Connect with us
Advertisement

PERKARA

Polisi Gadungan Dibekuk Karena Tipu Bos Rental Mobil

Published

on

detail.id/, Jakarta – Postur tubuh yang dimiliki RMF alis SH (34) sudah memenuhi kriteria untuk bergaya layaknya seorang perwira menengah. Apalagi, pengalaman sebagai mantan anggota Polri membuat semakin mahir menjalankan peran sebagai polisi gadungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, RMF dulunya adalah anggota polisi yang berdinas di Polda Sumatera Selatan dengan pangkat terakhir Briptu. Tapi, dia diberhentikan secara tidak hormat karena ketahuan tidak masuk kerja tanpa keterangan selama berbulan-bulan.

“Ternyata yang bersangkutan mantan anggota Polri di Polda Sumsel dengan pangkat Briptu. Tapi sekarang jadi pengangguran setelah dipecat karena desersi,” kata dia saat konferensi pers, Kamis 28 Januari 2021.

RMF yang telah kehilangan pekerjaan terus memutar otak untuk mendapatkan pemasukan. Cara-cara lancung dilakukan supaya dapur tetap ngebul. Semenjak menyandang status pengangguran, RMF malah mencoreng citra kepolisian dengan menipu seorang pengusaha rental mobil.

RMF membeli seragam dan artibut kepolisian di sebuah kios Pasar Senen, Jakarta Pusat. Biar penyamaran semakin sempurna, dia juga menyematkan pangkat melati dua di bagian pundak serta melengkapi diri dengan senjata airsoft gun.

RMF berpenampilan layaknya seperti polisi sungguhan. Dia pun kini memiliki pangkat yang lebih tinggi yakni Ajun Komisaris Besar Polisi . Tak seperti sebelumnya, RMF sekarang mengaku berdinas di Mabes Polri.

Singkat cerita, RMF mampir ke sebuah rental mobil di daerah Jakarta Timur. Dia berpura-pura menyewa satu unit mobil. Namun, tujuan utamanya adalah berkenalan dengan pemilik rental agar nanti bisa masuk ke dalam perangkap.

“Dia datang pakai pakaian dinas dan setelah itu mengajak pemilik rental untuk berbinis,” ucap Yusri.

RMF yang menurut kepolisian pintar bersilat lidah berhasil merayu pemilik rental berinsial S untuk diajak bisnis pinjam-meminjam uang. Kepada korban, RMF mengaku mempunyai jaringan di Bank Dunia. Dia pun bisa memberikan pinjaman sampai Rp 3 Miliar. Asalkan, peminjam bersedia mengagunkan sertifikat tanah, rumah atau apartemen.

S yang saat itu sangat membutuhkan uang tertarik untuk memenuhi syarat yang dipinta oleh RMF.

“Hanya saja, S saat itu tak memiliki sertifikat. Tapi ingin minjam uang sehingga timbul akal pelaku. Jadi pelaku membujuk RMF untuk membeli satu unit Apartemen seharga Rp 700 juta. Korban cukup bayar DP nanti bukti surat pembayaran bisa diangunkan,” ucap Yusri.

Setorkan Uang Rp 140 Juta

Tanpa pikir panjang, S menyetorkan uang Rp 140 juta dengan cara mencicil ke RMF. Namun uang tersebut malah dibawa kabur oleh RMF.

“Jadi korban setelah menyeor uang itu, merasa kesulitan menghubungi pelaku, dan korban akhirnya mengecek apakah betul RMF anggota polri, hasil pengecekan ternyata polisi gadungan,” ucap dia.

Yusri menyebut korban yang merasa dirugikan membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Selang dua hari kemudian, RMF dibekuk di kantornya, kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. “Kami amankan pelakunya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara,” ucap dia.

Hasil penyelidikan, uang yang disetorkan oleh korban dibelikan satu unit mobil. Pihaknya saat ini masih mendalami kemungkinan ada korban lain yang terjerat dengan modus serupa.

“Menurut keterangan korban, pelaku pintar merayu jadi kami duga kemungkinan ada korban. Silakan yang pernah tertipu untuk melapor ke Polda Metro Jaya,” ujar Yusri melansir liputan6.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan RMF dijerat Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP dengan ancaman 8 tahun kurungan penjara. Kepolisian juga menyita sebagai barang bukti sejumlah atribut kepolisian dan senjata airsoft gun saat menggeledah kediaman pelaku.

PERKARA

Polisi Tipu Polisi Buat Jadi Polisi: Kerugian Korban Capai Rp 7,8 Milliar, Dua Oknum Ditahan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Dugaan penipuan berkedok rekrutmen penerimaan Bintara Polri TA 2026 yang melibatkan seorang oknum personel Biro SDM Polda Jambi berinisial Bripda D tengah didalami Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi. Total kerugian sementara yang teridentifikasi dalam perkara ini mencapai sekitar Rp 7,8 miliar.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan dugaan penipuan tersebut diterima Sentra Pelayanan Pengaduan (Yanduan) Propam Polda Jambi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Laporan itu kini ditindaklanjuti Subbid Paminal Propam Polda Jambi melalui proses pengumpulan bahan dan keterangan.

‎Sejumlah korban telah tercatat dalam perkara ini, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun anggota Polri. Purwanto salah seorang warga sipil, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anaknya.

‎Selain itu, Kasat Narkoba Polres Kerinci melaporkan kerugian Rp 750 juta. Kapolsek Sungai Bahar Polres Muaro Jambi mengaku mengalami kerugian Rp 700 juta, sementara Kapolsek Rantau Panjang Polres Bungo juga melaporkan kerugian sebesar Rp 700 juta.

‎Korban lainnya, Alim warga Kabupaten Sarolangun, mengaku mengalami kerugian Rp 900 juta. Seorang warga sipil asal Kabupaten Bungo juga disebut menjadi korban, namun nilai kerugiannya belum dirinci.

‎Kasus ini juga menyeret seorang anggota Polresta Jambi yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 3, 5 miliar terkait 4 calon siswa Polri, terdiri atas dua peserta seleksi Polda Jambi dan dua peserta seleksi Polda Sumatera Selatan.

‎Korban lain yang turut melapor di antaranya ADC Dirpamobvit Polda Jambi dengan kerugian Rp 525 juta. Sementara ADC Karo SDM Polda Jambi mengaku mengalami kerugian Rp 113 juta yang diduga berkaitan dengan janji mutasi personel.

‎Di luar dugaan penipuan rekrutmen, Brigpol Dery juga melaporkan kerugian sebesar Rp 800 juta terkait bisnis jual beli minyak. Bharada Wahyu Narwastu Kirana, personel Satbrimob Polda Jambi, mengaku mengalami kerugian Rp 150 juta yang disebut berkaitan dengan janji usaha.

‎Sementara itu, Bripda Arif Budimansah Siagian dari Spripim Polda Jambi melaporkan kerugian sebesar Rp 80 juta yang disebut berkaitan dengan pinjaman uang untuk biaya persalinan istri dan modal usaha.

‎Propam Polda Jambi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut melalui pengumpulan bahan keterangan, penyusunan laporan, serta pelaporan kepada pimpinan untuk proses lebih lanjut. Nilai kerugian diperkirakan masih dapat bertambah karena disebut masih ada korban lain yang belum membuat laporan resmi.

‎Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan bahwa dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut telah diamankan.

‎”Keduanya saat ini sudah kita tahan,” kata Erlan, Kamis, 6 Agustus 2026.

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dalam proses rekrutmen anggota Polri.

‎”Jangan percaya kalau ada orang yang menjanjikan untuk menjadi anggota Polri tanpa mekanisme yang ada,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

PERKARA

Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Akses Pelabuhan Ujung Jabung Dilimpahkan ke JPU

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Ujung Jabung kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungjabung Timur, Selasa malam, 4 Agustus 2026.

‎Dua tersangka yang diserahkan yakni Aanggasana Siboro selaku eks Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tanjungjabung Timur periode 2019 hingga April 2022 yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, serta M Desrizal Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak Kantor Pertanahan Kabupaten Tanjungjabung Timur periode 2019–2022 yang bertugas sebagai Ketua Satgas B.

‎Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan setelah penyidik Pidsus Kejati Jambi menerima pemberitahuan bahwa berkas perkara kedua tersangka telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum.

‎”Usai proses Tahap II, kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 4 Agustus hingga 23 Agustus 2026, di Lembaga Pemasyarakatan Jambi untuk kepentingan proses penuntutan,” ujar Kasipenkum Kejati Jambi, Noly Wijaya.

‎Adapun kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan tanah pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Ujung Jabung pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2019–2023.

‎Kedua tersangka didakwa melanggar ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pasal primair maupun subsidiair sesuai hasil penyidikan.

‎Kata Noly, setelah Tahap II Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungjabung Timur akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jambi untuk menjalani proses persidangan.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

PERKARA

Kasus Dugaan Pembunuhan Brigadir EWS di Tanjab Timur Naik ke Penyidikan, Lima Tersangka Polisi Satu Sipil

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi meningkatkan penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap anggota Polres Tanjungjabung Timur, Brigadir EWS ke tahap penyidikan. Terbaru penyidik Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan 6 orang sebagai tersangka, 5 di antaranya anggota Polri dan seorang warga sipil pada Senin, 27 Juli 2026.

‎Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan, penyidik Sub Dit Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi bersama Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur telah melakukan serangkaian penyelidikan sebelum akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

‎”Setelah melalui mekanisme penyelidikan, pada Jumat lalu status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, serta gelar perkara,” kata Erlan.

‎Hasil gelar perkara tersebut menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Menurut Erlan, masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda dalam kasus yang menewaskan Brigadir EWS tersebut.

‎Kasua ini mendapat asistensi dari Itwasum Polri, Divpropam Polri, dan Bareskrim Polri. Pendampingan disebut dilakukan guna mengawasi jalannya penyidikan agar berlangsung profesional, transparan, dan akuntabel. Kabid Humas pun menekankan komitmen Polda Jambi dalam mengusut tuntas perkara tersebut tanpa pandang bulu.

‎”Kapolda menegaskan proses penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Erlan.

‎Hingga kini, penyidik Ditreskrimum dan Bidpropam Polda Jambi masih terus mendalami perkara, termasuk mengungkap secara rinci peran masing-masing tersangka serta melengkapi alat bukti untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

‎Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban merupakan anggota Polri yang diduga tewas akibat tindak penganiayaan.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs