DAERAH
Gandeng Forkopimda dan Berbagai Elemen, Fordas Sebar dan Tanam 2.500 Bibit Pohon
DETAIL.ID, Tebo – Forum Kooordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kabupaten Tebo, bersama elemen organisasi di Kabupaten Tebo membagikan bibit pohon buah dan penanaman pohon, Kamis 28 Oktober 2021.
Lokasi pembagian bibit buah dipusatkan di depan Eks Polsek Tebo Tengah, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di area Stadion Tebo.
Moment yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Tebo dan Hari Sumpah Pemuda ini bertajuk “Gerakan Menanam Pohon”, dihadiri dan diikuti langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tebo, Sukandar – Syahlan Arfan beserta unsur Forkompinda Kabupaten Tebo.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Fordas Provinsi Jambi, BPDAS Jambi, Ketua Lembaga Adat, MUI, KONI Tebo, NGO dan ormas di wilayah Kabupaten Tebo, serta undangan lainnya.
Pantauan media ini, bagi-bagi bibit pohon buah diberikan langsung kepada warga yang kebetulan melintas di depan eks Polsek Tebo Tengah. Usai pembagian bibit pohon buah, rombongan langsung menuju Stadion Tebo guna melakukan penanaman bibit pohon disekitar stadion.
Hendri Nora, Ketua Fordas Tebo dalam sambutannya menyampaikan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendorong suksesnya kegiatan pembagian bibit dan tanam pohon. Dirinya yakin sekali, dengan kegiatan ini setidaknya dapat berbuat untuk menyelamatkan kondisi aliran sungai yang mengalir dari hulu hingga hilir Batanghari.
“Saya sampaikan juga terima kasih kepada pihak BP DAS Batanghari yang telah memberikan 2.500 bibit pohon buah. Dan ini bakal kita tanam sebagian lagi akan dibagikan ke warga yang memerlukannya,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Fordas Provinsi Jambi Erizal turut mengapresiasikan kepada Fordas Tebo melalui kegiatan positif yakni penanaman pohon. Dirinya mengakui saat ini kondisi aliran sungai Batanghari mulai dari Hulu sungai hingga hilir sangat memerlukan perhatian. Dimana sepanjang aliran sungai Batanghari kata dia sangat sedikit sekali daerah tangkapan air.
“Untuk itu mari sama-dama kita selamatkan daerah aliran sungai dengan melakukan gerakan menanam,” ajak dia.
Hal yang sama juga disampaikan Bupati Tebo H.Sukandar, selain fungsi penyelamatan sungai, perlu juga di Kabupaten Tebo dibuat semacam taman buah. Bukan saja sebagai edukasi, melainkan kata dia, bisa sebagai lokasi wisata buah yang berbasis ekonomi.
“Silahkan saya minta kepada Fordas berkoordinasi dengan pemerintah ciptakan hal positif. Lokasi kita ini (stadion_red) sangat strategis. Masih banyak potensi yang perlu dikembangkan,” kata Sukndar.
Usai meresmikan gerakan menanam pohon, selanjutnya Bupati dan rombongan melanjutkan dengan penanaman bibit pohon buah. Pohon buah Jambi biji dipilih bupati mengingat tanaman tersebut memiliki ketahanan terhadap cuaca dan memiliki manfaat yang besar.
“Ini tolong dijaga dan dirawat hingga benar-benar tumbuh. Mudah-mudahan ini bermanfaat nantinya,” pungkasnya.
Reporter : Syahrial
DAERAH
Potensi Panen Capai Rp 1 Miliar, Bupati M. Syukur Yakin Merangin Jadi Lumbung Pangan Jambi
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan.
Hal ini dibuktikan oleh Bupati Merangin, M. Syukur, saat melakukan Panen Raya Jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis, 2 April 2026.
Lahan milik Pemkab Merangin seluas 27 hektar tersebut berhasil dikonversi menjadi kebun jagung dengan potensi produksi mencapai 5-6 ton jagung pipil per hektar. Total hasil panen kali ini diperkirakan menembus angka 135 hingga 162 ton.
Tidak hanya soal produktivitas, sisi ekonomi dari panen raya ini pun sangat menjanjikan. Dengan harga beli dari Bulog sebesar Rp6.300 per kilogram, BBU Margo Tabir diprediksi mampu meraup nilai produksi Rp850 juta hingga Rp1 miliar.
Bupati M. Syukur menegaskan bahwa keberhasilan di Margo Tabir hanyalah bagian dari peta besar ketahanan pangan Merangin.
Saat ini, Pemkab mengelola total 40 hektar lahan jagung yang dikelola oleh BBU Margo Tabir 27 Hektar, BBU Dusun Tuo8 Hektar, BBU Jangkat 4 Hektar dan BBU Sungai Manau 1 Hektar.
“Kami yakin Kabupaten Merangin bisa menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Jambi. Selain jagung, kita juga memiliki kekuatan di sektor padi dengan luas lahan mencapai 11.692 hektar,” ujar M. Syukur dengan optimis.
Bupati M. Syukur juga menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan sektor pertanian dalam anggaran daerah. Di hadapan para pejabat yang hadir, ia meminta Kepala BPKAD untuk menambah alokasi dana pada pos perubahan.
“Tolong Kepala BPKAD, nanti di perubahan tambah lagi dana untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, tolong dipenuhi. Jika dananya tidak ada, nanti kita cari solusinya,” kata Bupati.
Kegiatan panen raya ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Kepala Dinas terkait (Tanaman Pangan, Kominfo, PMD, Peternakan, dan Ketahanan Pangan), serta pihak Bulog dan BPS.
Kehadiran para stakeholder ini menandakan adanya sinergi kuat untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di Bumi Merangin.
Selain fokus pada jagung, BBU Margo Tabir saat ini juga tengah mengembangkan komoditas lain seperti padi sawah seluas 1,8 hektar, serta tanaman hortikultura seperti cabai dan kacang tanah guna menjaga diversifikasi pangan daerah. (*)
DAERAH
Bupati M. Syukur Instruksikan Pembangunan Industri Hilir Pertanian
DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar di sektor pertanian dengan membangun industri hilir secara mandiri.
Langkah ini diambil guna memutus ketergantungan para peternak lokal terhadap pasokan pakan dari luar daerah yang selama ini membebani biaya produksi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati usai melakukan panen raya jagung di BBU Desa Sido Ruku, Kecamatan Margo Tabir pada Kamis, 2 April 2026.
Bupati M. Syukur menyoroti ketimpangan yang terjadi antara potensi bahan baku dengan realitas di lapangan. Menurutnya, pemerintah memiliki segala instrumen yang dibutuhkan untuk mengelola industri dari hulu ke hilir.
“Jangan mau kalah sama swasta. Pemerintah itu punya SDM, punya sumber dana, kenapa kita tidak bisa mengembangkan industri hilir secara mandiri?” ujar Bupati dengan nada optimis.
Ia menambahkan bahwa tingginya harga pakan dari provinsi tetangga menjadi kendala terbesar bagi keberlangsungan usaha peternak di Merangin.
Dengan memproduksi pakan sendiri, pemerintah tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tani jagung, tetapi juga langsung meringankan beban para peternak.
Dalam arahannya, Bupati membandingkan keberhasilan daerah lain yang mampu memajukan sektor peternakan melalui kemandirian industri pakan.
“Kenapa peternakan ayam petelur di Solok berkembang? Karena mereka bisa produksi pakan sendiri. Begitu juga dengan Linggau dan wilayah lain yang menjadi lumbung perikanan, peternakannya maju karena pakan dan harganya terjamin,” katanya.
Guna merealisasikan visi tersebut, Bupati M. Syukur menginstruksikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor pengembangan industri hilir ini.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti gudang dan lahan yang luas sudah tersedia, sehingga yang dibutuhkan saat ini hanyalah komitmen eksekusi.
“Kita punya fasilitas, gudang ada, lokasi luas, SDM ada, tinggal lagi komitmen. Tolong BPKAD, anggarkan untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, masukkan dalam anggaran,” tuturnya. (*)
DAERAH
Pemkab Merangin Ikuti Entry Meeting BPK, Penertiban Aset jadi Sorotan
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi memulai tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Hal ini ditandai dengan partisipasi Bupati Merangin, M. Syukur dalam agenda Entry Meeting Pemeriksaan yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara virtual pada Kamis, 2 April 2026.
Bertempat di Aula Kantor BPKAD Merangin, Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Hadir pula secara langsung Ketua Tim BPK Merangin, Yohanes Harry Kusmono Agung Christyanto, untuk memulai proses audit tersebut.
Dalam pengarahannya via Zoom Meeting, tim pemeriksa BPK menekankan pentingnya akuntabilitas, ketepatan waktu penyajian data, serta penguatan komitmen transparansi agar seluruh pertanggungjawaban anggaran berjalan objektif.
Bupati Merangin, M. Syukur menegaskan bahwa Pemkab Merangin akan bersikap kooperatif dan terbuka selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk segera menyiapkan dokumen yang dibutuhkan tanpa menunda-nunda.
Secara khusus, Bupati menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah merapikan manajemen aset daerah, mulai dari kendaraan dinas, tanah pemda, hingga rumah dinas yang masih dikuasai oleh pihak yang tidak berwenang.
“Kami sangat concern mengenai aset-aset ini. Banyak aset kita yang tercatat secara administratif, namun di lapangan sudah berpindah tangan ke orang lain. Padahal aset tersebut sudah puluhan tahun dibiayai pemerintah, seperti pembuatan taman dan lainnya,” ujar Bupati M. Syukur.
Bupati juga menyoroti adanya kelalaian di masa lalu yang menyebabkan munculnya sertifikat sekunder di atas lahan milik pemerintah. Ia mengapresiasi dorongan dari tim pemeriksa BPK untuk memprioritaskan penertiban hak-hak aset pemerintah daerah.
“Ini mungkin ada kelalaian di masa lalu, tapi kami berterima kasih atas dorongan soal aset ini. Kita harus memperhatikan aset-aset yang memang menjadi hak pemerintah. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik selama proses audit ini,” ujarnya. (*)



