaris I: Ir. Fitriani Ulinda, Sekretaris II: Iwan Budi Setiawan, S. Pd, M.Pd, Sekretaris III: Zulvan Efendi, Bendahara Umum: Watni, S.Pd, M.Pd, Wakil Bendahara: Zulkifli, S. Pd, MM, Anggota: Budiman Tansri, Internal Auditor, Ketua: Etty Farida, Anggota: 1. Sukmawati, SH, MH, 2. Herman, SH, MH.

Advertisement

ADVERTORIAL

Lunasi Tunggakan JKN Lebih Ringan dengan REHAB 3.0, Elok Pilih Cicilan Harian Mulai Rp10 Ribu

DETAIL.ID

Published

on

Elok Afifah menunjukkan program REHAB 3.0. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – BPJS Kesehatan kembali menghadirkan inovasi melalui Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) 3.0 untuk memudahkan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memiliki tunggakan iuran.

Melalui program ini, peserta dapat melunasi tunggakan dengan skema cicilan yang lebih fleksibel, baik secara harian maupun bulanan sesuai kemampuan.

Bagi Elok Afifah (41), warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Program REHAB 3.0 menjadi jalan keluar untuk melunasi tunggakan iuran JKN keluarganya.

Peserta yang terdaftar pada segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja) Pemerintah Daerah itu mengaku awalnya belum mengetahui adanya program tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas BPJS Kesehatan mengenai skema cicilan dan prosedur pendaftarannya, ia pun memutuskan mengikuti Program REHAB 3.0.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Program REHAB 3.0. Sekarang peserta bisa memilih cicilan harian atau bulanan sesuai kemampuan. Bagi saya, pilihan cicilan harian sangat meringankan karena nominalnya bisa dimulai dari Rp10.000 per hari. Dulu saya sempat bingung karena tunggakan sudah cukup lama dan saya tidak mampu melunasinya sekaligus. Kini saya bisa mencicil sedikit demi sedikit sehingga beban pembayaran terasa jauh lebih ringan,” ujar Elok, Jumat, 31 Juli 2026.

Elok mengaku hanya membutuhkan beberapa langkah melalui WhatsApp PANDAWA untuk mendaftar Program REHAB 3.0.

Menurutnya, proses yang sederhana dan tidak mengharuskannya datang ke kantor BPJS Kesehatan membuat layanan tersebut lebih praktis dan mudah diakses.

“Saya langsung mendaftar Program REHAB 3.0 melalui Aplikasi Mobile JKN dan prosesnya sangat mudah. Saya tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Bagi saya, skema cicilan yang fleksibel benar-benar menjadi solusi karena saya bisa mencicil tunggakan sesuai kemampuan. Saya juga bersyukur pemerintah tetap hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Elok mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Keliling di desanya.

Ia datang untuk memastikan status kepesertaan JKN sekaligus berkonsultasi mengenai mekanisme pembayaran iuran dan pendaftaran Program REHAB.

Menurutnya, petugas memberikan penjelasan yang jelas sehingga ia lebih memahami solusi yang dapat dipilih untuk menyelesaikan tunggakan iurannya.

“Menurut saya, Program REHAB 3.0 sangat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Dengan adanya program ini, kami tetap memiliki kesempatan untuk melunasi tunggakan secara bertahap sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah disiplin mengikuti jadwal pembayaran yang sudah disepakati agar tunggakan dapat terselesaikan,” ucapnya.

Sebagai peserta JKN, Elok menyadari pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif agar perlindungan kesehatan selalu tersedia saat dibutuhkan.

Menurutnya, tidak ada yang dapat memprediksi kapan seseorang akan jatuh sakit sehingga kepesertaan yang aktif memberikan rasa tenang ketika harus mengakses layanan kesehatan.

“Menurut saya, jangan menunggu sampai sakit baru mengurus kepesertaan JKN. Selagi ada kemudahan melalui Program REHAB 3.0, manfaatkan kesempatan ini untuk melunasi tunggakan secara bertahap. Dengan kepesertaan JKN yang tetap aktif, kita dan keluarga bisa merasa lebih tenang karena perlindungan kesehatan sudah siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Lindungi Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, Nakes Jember Rasakan Manfaat Nyata Program JKN

DETAIL.ID

Published

on

Linda Khoirun Nisa menunjukkan layanan Mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah tanpa harus terbebani biaya pengobatan, sehingga kekhawatiran akan tingginya biaya berobat semakin berkurang.

Sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), Linda Khoirun Nisa (38) mengaku keluarganya telah lama mengandalkan Program JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bersama suami dan kedua anaknya, ia merasakan langsung manfaat program tersebut, termasuk pengalaman yang menurutnya paling berkesan saat mengakses layanan kesehatan.

“Bagi saya, Program JKN seharusnya sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Program ini sangat membantu biaya pengobatan keluarga kami, terutama ketika menghadapi kondisi darurat. Saat seseorang tiba-tiba sakit tanpa memiliki persiapan biaya, barulah terasa betapa besar manfaat Program JKN. Karena itu, saya berharap seluruh masyarakat dapat menjadi peserta JKN,” kata Linda, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat, ia kerap menjumpai pasien yang semula khawatir tidak mampu menanggung biaya pengobatan, tetapi akhirnya dapat memperoleh pelayanan medis yang dibutuhkan berkat kepesertaan JKN.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa Program JKN berperan penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

“Selama bertugas di puskesmas, saya sering menjumpai pasien yang dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, hingga rujukan sesuai kebutuhan karena menjadi peserta JKN. Pengalaman itu membuat saya semakin yakin bahwa Program JKN memiliki manfaat yang sangat besar, terutama dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” ujar Linda.

Selain sebagai tenaga kesehatan, Linda juga merasakan langsung manfaat Program JKN dalam kehidupan keluarganya.

Menurutnya, ia bersama anggota keluarganya kerap memanfaatkan layanan JKN untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami keluhan ringan, seperti batuk dan pilek.

“Keluarga saya juga merasakan langsung manfaat Program JKN. Saat mengalami keluhan ringan seperti batuk atau pilek, kami dapat segera memeriksakan diri dan memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Kehadiran Program JKN membuat kami merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir terhadap biaya saat membutuhkan pengobatan,” tuturnya.

Pengalamannya melayani pasien sekaligus merasakan manfaat JKN sebagai peserta membuatnya semakin yakin bahwa Program JKN memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa program tersebut tidak hanya menjamin akses terhadap pelayanan dan perawatan kesehatan, tetapi juga membantu meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung peserta.

“Menurut saya, Program JKN memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Namun, sebagai tenaga kesehatan saya juga mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Mencegah penyakit tentu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, menjaga kesehatan perlu diimbangi dengan memiliki JKN sebagai perlindungan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucap Linda. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Kanal Layanan Non Tatap Muka BPJS Kesehatan Permudah Administrasi Peserta JKN

DETAIL.ID

Published

on

Dhia Silmi Danisha menunjukkan layanan Mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Sejalan dengan komitmen menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara, BPJS Kesehatan terus mengembangkan layanan administrasi digital bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui berbagai kanal non tatap muka, seperti WhatsApp PANDAWA (08118165165), Aplikasi Mobile JKN, BPJS Online, dan Care Center 165, peserta dapat mengakses berbagai layanan administrasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

Kemudahan layanan administrasi non tatap muka BPJS Kesehatan dirasakan langsung oleh Dhia Silmi Danisha (22), peserta JKN asal Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Ia mengatakan berbagai kanal layanan digital membantunya mengurus kebutuhan administrasi kepesertaan secara praktis tanpa harus datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

“Saya baru tahu kalau banyak layanan administrasi JKN ternyata bisa diakses lewat Aplikasi Mobile JKN setelah dijelaskan oleh petugas BPJS Keliling. Sejak itu saya lebih sering menggunakan aplikasi karena lebih praktis. Dari rumah saya bisa mengecek kepesertaan, mengubah data, sampai mengganti fasilitas kesehatan tanpa harus datang ke kantor. Aplikasinya juga mudah dipahami, jadi semua proses terasa cepat,” ujar Dhia, Jumat, 31 Juli 2026.

Pada awalnya, Dhia mengaku sempat khawatir tidak semua peserta, terutama kalangan lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi, dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN dengan mudah.

Ia menuturkan anggapan tersebut muncul karena saat itu dirinya belum mengetahui bahwa BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan administrasi digital lainnya.

“Menurut saya, layanan administrasi lewat WhatsApp sangat memudahkan. Saya tidak perlu datang ke kantor atau mengantre. Selama persyaratannya lengkap, semua proses bisa dilakukan dengan cepat hanya dengan mengikuti petunjuk dari petugas,” ucap Dhia.

Dhia menilai layanan administrasi non tatap muka menjadi solusi yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan BPJS Kesehatan.

Selain lebih praktis dan menghemat waktu, menurutnya keberadaan berbagai kanal layanan digital memberikan lebih banyak pilihan bagi peserta untuk mengurus administrasi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Ia pun menganggap kepesertaan JKN penting dimiliki sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga sekaligus mendukung keberlangsungan Program JKN.

“Menurut saya, layanan non tatap muka ini sangat memudahkan karena semua urusan administrasi bisa diakses cukup melalui handphone. Saya berharap ke depannya layanannya terus dikembangkan agar semakin mudah digunakan dan kendala teknis bisa semakin diminimalkan. Dengan begitu, peserta bisa mengurus administrasi dengan lebih cepat tanpa harus datang dan mengantre di kantor,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs