NASIONAL
Menag Minta Rp2,6 T ke Sri Mulyani untuk Madrasah dan Ponpes
detail.id/, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp2,6 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk program bantuan operasional pendidikan keagamaan Islam dan Pondok Pesantren.
Angka itu ditetapkan setelah pembahasan di DPR. Fachrul mengatakan usulan sebelumnya berjumlah Rp2,7 triliun sebelum ada catatan perbaikan.
Usulan itu ia ajukan dalam surat Nomor MA/169/06/2020 yang diteken pada 12 Juni 2020. Fachrul menyatakan usulan tersebut untuk menunjang pondok pesantren dan madrasah di era new normal saat pandemi COVID-19 masih mewabah di Indonesia.
“Untuk bantuan operasional pondok pesantren, LPTQ, Bantuan Operasional Pendidikan Keagamaan Islam Madrasah Diniyah Takmiliyah dan bantuan pembelajaran daring,” kata Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical” include_category=”10″]
Fachrul merinci dari total anggaran itu, dialokasikan sebesar Rp645 juta untuk Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren sejumlah 21.173 lembaga. Jumlah itu di antaranya bagi 14,9 ribu pesantren kecil, 4.000 pesantren sedang dan 2,2 ribu pesantren besar.
Selain itu, Fachrul menyatakan pihaknya akan mengalokasikan sebesar Rp621 juta untuk Bantuan Operasional Pendidikan Diniyah Takmiliyah di 62.153 lembaga.
Fachrul juga mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan Alquran dengan total anggaran Rp1,12 triliun. Anggaran itu akan dialokasikan untuk 112.008 lembaga yang masing-masing mendapatkan Rp10 juta.
Fachrul menyatakan anggaran itu akan digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan madrasah, di antaranya pembayaran listrik, air, keamanan dan kebersihan.
Selain itu bisa juga digunakan untuk pembiayaan penyiapan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, thermal scanner, penyemprotan desinfektan, alat kebersihan, wastafel cuci tangan.
“Dan pembiayaan lain terkait pendukung protokol kesehatan. Sebagai catatan bahwa penentuan pesantren kecil, sedang dan besar dilihat dari jumlah santri yang bermukim di pondok pesantren,” kata dia.
Fachrul juga menyatakan pihaknya mengalokasikan sebesar Rp223 miliar untuk program Bantuan Pembelajaran Daring pada pondok pesantren selama tiga bulan. Anggaran itu akan dibagikan untuk 14.906 pesantren, terutama yang masih tutup per bulannya sebesar Rp5 juta.
“Itu digunakan untuk membiayai komponen komponen pendukung pelaksanaan pembelajaran daring seperti paket data internet, kabel, clip on mic, mic, lampu sorot, dan kebutuhan lainnya yang relevan,” kata Fachrul, seperti dilansir CNNIndonesia.com.
Melihat hal itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mendukung usulan Kemenag untuk menambah anggaran penanganan dampak COVID-19 bagi pondok pesantren dan lembaga keagamaan Islam pada APBN Tahun 2020 sebesar Rp2,6 triliun.
Ia pun menegaskan Komisi VIII dapat memahami penjelasan Fachrul mengenal refocusing anggaran madrasah dan pesantren untuk menanggulangi dampak wabah COVID-19 sekitar Rp9,3 triliun.
Anggaran Rp9,3 Miliar Dialihkan
Fachrul melakukan realokasi anggaran Kemenag tahun 2021 sekitar Rp9,3 miliar khusus untuk penanganan dan pencegahan virus corona di madrasah dan pondok pesantren.
Fachrul merinci dari total itu, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag mengalokasikan sebesar Rp9,183 Miliar untuk madrasah yang bersumber dari rupiah murni.
“Dirjen pendidikan Islam telah melakukan refocussing anggaran madrasah melalui revisi anggaran sejumlah Rp9.183.570.000,” kata Fachrul saat menggelar rapat kerja dengan Komisi II DPR, Selasa (7/7).
Tak hanya itu, Fachrul mengatakan pihaknya juga merealokasi anggaran Kemenag tahap pertama sekitar Rp203 juta untuk penanganan dampak corona di pesantren.
Lebih lanjut, Fachrul menyatakan pengalihan anggaran itu diperuntukkan untuk memenuhi pelbagai kebutuhan dalam mencegah pandemi virus corona di madrasah dan pesantren.
