PENJURU
Harga Obat Remdesivir Setara dengan Rp33,5 Juta
detail.id/, Jakarta – Remdesivir, obat yang diklaim bisa mempersingkat waktu pemulihan pasien COVID-19 yang sakit parah sudah diberi label harga. Harga obat corona remdesivir ini adalah US$2.340 atau setara dengan Rp33,5 juta. Harga ini diberikan kepada orang-orang yang tercakup dalam program kesehatan pemerintah di Amerika Serikat dan negara maju lainnya.
Perusahaan pembuat obat tersebut, Gilead Sciences pada Senin (30/6/2020) mengatakan bahwa harganya menjadi US$3.120 atau Rp44,7 juta untuk pasien dengan asuransi swasta. Jumlah yang dibayar pasien tergantung pada asuransi, pendapatan, dan faktor lainnya.
“Kami berada di wilayah yang belum dipetakan dengan menetapkan harga obat baru, obat baru, dalam pandemi,” kata kepala eksekutif Gilead, Dan O’Day, kepada The Associated Press seperti dilansir CNNIndoneisa.com.
“Kami percaya bahwa kami harus benar-benar menyimpang dari keadaan normal” dan memberi harga obat untuk memastikan akses luas daripada hanya berdasarkan nilai pasien, katanya.
Hanya saja pengumuman harga obat corona remdesivir itu dengan cepat memicu kemarahan publik. Pasalnya pembayaran pajak mereka juga diinvestasikan untuk pengembangan obat tersebut.
“Ini adalah harga tinggi untuk obat yang belum terbukti mengurangi angka kematian,” kata Dr. Steven Nissen dari Cleveland Clinic dalam email.
“Mengingat sifat serius pandemi ini, saya lebih suka pemerintah mengambil alih produksi dan mendistribusikan obat secara gratis. Ini dikembangkan menggunakan dana pembayar pajak yang signifikan. ”
“Remdesivir harus berada dalam domain publik” karena obat tersebut menerima setidaknya US$ 70 juta (Rp1 triliun) dalam pendanaan publik untuk pengembangannya, katanya.
“Harganya mungkin baik-baik saja jika obat ini bisa menyelamatkan nyawa. (Tapi ini) Tidak. ”
Bagaimana dengan negara miskin? Di 127 negara miskin atau berpenghasilan menengah, Gilead mengizinkan pembuat obat corona generik untuk memasok obat. Dua negara melakukan hal itu dengan harga obat remdesivir sekitar US$600 (Rp8,6 juta) per perawatan.
Remdesivir adalah antivaksin sebuah prodrug analog nukleotida yang digunakan untuk pengobatan untuk infeksi virus Ebola dan virus marburg pada tahun 2013-2016 lalu. Obat ini juga diklaim aman karena pernah diuji pada pengidap Ebola sebelumnya dan tidak menyebabkan efek buruk.
Dalam pernyataan publik yang dimuat di situs resmi Gilead, remdesivir telah menunjukkan aktivitas in vitro dan in vivo pada model hewan terhadap patogen virus MERS dan SARS yang juga merupakan bagian dari virus corona. Virus ini juga secara struktural mirip dengan virus corona penyebab COVID-19. Remdesivir adalah obat eksperimental yang tidak memiliki keamanan atau kemanjuran untuk pengobatan kondisi apa pun.
Obat ini diberikan secara intravena alias melalui suntikan. Obat ini termasuk obat keras yang bekerja dengan cara mengganggu proses penggandaan (replikasi) inti virus.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


