ADVERTORIAL
Sebanyak 24 Angkatan Meriahkan Reuni Akbar II SMK Kosgoro Batanghari
DETAIL.ID, Batanghari – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kosgoro Batanghari, Jambi menggelar Reuni Akbar II alumni angkatan 1995-2019. Acara berpusat di halaman SMK Kosgoro Batanghari mengusung tema ‘Bersama Kita Jalin Silaturrahmi Antara Guru dan Murid Sebagai Wujud Kecintaan dan Persaingan’.
Ketua Alumni SMK Kosgoro Batanghari periode 2018-2021, Ridwan Suib mengatakan, Reuni Akbar II dilakukan untuk mempererat silaturrahmi antar angkatan.
“Selain menjalin silaturrahmi, kita berharap Reuni Akbar II bisa mengulas kenangan semasa masih berseragam putih abu-abu,” ujarnya kepada detail, Sabtu (21/12/2019).
Ia berharap 24 angkatan alumni SMK Kosgoro Batanghari bisa memberi sumbangsih bagi sekolah yang menjadi kebanggaan. Sebab, keberhasilan para alumni tidak lepas dari peran besar semua majelis guru.
“Tanpa ilmu serta didikan semua guru SMK Kosgoro Batanghari, semua alumni yang hadir hari ini bukan siapa-siapa,” ucapnya.
Ridwan mengaku cukup sulit menemukan teman-teman seperjuangan agar bisa kembali berkumpul di SMK Kosgoro Batanghari. Apalagi sebagian besar tidak lagi menetap di Kabupaten Batanghari.
“Beruntung ada sosial media. Dari sini saya dan beberapa teman mencoba mencari teman-teman. Setelah berhasil menemukan selama dua bulan, kami kemudian berencana menggelar Reuni Akbar,” katanya.
Ridwan berkata, Reuni Akbar I SMK Kosgoro Batanghari terselenggara pada 12 Februari 2018. Dari pertemuan itu kemudian muncul untuk mengadakan kembali Reuni Akbar II pada 21 Desember 2019.
“Alhamdulillah alumni SMK Kosgoro telah tersebar hampir di seluruh penjuru negeri, mulai dari Kalimantan, Jawa, Batam, Sumatra dan Indonesia wilayah timur,” ucapnya.
Ketua Panitia Reuni Akbar II SMK Kosgoro Batanghari, Rosdianti berharap penuh sumbangsih dari teman-teman alumni dapat membantu kemajuan sekolah.
“Kami mengucapkan permohonan maaf apabila masih banyak kekurangan. Tapi kami tetap semangat melaksanakan acara Reuni Akbar II ini,” ujarnya.
Ketua Yayasan Kosgoro Fadhil Syafe’i dalam sambutannya berujar, silaturrahmi antara alumni dan guru sebaiknya jangan pernah putus. Alumni bisa menjadikan sekolah maju, bisa juga menjadikan sekolah mundur bahkan tutup.
“Saya berharap demi kemajuan SMK Kosgoro Batanghari, para alumni bisa memperkenalkan sekolah ini kepada masyarakat. Dengan bantuan alumni, SMK Kosgoro Batanghari bisa menjadi besar di masa akan datang,” ucapnya.
Kalau dulu alumni pertama SMK Kosgoro Batanghari, kata Fadhil Syafe’i, semua siswa bergotong royong angkat genting tanah liat dan mengambil papan untuk membuat ruangan.
“Kalau sekarang SMK Kosgoro Batanghari sudah megah sejak berdiri tahun 1992 silam. Angkatan pertama sebanyak 90 siswa lulus dari tiga lokal,” katanya.
Reporter: Ardian Faisal
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.


