Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Bupati Tanjungjabung Barat Hadiri Pengukuhan Pokja Bunda Paud

Published

on

detail.id/, Kualatungkal – Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag, menghadiri acara Pengukuhan Pokja Bunda Paud Kabupaten Tanjungjabung Barat di Balai Pertemuan Kantor Bupati, pada Kamis 23 September 2021. Turut hadir pada pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Bunda Paud Tanjung Jabung Barat, Umy Hj. Fadhilah Sadat tersebut, Ibu Ketua GOW Uni Yati Hairan, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Martunis M Yusuf, beberapa OPD terkait, Bunda Paud Kecamatan dan Pengurus Pokja Bunda Paud Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Acara diawali dengan pembacaan SK dilanjutkan dengan Pembacaan Naskah dan Penandatanganan Naskah Pengukuhan serta Pemasangan PIN oleh Bunda Paud Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bupati Anwar Sadat dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang mulia dan berharga demi meningkatkan pendidikan sejak usia dini.

“Bapak ibu yang akan dinobatkan sebagai Pokja Bunda Paud, saya kira itu tugas mulia dan  berbahagialah bagi mereka yang dinobatkan sebagai pokja paud karena ada garansi yang diberikan oleh Tuhan . Nabi Muhammad SAW mengatakan Allah mengalirkan rahmat kepada orang tua untuk mendidik anak supaya memiliki akhlak, kepribadian dan sikap agar bisa mengabdi kepada orang tua, bangsa dan negara. Itulah jaminan bagi kita karena sesungguhnya rahmat Allah itu sangat banyak dan tidak terbatas,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan pembentukan Pokja Bunda Paud bertujuan untuk membantu anak dan melatih anak dalam konteks pendidikan anak usia dini. Dikatakannya, hal Ini patut menjadi perhatian semua pihak utamanya para orang tua agar memperhatikan pendidikan anak-anak sejak dini mulai dari buaian sampai mereka besar. Sebagai orang tua lanjut beliau, mau atau tidak mau harus dan wajib memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan.

“Ini sebenarnya bermanfaat bagi orangtua yang ingin mengasuh anaknya karena terus terang salah satu kelemahan kita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini adalah tidak berbanding lurusnya pendidikan dan pengetahuan antara orang tua dan anak,” tandasnya.

“Dan ini mungkin yang menjadi persoalan-persoalan bagi Pokja Bunda Paud bagaimana menginisiasi dan mendidik kemudian memperkaya kemampuan dengan bahan bacaan dan literatur karena di Tanjung Jabung Barat ini budaya membaca kita lemah. Itu semua dilakukan agar anak bisa bertumbuhkembang menjadi anak yang kita harapkan di masa yang akan datang. Maka tugas kita yang dikukuhkan sebagai pokja Bunda Paud hari ini dengan garansi dari Allah mengalirkan rahmat kepada Ibu bapak sekalian,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pokja Bunda Paud Kabupaten Tanjung Jabung Tahun 2021 oleh Narasumber dari Balai Pengembangan Paud dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Jambi, Dra. Okdanasmita, M. Pd,. Rakor tersebut juga didampingi oleh Ketua Pokja Bunda Paud Ir. Hj. Heni Purnamawati, M. Pd,I, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Martunis M. Yusuf, S. Pd, M. Pd,.

Reporter: Robby Cahyadi

Advertisement

ADVERTORIAL

Keterbatasan Anggaran Daerah, Gus Fawait Ajak DPRD Jember Lobi Pemerintah Pusat

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 resmi bergulir melalui Rapat Paripurna I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.

Rapat tersebut diikuti 32 dari total 49 anggota dewan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa seluruh program dalam APBD 2027 wajib berpatokan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.

“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tutur Gus Fawait.

Mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, ia meminta para legislator ikut bergerak mengupayakan suntikan dana dari pemerintah pusat.

“Saya mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara APBD dan APBN sangat krusial, terlebih dukungan dana pusat untuk Jember pada tahun ini tergolong signifikan.

“Alhamdulillah, tahun ini anggaran APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya cukup besar dan perlu kita syukuri,” katanya.

Selain persoalan fiskal, Gus Fawait memaparkan penurunan angka pasien di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Kendati grafik kesehatan membaik, warga diimbau tetap menjalankan perlindungan diri sederhana.

“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, tetapi tetap jaga kesehatan. Anak-anak sekolah yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Pasar Tradisional dan Ritel Tak Lampaui HET

DETAIL.ID

Published

on

Tim Satgas Saber Pangan gabungan saat sidak pasar tradisional, Senin (28/9/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan ritel modern di Kabupaten Jember untuk mengecek harga serta ketersediaan pasokan komoditas pangan, Senin, 28 September 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pedagang menjual beras sesuai ketentuan pemerintah sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Sidak ini menerjunkan personel gabungan dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, mengatakan pemeriksaan di Pasar Tanjung berfokus pada dua toko besar, yakni UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.

Di lokasi tersebut, beras premium merek Gokar tercatat dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.

Tim Satgas Pangan selanjutnya melakukan peninjauan ke ritel modern di Lippo Mall Jember.

Di pusat perbelanjaan ini, beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dipatok Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.

“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.

Meskipun tingkat harga terpantau stabil, petugas menemukan ganjalan pada ketersediaan stok.

Pasokan beras medium di ritel modern mulai mengalami keterbatasan, sementara stok beras premium di sejumlah pedagang pasar tradisional menyusut akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.

“Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” ujarnya.

Demi menjaga kelancaran distribusi, Polres Jember mengintensifkan koordinasi bersama Pemkab Jember, Bulog, serta pengelola pasar, sembari rutin memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tetap patuh terhadap aturan HET.

“Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tutur Harry. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas

DETAIL.ID

Published

on

Kepala Dinsos PPPA dan Kepala Diskominfo Jember saat berkunjung ke Kementerian Sosial RI, Rabu (23/9/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.

Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.

Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.

Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.

Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.

“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.

Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.

Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.

Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.

Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.

“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.

Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.

Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs