DETAIL.ID, Yogyakarta – Membentuk karakter generasi muda bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan secara instan. Akan tetapi membutuhkan proses, pendampingan, pengalaman, dan ruang refleksi yang terus menerus. Kesadaran inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pembinaan Karakter bagi siswa kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi, Sleman, Yogyakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.
Mengusung tema “My Life, My Choice, My Responsibility”, kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan SMA Kolese De Britto Yogyakarta sebagai bentuk nyata kolaborasi antar lembaga pendidikan Katolik dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda.
Program ini menjadi bukti konkret komitmen SMA Kolese De Britto untuk terus berbagi praktik baik kepada sekolah-sekolah feeder sebagai tindak lanjut semangat Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang (KAS). Selain itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi Program 3B SMA Kolese De Britto, yaitu “Berkolaborasi, Berkontribusi, dan Berprestasi”, yang semakin digiatkan sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat luas.
Berlandaskan spiritualitas Ignasian, pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang utuh, pribadi yang mampu mengenali dirinya, membuat pilihan secara bijaksana, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.
Tiga fasilitator dari SMA Kolese De Britto, yaitu Filipus Dimas Darumurti, M.Pd., Yoga Jati Kusuma, S.Pd., dan Chr. Danang Wahyu P., S.Or., M.M., hadir mendampingi para peserta melalui berbagai dinamika yang dirancang secara interaktif, menyenangkan, sekaligus reflektif.
Kegiatan diawali dengan sesi sharing disposisi batin yang sudah dituliskan para peserta sebelumnya, rangkaian ini mengajak para peserta mempersiapkan diri secara utuh sebelum mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, para peserta diajak menyadari bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk mengenali diri, menemukan nilai-nilai yang diyakini, dan mulai belajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Berikutnya dilanjutkan masuk dalam kelompok dan menyampaikan yel-yel, dimana suasana kebersamaan perlahan tumbuh dan mengakar diantara peserta. Tidak hanya itu, berbagai ice breaking dan trivia game yang dipandu secara kreatif membuat para peserta terlibat aktif sekaligus menikmati proses dinamika. Tawa dan semangat yang memenuhi ruangan menjadi tanda bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang kaku, melainkan dapat hadir melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan remaja.
Memasuki sesi inti, para peserta diajak memahami pentingnya menentukan prioritas dalam hidup. Berbagai refleksi tentang pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian membuka kesadaran bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan berpengaruh terhadap masa depan. Dinamika “Koran Ajaib” menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus menantang. Melalui aktivitas tersebut, para peserta belajar mengenai komunikasi, kerja sama, fokus, ketekunan, daya juang, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.
Pengalaman tidak berhenti pada permainan semata, setiap dinamika dimaknai secara mendalam sehingga para peserta mampu melihat pesan yang tersembunyi di balik aktivitas yang dilakukan. Peserta diajak menyadari bahwa hidup adalah anugerah yang perlu disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Pilihan-pilihan yang dibuat setiap hari, sekecil apa pun, perlahan akan membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan yang dijalani.
Puncak refleksi terjadi ketika para peserta diminta menulis surat untuk diri sendiri yang akan dibuka enam bulan mendatang. Dalam keheningan, para peserta menuangkan harapan, cita-cita, dan komitmen pribadi mengenai perubahan kecil yang ingin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Surat tersebut menjadi simbol keberanian untuk bertumbuh, sekaligus pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Lebih dari itu, keberhasilan sejati lahir dari kemampuan mengenal diri, memilih yang baik, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, penghargaan terhadap sesama, kesungguhan dalam menjalankan tugas, serta keberanian mengambil keputusan yang benar menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan.
Bagi peserta didik SMP Santo Aloysius Turi, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan karakter. Melainkan ruang refleksi yang membantu untuk memahami bahwa masa depan tidak dibangun oleh keputusan-keputusan besar semata, melainkan oleh pilihan-pilihan kecil yang dibuat setiap hari. Melalui semangat “My Life, My Choice, My Responsibility”, para peserta diajak menyadari bahwa hidup adalah anugerah yang harus dimaknai, pilihan menentukan arah perjalanan, dan tanggung jawab merupakan kunci untuk meraih masa depan yang bermakna.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pembinaan karakter seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya membentuk peserta didik yang cerdas, tetapi juga pribadi-pribadi yang memiliki hati nurani, keberanian memilih yang baik, dan kesediaan bertanggung jawab atas hidupnya. Dari kesadaran itulah lahir generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu memberi makna bagi dunia di sekitarnya. (*)