Ia mencontohkan anggaran itu bisa memenuhi kebutuhan internal pengadaan alat pelindung diri seperti hand sanitizer, pembelian sabun, penyemprotan, disinfektan, masker hingga perbaikan tempat cuci tangan.
“Dan pembelian alat-alat kesehatan dan juga kebutuhan lain terkait penanganan COVID-19,” kata dia.
NASIONAL
Kolaborasi Pendidikan Global: Chungbuk University Korea Selatan Kunjungi SMA Kolese De Britto Yogyakarta
DETAIL.ID, Yogyakarta – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Chungbuk National University, Korea Selatan, yang berlangsung selama 2–6 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring Internasional sekaligus ruang pembelajaran lintas budaya dalam dunia pendidikan.
Selama hampir sepekan, delegasi Chungbuk University terlibat langsung dalam berbagai agenda utama, mulai dari praktik mengajar di kelas-kelas, workshop pengembangan profesional guru, hingga kegiatan City Tour budaya Yogyakarta bersama siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto.
Pada agenda praktik mengajar, para dosen dan mahasiswa Chungbuk University berinteraksi langsung dengan siswa di berbagai kelas. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pendekatan pedagogis, memperkenalkan perspektif pendidikan global, sekaligus membangun suasana belajar yang dialogis dan kolaboratif.

Puncak kegiatan akademik dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, melalui Workshop Guru yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB. Workshop ini diikuti oleh para guru SMA Kolese De Britto dan difokuskan pada pengembangan praktik pembelajaran, refleksi pedagogi, serta berbagi pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. Suasana workshop berlangsung dinamis, penuh diskusi, dan saling memperkaya wawasan profesional pendidik.
Selain agenda akademik, delegasi Chungbuk University juga diajak mengenal kekayaan budaya Yogyakarta melalui City Tour pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 10.00–16.00 WIB. Bersama perwakilan siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto, rombongan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, di mana nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Yogyakarta diperkenalkan secara langsung kepada tamu Internasional.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan lintas negara, tetapi juga sejalan dengan semangat pendidikan humanis yang dihidupi SMA Kolese De Britto, pendidikan yang membuka diri pada dunia, membangun dialog, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.
Kunjungan Chungbuk University menegaskan komitmen SMA Kolese De Britto Yogyakarta untuk menghadirkan pendidikan yang berwawasan global, reflektif, dan berakar pada nilai kemanusiaan.
NASIONAL
MBG di Muaro Jambi Bikin 104 Orang Masuk Rumah Sakit, Kanreg BGN Jambi Bilang Begini…
DETAIL.ID, Jambi – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi dibikin heboh oleh insiden keracunan massal sejumlah pelajar di lingkup Kecamatan Sekernan dan Sengeti, Kabupaten Muara Jambi, Jumat 30 Januari 2026.
Hingga sekira pukul 21.30, pihak RSUD Ahmad Ripin mencatat terdapat sebanyak 104 pelajar dari berbagai sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA. Selain itu ada pula Guru dan Balita mengalami keracunan makanan.
Penyebabnya diduga kuat dari konsumsi soto, menu MBG yang disajikan oleh SPPG Sengeti. Pihak Pemprov Jambi lewat Satgas Pangan pun mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sekentara SPPG yang dikelola oleh Yayasan Aziz Rukiyah Aminah.
Soal ini Kepala Regional (Kanreg) BGN Provinsi Jambi, Adityo mengklaim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Muaro Jambi juga Provinsi Jambi dan BPOM untuk melakukan uji lab atas sampel makanan.
”Kita masih nunggu hasil dari pengecekan lab. Yng dicek itu dari sampel makanan dan air,” ujar Adityo, Jumat 30 Januari 2026, di RSUD Ahmad Ripin.
Kalau menurut Kanreg BGN Jambi itu, insiden keracunan yang terjadi di Muara Jambi merupakan kali pertama dalam pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi. Kepada murid, wali murid serta pihak terdampak lainnya. Dia pun menyampaikan permohonan maaf.
Untuk tindak lanjut dari BGN sendiri, SPPG Sengeti dihentikan sementara sembari hasil investigasi penyebab keracunan massal terungkap. Penyaluran terhadap 28 sekolah oleh SPPG Sengeti pun disetop sementara.
Disinggung terkait hasil pengecekan sementara, Adityo menolak untuk berkomentar dengan dalih bahwa saat ini investigasi masih dilakukan. Soal standar operasional masing-masing SPPG di Provinsi Jambi, dia mengklaim semua yang beroperai sudah tersertifikasi.
”Yang operasional itu semua sudah menggunakan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Jadi memang kita memang sudah sesuai standar yang berlaku,” katanya.
Sementara untuk prosedur pengolahan dan penyajian makanan, Adityo kembali mengklaim bahwa semua sudah sesuai SOP yang berlaku meskipun ia tak menjelaskan secara detail SOP yang dimaksud.
Berdasarkan pengakuan masyarakat di RSUD Ahmad Ripin terdapat pelajar yang membawa pulang jatah MBG nya, kemudian dikonsumsi oleh keluarga. Selain itu terdapat juga guru yang turut mencicip makanan MBG.
Disini Adityo bilang kalau serah terima jatah MBG dilakukan pada penerima manfaat yang terdata. “Jadi kalau memang sudah nyampe di sekolah memang itu balik lagi ke pihak sekolahnya,” katanya.
Lantas bagaimana pengawasan dari BGN Regional terhadap pelaksanaan MBG di daerah-daerah? Disini Kanreg BGN Jambi lagi-lagi menekankan soal sertifikasi Laik Higiene Sanitasi.
Dengan insiden di SPPG Sengeti, Adityo menolak untuk sertifikasinya diragukan. Kata dia, bukan diragukan, berarti ada pelaksanaan SOP nya yang kurang berjalan dengan baik oleh pihak SPPG.
Dari insiden ini, Adityo mengklaim bahwa sudah terdapat banyak hal untuk melakukan pencegahan mulai dari penentuan menu makanan, pemilihan bahan baku hingga seluruh hal teknis harus sesuai SOP yang berlaku.
”Kali ini fatal. Karna kalau saya pribadi, apapun yang terjadi klau memang sudah ada yang terdampak itu fatal. Mkanya saya pribadi sebagai Kepala Regional memohon maaf atas kejadian ini,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
NASIONAL
Terus Bertambah! Korban Keracunan MBG dari SPPG Sengeti Kini Sudah 102, Ada Balita Hingga Guru
DETAIL.ID, Jambi – Jumlah korban keracunan MBG dari SPPG Sengeti terus bertambah, terbaru Sekda Muaro Jambi Budi Hartono didampingi Kadinkes Aang Hambali menyampaikan bahwa tercatat 102 korban yang sudah mendapat perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin, Jumat malam 30 Januari 2026.
”Saat ini sudah terdata tadi 102 anak dari TK SD SMP, ada 1 orang SMA. Ada juga anak-anak yang itu kakaknya membawa makanan ke rumah terus dimakan sama adiknya, kena. Ada juga beberapa orang guru, kena juga,” ujar Sekda Budi, Jumat malam, 30 Januari 2026.
Lebih lanjut Sekda Muara Jambi itu menyampaikan terdapat 2 Balita yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher. Prtama berusia 1 tahun 4 bulan kedua 2 tahun 9 bulan.
Berdasarkan pemantauan sementara Pemkab Muara Jambi, penanganan terhadap korban keracunan MBG dapat tertangani sejauh ini. RSUD Ahmad Ripin disebut mengerahkan seluruh tenaga medisnya untuk melayani korban keracunan MBG.
Imbas insiden keracunan kali ini, operasional SPPG Sengeti dihentikan sementara berdasarkan hasil rapat bersama pihak BGN dan juga Pemerintah Provinsi Jambi.
”kemudian sampel makanan itu yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan diteliti nanti di labor kita. Setelah itu nanti akan kita investigasi dimana ini kelalaiannya,” katanya.
Terkait sanksi, menurut Sekda hal tersebut menjadi domain dari BGN RI.
Sementara itu pihak SPPG Sengeti ketika dikunjungi oleh awak media terkesan tertutup. Beberapa kendaraan roda dua dan 4 tampak mejeng depan SPPG.
Namun pihak keamanan mengatakan bahwa tidak ada pihak berwenang yang dapat memberi keterangan.
”Tadi dari Polres sama dari Dinkes udah datang. Sampel udah diambil,” ujar security SPPG Sengeti.
Informasi dihimpun, bahwa SPPG Sengeti dibawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah melayani 28 sekolah dengan 3400 porsi MBG bagi sekolah di Kecamatan Sekernan dan Sengeti.
Reporter: Juan Ambarita


