PENJURU
Temukan Muntahan Paus Lebih Dari 99Kg Seharga Rp 141 Juta Perkilo, Nelayan Ini Mendadak Kaya
detail.id/, Jakarta – Keberuntungan bisa menghampiri seseorang kapan saja dan dimana pun. Kadang kala, keberuntungan juga bisa datang dalam waktu yang tak diduga-duga.
Hal inilah yang dialami oleh seorang nelayan asal Thailand bernama Naris Suwannasang. Ketika sedang berjalan-jalan di tepi pantai, ia tak sengaja menemukan muntahan paus atau yang dikenal dengan nama ambergris.
Ambergris ini dikenal sebagai salah satu bahan penting untuk parfum yang mewah dan mahal. Harga Ambergris ini tergantung kualitasnya dan bisa mencapai $10.000 atau Rp 141 Juta perkilogramnya.
Seperti apakah kisah Naris Suwannasang? Dilansir oleh Liputan6.com, Kamis 17 Desember 2020.
Menemukan ambergirs seberat 99,7 Kg
Pria berusia 60 tahun ini awalnya memang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Hingga suatu hari, ketika ia sedang berjalan di pinggir pantai Nakhon Si Thammarat, Thailand, tiba-tiba saja ia melihat bebatuan aneh berwarna pucat.
Lantas, ia pun membawa pulang bebatuan pucat tersebut. Bersama sepupunya, Naris Suwannasang memastikan kembali temuannya tersebut. Naris sempat melakukan tes dengan membakarnya menggunakan korek api yang menyebabkan ambergris temuannya meleleh dan memberikan aroma yang kuat.
Sering mendengar tentang penemuan ambergris di pinggir pantai, akhirnya Naris dan sepupunya pun yakin bahwa bebatuan aneh yang ia temukan bukanlah sekedar batu biasa melainkan ambergris. Setelah ia timbang, Ambergris yang ditemukan oleh Naris memiliki bobot seberat 220 pound atau seberat 99,7 Kilogram.
Meski belum diketahui tingkat kualitasnya, namun satu kilogram ambergris bisa dibanderol dengan harga hingga $10.000 atau senilai dengan Rp141 Juta. Harga fantastis ini tentu sebanding dengan kelangkaan suplai ambergris di seluruh dunia.
Meski sudah tahu kalau harga ambergris bisa sangat fantastis, namun Naris dan sepupunya tak menyangka bahwa harganya bisa sampai semahal itu. Saat ini, ambergris temuan Naris sedang diperiksa kualitasnya oleh seorang pebisnis lokal.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


