PERISTIWA
Konfirmasi COVID-19 Batanghari Bertambah Sembilan, Delapan Pasien Kluster Lapas
detail.id/, Batanghari – Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 asal Kabupaten Batanghari, Jambi bertambah Sembilan pasien. Delapan pasien merupakan kluster Lapas Kelas IIB Muara Bulian.
“Assalamualaikum rekan-rekan pers yang kami hormati, hari ini Jumat 7 Agustus 2020 didapatkan kembali hasil positif uji swab-PCR,” kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Elfi Yennie MARS melalui keterangan tertulis diterima detail, Jumat malam.
Sembilan pasien konfirmasi positif COVID-19 yaitu, MAI (anak laki-laki usia 17 tahun) alamat Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian. MRI (anak laki-laki usia 3 tahun) alamat Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian dan SI (anak perempuan usia 15 tahun) alamat Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian.
“Tiga pasien ini merupakan anak pasien MIS dan SHY. Semua sudah bergabung dengan ibu bapaknya di Rumah Sakit,” ujar Elfi.
Selanjutnya pasien H, laki-laki usia 32 tahun, alamat Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, pasien MRF, laki-laki usia 36 tahun, alamat Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian. Selanjut pasien YS, laki-laki usia 31 tahun, alamat Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian.
“Lalu pasien RD, laki-laki usia 32 tahun, aamat Mendalo, Muara Jambi, pasien JMM laki-laki usia 30 tahun, alamat Kota Baru, Kota Jambi dan JH, laki-laki usia 37 tahun, alamat Serasah, Kecamatan Pemayung,” ucapnya.
Elfi berujar pasien 1 hingga pasien 8 adalah kontak erat dari Tn. MIS dan Ny. SHY yang telah dinyatakan sebagai pasien konfirmasi positif. Sedangkan pasien JH asal Serasah, Pemayung merupakan konfirmasi positif di Kota Jambi.
“Semua pasien mendapat penanganan lebih lanjut di RSUD Hamba Muara Bulian,” ujarnya.
Namun hari ini juga didapatkan 1 (satu) orang pasien SEMBUH setelah didapatkan hasil negatif 2 kali uji swab-PCR. Pasien ini adalah DA, anak laki-laki usia 17 tahun, alamat Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Marosebo Ulu.
“Dengan demikian, di Kabupaten Batanghari saat ini tercatat 27 KASUS KONFIRMASI, 12 kasus SEMBUH dan 1 MENINGGAL,” katanya.
Menurut Elfi, RSUD HAMBA Muara Bulian masih merawat 13 pasien konfirmasi. Pelacakan kontak terus dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif dan langsung diterapkan isolasi dan pemantauan terhadap kontak erat yang terdata.
“Bagi kategori kontak erat risiko tinggi juga dilakukan uji swab-PCR,” ucapnya.
Elfi mengimbau masyarakat tetap tenang namun selalu waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Hasil uji swab kontak erat warga binaan Lapas Kelas IIB Muara Bulian belum keluar.
“Bakal ada yg positif lagi. Ini sudah bisa disebut Cluster LP Bulian,” katanya.
PERISTIWA
Lima Polisi di Jambi Dipecat Terkait Kasus Kematian Anggota Polres Tanjabtim
DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polri yang dinyatakan melanggar kode etik terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS, anggota Polres Tanjungjabung Timur.
Kelima personel tersebut yakni Brigadir UVS, Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, dan Bripda EBD. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidpropam Polda Jambi pada 6–7 Agustus 2026.
Dalam sidang, kelima personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.
”Mereka dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan dijatuhi sanksi administratif berupa PTDH,” kata Erlan dalam konferensi pers, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Menurut Erlan, keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar aturan.
”Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan personel,” ujarnya.
Meski begitu Polda Jambi juga mengimbau masyarakat tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Kejati Jambi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Catut Nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum
DETAIL.ID, Jambi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Kejati Jambi, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Asisten Intelijen (Asintel), hingga Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan nama, foto, jabatan, hingga identitas pejabat Kejati Jambi melalui aplikasi WhatsApp, telepon, maupun media komunikasi lainnya untuk menghubungi masyarakat, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak.
Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang, bantuan, transfer dana, maupun kepentingan pribadi lainnya dengan mengatasnamakan pejabat Kejaksaan.
Kejati Jambi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan institusi Kejaksaan. Seluruh pejabat maupun pegawai Kejati Jambi dipastikan tidak pernah meminta uang, hadiah, bantuan, transfer dana, ataupun keuntungan pribadi melalui media komunikasi pribadi.
”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Kajati Jambi, Asintel Kejati Jambi maupun Kasi Penkum. Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejaksaan Tinggi Jambi dan jangan memenuhi permintaan dalam bentuk apa pun. Mari bersama-sama kita cegah agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi.
Kejati Jambi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai pesan, telepon, atau akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan.
Selain itu, masyarakat diimbau selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejati Jambi apabila menerima permintaan yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila menemukan atau menjadi korban modus penipuan tersebut.
Kejati Jambi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan dan mengusut pihak-pihak yang menyalahgunakan nama baik institusi Kejaksaan dalam melakukan tindak pidana penipuan. (*)
PERISTIWA
Delapan Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran menghanguskan delapan unit asrama polisi yang berada di belakang Markas Polda Jambi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh armada yang berada di markas langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
”Sebanyak delapan unit asrama terbakar. Saat kejadian, asrama dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Mustari.
Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala tebalnya asap yang memenuhi lokasi. Sejumlah personel pemadam bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA) saat melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari satu jam.
”Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, bilang bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.
”Saat ini penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.
Salah seorang warga di sekitar lokasi mengatakan sebelum api membesar ia melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu bangunan asrama. Tak lama kemudian, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.
”Awalnya terlihat asap hitam, lalu muncul api besar. Karena angin cukup kencang, api cepat menyebar ke asrama lainnya,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita



