DAERAH
PSU Jambi Kondusif, Bukti Prestasi Kapolda dan Danrem
detail.id/, Jambi – Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Jambi di 5 Kabupaten dalam Provinsi Jambi, dinilai berjalan lancar dan damai. Banyak pihak menilai ini tak lepas dari peranan TNI dan Polri yang berhasil membuat kondisi kondusif.
Pengamat Hukum Jambi, Wajdi Saudi, menilai bahwa lancarnya PSU merupakan bukti prestasi Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad dan Danrem Jambi Brigjen Zulkifli serta jajarannya.
“Ini patut kita apresiasi atas berjalan lancar dan kondusifnya pelaksaan PSU Pilgub Jambi. Apalagi dalam PSU yang bisa dianggap berpotensi terjadinya kekacauan dan konflik besar, namun berhasil berjalan aman lancar. Ini tak lepas dari peran TNI/Polri,” kata Wajdi kepada wartawan, Kamis, 27 Mei 2021.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]
Wajdi menjelaskan, pelaksanaan PSU Pilgub Jambi ini berjalan lancar juga berkat kajian bersama mulai dari pihak terkait baik KPU, Bawaslu dan unsur terkait yang telah mengawal PSU Pilgub Jambi ini.
“Secara keseluruhan pelaksanaan PSU yang berjalan aman dan lancar tanpa kekacauan tersebut menunjukkan bahwa asas demokrasi sudah berjalan dengan sangat baik,” ujar Wajdi.
Dalam pelaksanaan PSU Pilgub Jambi ini, tentu Polda Jambi tidak tanggung-tanggung dalam menerjunkan personel mereka dalam menjaga situasi keamanan. Ada 1.360 personel yang diterjunkan dalam menjaga situasi PSU berjalan lancar.
Bahkan demi terciptanya PSU Pilgub Jambi yang kondusif, setiap TPS dijaga ketat oleh 8 personel polisi serta TNI. Tidak hanya itu, situasi aman dan kondusif di PSU Pilgub Jambi tak lepas dari peran Kapolda Jambi Irjen A Rachmad Wibowo.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]
Bahkan, sang jenderal bintang dua itu juga ikut langsung turun untuk mengecek langsung proses pemungutan suara ulang yang dilaksanakan di sejumlah TPS di yang menyelenggarakan PSU Pilgub Jambi.
Bersama PJ Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni, dan Danrem 042 Gapu Brigjen TNI M Zulkifli, ia mengecek langsung proses Pemungutan Suara Ulang yang ada TPS 17
“Sejauh ini Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang di Provinsi Jambi berlangsung aman, lancar dan terkendali,” kata Kabid Humas Polda Jambi,” kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Mulia Prianto.
“Selain memastikan situasi Kamtibmas, Bapak Kapolda Jambi juga memantau langsung Penerapan protokol kesehatan serta proses jalannya pemungutan suara ulang yang berlangsung di sejumlah TPS,” ujar Mulia.
Alumnus Akpol 1997, menyebutkan, Kapolda Jambi mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI, Pemda, Linmas, serta instansi terkait yang telah mendukung pelaksanaan PSU ini berjalan aman dan lancar sampai saat ini, dan juga kepada masyarakat atas partisipasinya mengikuti Pemungutan Suara Ulang, menjaga kamtibmas dan menerapkan protokol kesehatan.
“Kapolda berharap usai pelaksanaan PSU ini, pada tahap berikutnya hingga selesai dapat bersama-sama menjaga agar situasi tetap aman, damai dan kondusif serta tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Kombes Mulia. (*)
Sumber: Perisainews.id
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]
DAERAH
FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik
DETAIL.ID, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kebijakan Pertanahan dalam rangka penguatan materi dan substansi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Senin, 6 Juli 2026. Forum ini menghadirkan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai mitra strategis dalam proses legislasi untuk memberikan masukan, pandangan, serta penguatan terhadap substansi yang diatur dalam RUU tersebut.
“FGD ini memiliki arti yang sangat penting dan tentunya RUU tentang Administrasi Pertanahan ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan bahwa sistem administrasi pertanahan Indonesia akan semakin baik di masa kini dan masa depan,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Dari pihak internal, forum ini diikuti oleh seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Sementara dari pihak Komisi II DPR RI, hadir langsung Ketua dan Wakil Ketua, beserta Anggota Komisi II DPR RI. Melalui forum ini ditargetkan regulasi yang nantinya disahkan dapat lebih komprehensif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan penyelenggaraan administrasi pertanahan di Indonesia.
“Regulasi yang baik harus lahir dari dialog, harus lahir dari berbagai pemikiran, berbagai masukan dan pandangan, kajian akademis, serta perspektif yang bisa kita dapatkan dari berbagai pihak, termasuk tentunya dari para Pimpinan dan Anggota Komisi II DPR RI,” kata Wamen Ossy.
Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyambut baik inisiatif Kementerian ATR/BPN dalam mendorong penyusunan RUU Administrasi Pertanahan. Menurutnya, regulasi tersebut dapat menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini juga menjadi perhatian Komisi II DPR RI.
Ia mengungkapkan, sedikitnya ada tiga persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat terkait urusan pertanahan. Pertama, persoalan tumpang tindih antara area penggunaan lain (APL) dengan kawasan hutan. Kedua, kompleksitas pengelolaan berbagai jenis aset yang berada di dalam kawasan APL. Ketiga, perlunya sinkronisasi dan harmonisasi terhadap ketidaksesuaian data spasial, tumpang tindih kewenangan, serta duplikasi persyaratan dalam tata ruang dan perizinan investasi di Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan adanya Undang-Undang Administrasi Pertanahan ke depan, kita bisa menyelesaikan persoalan ini,” ujar Ketua Komisi II DPR RI.
Dalam forum ini, materi mengenai arah penyusunan RUU Administrasi Pertanahan dan substansi yang diusulkan dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan. Materi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi untuk melahirkan gagasan yang akan dikaji dan ditindaklanjuti dalam penyusunan RUU Administrasi Pertanahan. (*)
DAERAH
Bentuk Tim Terpadu, Pemkab Merangin Sterilkan Kawasan Inti Geopark
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin bergerak cepat untuk menyelamatkan aset warisan dunia, Geopark Merangin, dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Langkah tegas ini diawali dengan menggelar rapat koordinasi khusus yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, di ruang kerjanya pada Senin, 6 Juli 2026.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan penting yakni pembentukan Tim Terpadu yang akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, unsur keagamaan dan kemasyarakatan.
Sekda Zulhifni mengungkapkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengamankan kawasan inti Geopark yang menjadi bagian paling vital.
”Jadi, ada kawasan inti di Geopark ini lebih kurang 2 kilometer persegi. Ini yang kami rapatkan. Kawasan inti inilah yang harus kita sterilkan dari kegiatan PETI di sini,” ujar Zulhifni.
Zulhifni menambahkan, sebagai payung hukum dan landasan bergerak di lapangan, Pemkab Merangin akan menerbitkan regulasi resmi dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Bupati.
Selain membahas penegakan hukum dan sterilisasi kawasan dari aktivitas penambangan ilegal, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti pentingnya komitmen bersama antar-instansi serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sekitar situs Geopark Merangin.
Pembentukan Tim Terpadu ini diharapkan mampu memberikan dampak instan dan menghentikan kerusakan lingkungan yang kian mengancam kelestarian Geopark. (*)
DAERAH
Pemerintah Pasuruan Beserta Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal
DETAIL.ID, Pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai Pasuruan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam jual beli rokok ilegal. Peredaran rokok tanpa cukai, cukai palsu, atau cukai yang tidak sesuai ketentuan merupakan tindakan pelanggaran hukum.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal memberikan dampak negatif bagi perekonomian daerah, mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai, serta berpotensi memicu tindak kejahatan lain.
“Jual beli rokok ilegal dapat dikenakan sanksi pidana dan administrasi sesuai Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” demikian imbauan resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai.
Bea Cukai menjelaskan, pita cukai merupakan dokumen sekuriti negara yang berfungsi sebagai tanda bahwa kewajiban cukai atas produk tembakau telah dilunasi. Oleh karena itu, keberadaan pita cukai menjadi salah satu indikator utama legalitas sebuah produk rokok.
Masyarakat diminta mewaspadai beberapa ciri rokok ilegal, antara lain menggunakan pita cukai palsu, pita cukai bekas, pita cukai yang tidak sesuai dengan jenis produknya, hingga rokok polos yang dijual tanpa pita cukai.
Selain merugikan negara karena mengurangi penerimaan dari sektor cukai, peredaran rokok ilegal juga dinilai berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Produk tersebut umumnya tidak melalui proses pengawasan dan uji kualitas sebagaimana produk resmi yang beredar di pasaran.
Tanpa ada bantuan dari masyarakat sekitar serta turut berperan aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk peredaran rokok ilegal di lingkungan warga mari kita gempur rokok ilegal dan. Laporan dapat disampaikan melalui kantor Bea Cukai terdekat atau melalui nomor layanan pengaduan 0895-3234-07724.
Reporter: Tina



