Connect with us
Advertisement

DAERAH

Swab MD Positif, Total Terkonfirmasi Corona Empat Orang

DETAIL.ID

Published

on

Pasien Sembuh

DETAIL.ID, Batanghari – Pasien terkonfirmasi positif corona virus disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, bertambah satu orang berdasarkan hasil uji swab dengan metode PCR.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batanghari, Sehan mengatakan pasien positif corona berinisial MD, laki-laki usia 51 tahun, warga Kelurahan Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir.

“Hari ini tanggal 9 Mei 2020 ditemukan 1 (satu) orang positif uji swab dg metode PCR, laki-laki usia 51 tahun, inisial MD, alamat Kelurahan Terusan, status konfirmasi positif,” kata Sehan melalui rilis resmi diterima detail melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/5/2020)

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]

Pengumuman positif corona hasil uji swab mengharuskan pasien MD melanjutkan isolasi dan perawatan di RSUD HAMBA Muara Bulian.

“Dengan demikian, dì Batanghari ada 4 (empat) pasien konfirmasi positif dan 3 rapid test positif menunggu hasil uji swab. Semua pasien dirawat di RSUD Hamba sesuai protokol penanganan COVID-19,” ucapnya.

Menurut Sehan, pasien MD merupakan cluster Gowa, Sulawesi Selatan. MD telah menjalani pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Masyarakat dimohon tidak panik. Tetap tinggal di rumah, jaga jarak, selalu pakai masker dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

 

Reporter: Ardian Faisal

Uncategorized

Universitas Jambi Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana di Kabupaten Solok

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Solok – Pemerintah Kabupaten Solok kembali menerima dukungan dari berbagai pihak setelah bencana besar yang melanda wilayah tersebut.

Pada Senin, 8 Desember 2025, rombongan dari Universitas Jambi tiba di Posko Utama Pengendalian Bencana Kabupaten Solok, Koto Baru, Kecamatan Kubung, untuk menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan.

Rombongan dipimpin Wakil Rektor Universitas Jambi Bidang Kerja Sama, Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., serta perwakilan dari Indonesia Offroad Federation (IOF) Jambi dan PMI Jambi. Bantuan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra.

Wakil Rektor Universitas Jambi, Revis Asra menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian lintas lembaga di Provinsi Jambi.

“Kami dari Universitas Jambi bekerja sama dengan PMI Provinsi Jambi, IOF Jambi, serta juga sivitas akademika Universitas Jambi. Alhamdulillah sudah sampai di Kabupaten Solok untuk menyerahkan bantuan bagi korban bencana,” ujar perwakilan Unja di lokasi.

Tak hanya menyalurkan sembako, tim juga membawa layanan kesehatan dan pendampingan trauma healing untuk warga yang terdampak bencana.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendapat informasi dari para eksekutif Unja terkait adanya rencana beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Sumatera termasuk mahasiswa asal Solok bahkan juga bagi mahasiswa dari fakultas vokasi, yang sedang mengalami dampak bencana.

“Terima kasih, semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Wakil Bupati Solok, Candra, mengapresiasi bantuan dan dukungan dari Provinsi Jambi yang dinilainya menjadi bukti solidaritas antardaerah dalam masa darurat.

Reporter: Diona

Continue Reading

DAERAH

Ratusan Korban Meninggal, PMII Jambi Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatera

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Jumlah korban banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Data sementara menunjukkan ratusan orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, serta ribuan rumah warga hancur dan hilang tersapu banjir. Namun hingga kini, status bencana belum dinaikkan menjadi status bencana nasional.

Menanggapi kondisi tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Jambi mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah strategis. Ketua PC PMII Kota Jambi, Basir menyatakan keprihatinannya terhadap lambannya respons pemerintah.

“PC PMII Kota Jambi sangat prihatin atas bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” ujar Basir pada Senin, 8 Desember 2025.

Basir menyebut, setelah melakukan kajian internal, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan terkait bencana yang terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah di Pulau Sumatera. Menurutnya, skala kerusakan dan jumlah korban menunjukkan bahwa bencana ini telah melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah.

“Bencana tersebut sudah melampaui kemampuan penanganan regional. Kami mengecam pimpinan pemerintahan yang justru menyampaikan pernyataan meremehkan bencana alam di Pulau Sumatera,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya hadir memberikan penghiburan dan dukungan kepada masyarakat terdampak, bukan mengeluarkan pernyataan yang dinilai melukai hati publik.

PMII Kota Jambi juga menyoroti fenomena banjir bandang di sejumlah daerah seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapsel, Mandailing Natal, dan Tapanuli Utara, yang membawa gelondongan kayu berukuran besar dengan potongan rapi.

“Tidak masuk akal jika kayu-kayu itu disebut sebagai pohon tumbang yang terbawa banjir,” ujar Basir. Ia menilai hal tersebut mengindikasikan dugaan kerusakan hutan yang sudah berlangsung lama.

Basir juga meminta Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni bertanggung jawab atas pernyataan yang dianggap meremehkan penderitaan masyarakat dan menuntut permintaan maaf secara terbuka.

PMII Jambi mendesak Presiden Republik Indonesia segera menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional, sekaligus melakukan mobilisasi total bantuan dana, logistik, dan tenaga untuk penanganan korban.

“Kami meminta percepatan pencarian korban yang masih hilang, komando penanganan yang terpusat, serta keputusan politik yang berani demi kemanusiaan,” tuturnya.

Menurut Basir, langkah cepat dan tegas pemerintah merupakan panggilan moral untuk menyelamatkan warga terdampak di berbagai wilayah Sumatera.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

DAERAH

Cerita Sosok di Balik SPPG di Jambi: Ini Program Nyata

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Di samping pro-kontra yang mengiringi, tak dapat dipungkiri program prioritas Presiden Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan besar dalam sektor perkembangan generasi muda. Tak hanya menyasar anak-anak bangsa, MBG dinilai berperan besar bagi hajat hidup orang banyak dari berbagai latar belakang.

Di Jambi, Ketua Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Novilya Dewi yang menaungi 8 Satuan Pemenuhan dan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten menceritakan pengalaman dan sudut pandangnya terkait program prioritas Presiden Prabowo ini.

Wanita dengan latar belakang sebagai ASN yang punya usaha catering (layanan konsumsi) itu bercerita awal mula ia masuk dan berperan dalam program pengentasan stunting dengan makan bergizi gratisnya Presiden Prabowo.

“Waktu itu (September 2024) dapat info dari temen-temen di Pulau Jawa, saya juga lihat di medsos di berita (program MBG). Saya tertarik, saya belajar,” kata Novilya pada wawancara yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sampai beliau belajar dengan pihak Badan Gizi Nasional, yakni Kanreg BGN Jambi, Adityo, terkait petunjuk teknis (Juknis) hingga hal-hal teknis lainnya. “Macam SOP dalam pendirian dapur hingga pengolahan makanan sampai didistribusikan pada penerima manfaat,” ujar Novilya.

Novilya pun mengaku bahwa pihak BGN selalu membimbing mulai proses pendaftaran hingga dapur-dapur SPPG-nya beroperasi melayani ribuan penerima manfaat.

Di awal-awal, Desember 2024, Novilya mendirikan SPPG pertamanya di Jl Yulius Usman, Telanai Pura, Kota Jambi dekat Sekolah Nurul Ilmi 1. Selang seminggu, SPPG ke-2 Yayasan Nuansa Mitra Sejati kembali didirikan di daerah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi. Keduanya mulai beroperasi penuh pada Februari 2025.

“SPPG Telanai, kami dulu langsung (melayani) 3.000 pelajar penerima manfaat. Mungkin karena kita sudah terbiasa di katering, jadi biasa aja sih. Dan waktu itu memang dibantu relawannya di wilayah sekitar,” ujarnya.

“Dari dapur tersebut, penerima manfaat terdiri dari beberapa sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Respons mereka bagus. Mereka senang sekali,” ucap Novilya.

Novi juga bercerita, bahwa beberapa tenaga pengajar di sekolah-sekolah dekat dapur SPPG-nya menanyakan kenapa saat itu murid-murid disekolahnya belum dapat bagian. Dia pun menjelaskan bahwa sesuai petunjuk dari BGN, SPPG nya diarahkan melayani sekolah-sekolah tertentu di tahap pertama.

“Di SPPG Telanai itu, kita ada beberapa sekolah di Kota Jambi di antaranya SMA 10, SD 66, SMP 17, TK juga ada. Saya tidak begitu hafal, tapi semua itu ada di tahap awal Dan terus berlanjut sampai sekarang,” katanya.

Kini Novi lewat yayasannya melayani puluhan ribu penerima manfaat yang terdiri di 8 Kabupaten di Provinsi Jambi. Mulai dari ujung barat Kabupaten Kerinci, sampai ke Tanjung Jabung Timur. Dimana masing-masing dijatah produksi 3.000 paket makanan.

Novi berpandangan, bahwa program MBG bukan hanya soal makan gratis bagi para pelajar penerima manfaat. Namun juga penyerapan tenaga kerja, hingga penyerapan hasil pertanian para petani. Ada perputaran ekonomi dengan skala besar di samping makan siang gratis bagi anak-anak.

“Ekonominya sih bergerak kalau saya lihat, ibarat itu, maaf sampai pemulung pun menerima manfaat. Kita kan banyak barang habis pakai semacam kardus, bahan plastik dan lain-lain yang mereka bisa ambil. Dan dijual lagi sama mereka. Jadi ini bukan hanya soal makan siang gratis, kalau saya lihat,” katanya.

Dengan sistem yang sudah dibangun, dan terus bergerak dengan penyempurnaan serta berbagai Inovasi dari BGN. Novi meyakini bahwa program ini adalah program yang bakal bertahan jangka panjang. Novi menekankan bahwa program MBG adalah program yang berdampak nyata.

“Jadi ini nyata, bukan hanya pemerintah sosialisasi tentang gizi baik, tapi makanannya dikasih untuk perbaikan gizi anak juga ibu hamil,” katanya.

Tidak Hanya Sosialisasi Gizi Baik, Pemerintah Juga Memberikan Makanan Bergizi

Presiden Prabowo bertekad untuk mendorong tumbuh kembang generasi penerus bangsa lewat program andalannya yakni Makan Bergizi Gratis (BGN). Terus berproses menjangkau para penerima manfaat, salah satunya yakni ibu hamil, menyusui, atau balita.

Menurut Novilya Dewi, selaku Ketua Yayasan Nuansa Mitra Sejati yang kini menaungi 8 SPPG yang tersebar di Provinsi Jambi, Program MBG adalah program nyata, dimana pemerintah tak lagi hanya turun menggelar sosialisasi soal gizi baik, namun makanannya pun langsung disediakan.

Wanita yang juga berprofesi sebagai Bidan tersebut menceritakan kisahnya, dimana ia beserta ahli gizi mendatangi kantor lurah yang berlokasi di dekat SPPG-nya, melakukan pendataan ibu hamil (Bumil), menyusui dan balita.

“Jadi kalau untuk penerima manfaat yang itu kita menyebutnya 3B ya, Bayi, Balita, Bumil. Jadi saya bersama ahli gizi dari SPPG kita turun minta data ke lurah, ke Dinkes, BKKBN. Kita dibantu sama mereka, karena saya nakes juga itu yang bikin saya antusias. Dan respons mereka (penerima manfaat) baik,” ujar Novilya Dewi pada Selasa, 2 Desember 2025.

Skemanya, dari hasil pendataan tersebut pihak SPPG bakal menghantarkan di kantor lurah hingga didistribusikan oleh kader Posyandu pada penerima manfaat 3B. Hitung-hitungan biaya yang digelontorkan tak jauh beda dari penerima manfaat kelas II (Pelajar). Hal tersebut kini tengah berlangsung di berbagai wilayah se-Provinsi Jambi yang kini, per November 2025 setidaknya berdiri 62 SPPG. Dan masih terus berlanjut.

Dari pengalamannya sejauh ini, Novi berpandangan bahwa hal terpenting dalam berpartisipasi pada program MBG adalah keseriusan. Bagaimana menyelesaikan seluruh rangkaian prosedur hingga dapur SPPG terverifikasi dan beroperasi melayani masyarakat.

“Tergantung keseriusan kita lagi, jangan hanya mendaftar terus dibiarkan aja tidak dikelola. Karena banyak orang lain yang mau bangun, sementara ini portal pendaftaran BGN lagi tutup. Karena kalau memang kita serius, pengalaman saya kita dibantu sama pemerintah, tidak ada dipersulit,” katanya Novi. “Banyak anak, ibu hamil yang menunggu paket makan bergizi mereka,”.

Hampir setahun program MBG berjalan, Novi makin yakin bahwa program ini adalah program nyata dan mulia. Dia mencontohkan, dahulu pemerintah menggelar sosialisasi program penurunan stunting dimana anggaran disusun untuk pelaksanaan sosialisasi atau seminar. Kini pemerintah turun dengan kerja nyata secara langsung memberikan makanan bergizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita hingga para pelajar.

“Karena ini kan kembali lagi pada kondisi perekonomian, kalau ibu-ibu kategori kurang mampu. Dikasih ikut program penyuluhan pengentasan stunting, kalau keluarga kurang mampu kan sama saja bohong itu. Nah ini program nyata, bukan hanya ngomong tapi makannya dikasih,” katanya.

Untuk masyarakat di luar sana, yang berkeinginan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa lewat gizi anak lewat program MBG atau ingin mendirikan SPPG. Novi kembali menekankan, bahwa program ini mulia, oleh karena itu butuh keseriusan untuk mengelolanya.

“Memang tidak mudah, tapi kita harus semangat. Jika kita serius ingin berbuat baik, saya yakin Insya Allah hasilnya baik juga,” katanya.

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs