DAERAH
Proyek Smart Park Jogging Track Gagal Dibangun
DETAIL.ID, Muaro Jambi – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tahun ini menganggarkan dana yang bersumber dari APBD senilai Rp3.510.895.239.68 guna untuk pembangunan proyek Smart Park Joging Track yang berlokasi di lapangan Kantor Bupati Muaro Jambi melalui SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Pada Agustus tahun 2019 yang lalu proyek tersebut sudah ditenderkan dan sudah ditentukan pemenang lelangnya yaitu CV SEPESIA CONTRADESINDO selaku pemenang berdasarkan pengumuman pemenang lelang dengan Nomor 24/08/umum/pokja.VI-BLP/DPUPR/2019 dari Pokja VI bagian pengadaan barang dan jasa Kabupaten Muaro Jambi.
Ironisnya, perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang tersebut hingga saat ini tidak pernah diundang. Untuk mengadakan rapat persiapan penunjukan penyedia barang/jasa seharusnya selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah berita acara hasil pemilihan disampaikan oleh Pokja.
Sementara sampai saat ini CV SEPESIA CONTRADESINDO sebagai pemenang belum mendapatkan undangan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 07/PRT/M/2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi.
Bahkan kami selaku pihak pemenang lelang CV SEPESIA CONTRADESINDO sudah tiga kali melayangkan surat pernyataan sikap kepada Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muaro Jambi, Ridwan namun tidak pernah digubris,” kata sumber detail yang enggan disebutkan namanya dengan nada jengkel.
Padahal, katanya, waktu sudah mepet, mana mungkin lagi proyek tersebut dikerjakan karena sudah hampir penghujung tahun jelas tidak terkejar. Alhasil, proyek yang dianggarkan oleh Pemkab Muaro Jambi tersebut sia-sia gagal total.
“Kadis Perkim kami nilai terkesan sengaja menunda-nunda dan mengulur-ngulur waktu untuk penandatanganan kontrak kerja, karena diduga dia menginginkan agar proyek tersebut gagal dilaksanakan, karena proyek tersebut tidak dapat atau tidak dimenangkan oleh orang dekatnya alias orang suruhannya,” ujarnya.
Menurutnya, atas ketidakjelasan proses penunjukan penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) tersebut pihaknya selaku pemenang lelang merasa dirugikan secara materiil dan immateriil. Untuk itu pihaknya akan mengajukan upaya hukum, yaitu gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Attan Tambun, Ketua Ormas Seknas Jokowi yang juga selaku Aktivis Pemerhati Pembangunan Provinsi Jambi mengomentari hal tersebut. Menurutnya sungguh sangat disayangkan sikap dan tindakan Ridwan selaku Kepala Dinas Perkim Kabupaten Muaro Jambi.
“Bukannya membantu percepatan pembangunan sesuai dengan program Bapak Presiden Jokowi, malah sebaliknya menghambat pembangunan. Saya berharap kepada Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro, agar secepatnya mencopot Kadis Perkim Muaro Jambi yang tidak becus dan diduga sengaja menghalangi. Itu ada sanksi hukumnya,” katanya.
Sementara itu, Ridwan hanya menjawab singkat. “Proyek itu belum terlaksana,” katanya.
Reporter: Tholip
DAERAH
Bupati M Syukur Canangkan Budaya Malu Datang Terlambat dan Buang Sampah Sembarangan
DETAIL.ID, Merangin – Hari Jumat, 29 Mei 2026 bukan hari libur, untuk itu seluruh pejabat dan pegawainya harus tetap masuk kantor mengikuti aktivitas Pemerintahan, kecuali yang melaksanakan Work From Home (WFH).
Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Bupati Merangin H M Syukur, pada sambutan acara Senam Sehat yang dilanjutkan Jumat Bersih, di jalan jalur dua depan Kantor Dinas Kominfo Merangin, Jumat, 29 Mei 2026.
‘’Saya minta tolong telepon kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabatnya, yang belum hadir pada senam pagi ini. Kita undang pukul 06.30 WIB sekarang sudah pukul 08.02 WIB belum juga datang, bagaimana ini,’’ ujar Bupati.
Disiplin lanjut bupati harus terus ditegakan, tidak bisa di Pemerintahan para kepala OPD dan pejabatnya kerja semaunya saja. Untuk itu bupati minta surati kepala OPD dan pejabatnya yang sudah ditelepon tidak juga hadir.
Selain itu, bupati pada Senam Sehat yang diikuti ratusan pegawai di jajaran Pemkab Merangin tersebut juga menekankan, pentingnya mencanangkan ‘Budaya malu datang terlambat’ dan ‘Budaya malu buang sampah sembarangan’.
Usai Senam Sehat yang berlangsung meriah tersebut, bupati minta ke Asisten I Setda Merangin Sukoso, untuk memisahkan antara barisan pegawai yang datang sebelum pukul 07.00 WIB dengan pegawai yang datang setelah Pukul 07.000 WIB.
‘’Saya beri reward dengan memberikan Tumbler kepada pegawai yang datang sebelum pukul 07.00 WIB. Tolong ini dalam menempatkan diri di barisan harus penuh kejujuran, jangan datang terlambat masuk ke barisan yang disiplin,’’ ucap Bupati.
Usai Senam Sehat, bupati bersama rombongan bergeser ke Taman Kota Bangko, untuk bergotong royong. Tidak hanya para kepala OPD dan pejabat yang turun langsung membersihkan taman itu, tapi bupati juga mencabuti rumput serta memunguti sampah. (*)
DAERAH
Sholat Id di Durian Lecah, Bupati M. Syukur Temukan Jembatan Rusak, Minta Dinas PU Segera Perbaiki
DETAIL.ID, Merangin — Bupati Merangin, M. Syukur melaksanakan sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Pondok Pesantren, Desa Durian Lecah, Kecamatan Sungai Manau, Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati A. Khafidh melaksanakan salat Id di Masjid Baitul Makmur kawasan Sungai Misang, Bangko.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyampaikan sejumlah komitmen penting terkait pembangunan infrastruktur, evaluasi kinerja pemerintahan, hingga sikap keterbukaannya dalam melayani masyarakat.
Hal paling menjadi sorotan adalah fasilitas publik. Dalam perjalanan menuju Masjid, Bupati M. Syukur melihat kondisi lantai jembatan gantung yang mulai rusak.
“Saya tadi lewat jembatan kita, saya lihat lantainya sudah agak sedikit rusak. Maka saya perintahkan Kadis PU untuk segera memperbaiki lantai jembatan demi keamanan masyarakat,” kata M. Syukur di hadapan jemaah.
Di hadapan para ulama, kiai, dan warga, Bupati yang telah menjabat selama satu tahun lebih ini secara berlapang dada menyampaikan permohonan maaf atas visi-misi pemerintahan yang belum terealisasi secara sempurna.
Ia mengajak pada momen Iduladha ini sebagai ajang untuk introspeksi diri dan saling berbagi. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyerahkan bantuan hewan kurban.
“Ada enam ekor sapi yang kami serahkan, dan salah satunya ada di Desa Durian Lecah ini. Silakan panitia untuk membagikannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati M. Syukur juga menjamin tidak ada sekat birokrasi kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Rumah dinas bupati selalu terbuka untuk masyarakat. Dan nomor handphone saya enggak pernah diganti. Silakan kalau ada persoalan-persoalan di tengah masyarakat, mohon kiranya bisa disampaikan,” ucapnya sembari meminta doa agar tetap istiqomah dan amanah dalam memimpin Kabupaten Merangin.
Bupati yang sengaja datang lebih awal sejak pukul 06.30 WIB ini mengajak seluruh jemaah untuk menyambut Iduladha dengan penuh kegembiraan yang bermakna, sekaligus bersama-sama memakmurkan masjid. (*)
DAERAH
Desa Empang Benao Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Seberat 826 Kg
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menerima bantuan kemasyarakatan berupa satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Prosesi serah terima bantuan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting langsung dari Ruang Ruang MPC Bappeda Kabupaten Merangin.
Sapi kurban yang diberikan merupakan jenis Simental dengan bobot pakan mencapai 826 kilogram. Bantuan ini dialokasikan untuk masyarakat di Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang, dan akan disalurkan melalui pengurus Masjid Jami’ Nurul Falah.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Daryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden atas perhatian yang diberikan kepada warga Merangin.
“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas pemberian sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) ini. Sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Daryanto.
Daryanto juga menambahkan bahwa sapi jenis Simental tersebut tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan dibeli langsung dari peternak lokal Merangin, yaitu Irwanto, warga Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan.
“Semoga dengan adanya kegiatan Banmas ini akan memacu para peternak lokal untuk terus mengembangkan peternakannya. Kami juga berharap di tahun-tahun mendatang Kabupaten Merangin bisa kembali mendapatkan program bantuan ini,” tuturnya. (*)



