PENJURU
Lazio Terancam Hukuman Pengurangan Poin Usai Lawan Juventus, Kenapa?
detail.id/, Roma – Lazio terancam pengurangan poin di Liga Italia usai bermain imbang lawan si Nyonya Tua. Hal ini berkaitan dengan dugaan kesalahan hasil tes COVID-19 para pemain skuad Elang Ibu Kota itu.
Diberitakan sejumlah media dan dirangkum Football Italia, masalah ini berawal dari perbedaan hasil yang dikeluarkan dua laboratorium yang memeriksa tes usap (swab test) para pemain Lazio.
Hasil di lab Futura Diagnostica di Avellino menyatakan semua pemain Lazio dinyatakan negatif virus Corona, namun tidak demikian dengan hasil pemeriksaan di SynLab (rujukan UEFA) and Campus Biomedico yang berada di Roma.
Campus Biomedico dan SynLab mengeluarkan hasil bahwa Ciro Immobile, Lucas Leiva, dan Thomas Strakosha dinyatakan positif COVID-19.
Mereka bertiga akhirnya harus absen saat Lazio bermain imbang 1-1 melawan Juventus pada Minggu 8 November 2020 lalu melansir dari detik.
Perbedaan hasil ini pun mendapat perhatian dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC), yang langsung menggelar investigasi. Bahkan polisi juga menyelidiki lab di Avelino yang mengeluarkan hasil tes negatif bagi para pemain Lazio.
Pihak Lazio lewat pengacara mereka, Gian Michele Gentile, sudah memberikan klarifikasi kepada FIGC. Kepala medis Lazio Ivo Pulcini dilaporkan sudah diwawancarai oleh FIGC terkait masalah ini. Para pemain Lazio pun tak tertutup kemungkinan juga akan dimintai keterangan dalam beberapa hari ke depan.
Saat ini, Lazio dicurigai melakukan pemalsuan dokumen, secara lalai menyebarkan virus Corona, dan penipuan terkait hasil tes. Jika memang tak terbukti demikian, maka Lazio akan lolos dari hukuman.
Namun jika terbukti bersalah, ancaman pengurangan poin pun menghinggapi skuad besutan Simone Inzaghi tersebut. Saat ini, Lazio tengah menempati peringkat kesembilan klasemen sementara Liga Italia, dengan meraih 11 poin dari 7 laga.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


