Connect with us
Advertisement

DAERAH

Pasca Penyerangan di Sarolangun, Kapolres Merangin Minta Warga SAD Tenang

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Pasca penyerangan warga SAD terhadap tiga security PT JAW, di Sarolangun beberapa hari lalu, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan minta  Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) yang berdomisili di Kabupaten Merangin tenang dan dapat mengondisikan para warga lainnya.

Kapolres Merangin mengumpulkan para Temenggung yang mendiami di sejumlah daerah di wilayah Polres Merangin dan para Temenggung dikumpulkan di halaman Polres Merangin.

“Saya minta kepada tamenggung untuk dapat menenangkan warganya, kita tahu beberapa hari lalu ada insiden di Sarolangun. Saya minta agar tidak terpancing isu yang menyesatkan,” ungkap Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan Selasa 2 November 2021.

Selain itu Kapolres Merangin juga mengimbau kepada Suku Anak Dalam, untuk menyerahkan senjata api rakitan yang masih dimiliki untuk berburu, sehingga tidak ada lagi yang bisa disalahgunakan selain berburu.

“Kita himbau Temenggung dan juga warga SAD yang masih memiliki senjata api rakitan agar bisa diserahkan kepada kami, dan penyerahan senpi  bisa melalui Babinkamtibmas daerah Polsek masing-masing,” ucapnya.

Kapolres juga memberikan penjelasan, jika ada SAD yang mengalami permasalahan di lapangan, silahkan  melaporkan ke Polsek dan Polres.

“Kalau ada permasalahan, silakan lapor ke polisi. Sehingga penangangan masalah bisa sesuai dengan prosedur hukum,” ujarnya lagi.

Kapolres juga memberikan perhatian kepada warga SAD yang bersekolah dan bercita-cita menjadi polisi. Pihaknya siap membantu mewujudkan cita-citanya.

“Jika ada anak-anak SAD yang bercita-cita masuk polisi dan memenuhi syarat kita akan prioritaskan untuk masuk polisi,” ujarnya singkat.

Sementara dari pantauan di lokasi, pertemuan antara Kapolres Merangin dan warga SAD terlihat begitu akrab dan dipenuhi dengan suasana kekeluargaan.

Reporter: Daryanto

DAERAH

Bondowoso Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama, Kepesertaan JKN Tembus 99 Persen

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Bondowoso menerima penghargaan UHC Awards 2026. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Bondowoso — Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menerima Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Pratama dari BPJS Kesehatan pada ajang UHC Award di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bondowoso yang mencapai 785.605 jiwa atau 99,02 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta 79,99 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Jember, Yessy Novita, menyebut Bondowoso masuk dalam 397 kabupaten/kota yang mencapai target cakupan semesta jaminan kesehatan.

“Penduduk Bondowoso telah dibiayai oleh Pemda dalam Program JKN. Capaian ini sangat bermanfaat, karena kini hampir 80% masyarakat Bondowoso dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala. Maka dari itu, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya. Capaian UHC ini menjadi bukti nyata komitmen dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan dukungan DPRD beserta seluruh stakeholder terkait,” tutur Yessy.

Ia juga menguraikan berbagai layanan digital BPJS Kesehatan yang dapat diakses peserta JKN.
“Untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJS Kesehatan menghadirkan fitur antrean online, informasi ketersediaan tempat tidur melalui dashboard, dan berbagai layanan lainnya yang dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN. Kami juga menyediakan Pelayanan Administrasi melalui Wahtsapp (PANDAWA) di WhatsApp 0811-8165-165 dan BPJS Kesehatan Care Center 165. Jika ada kendala, masyarakat dapat menyampaikannya melalui saluran tersebut. Harapannya, seluruh layanan BPJS Kesehatan semakin mudah diakses dan responsif bagi masyarakat,” ujar Yessy.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menilai capaian tersebut sebagai bukti kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar warga.

“Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Dengan tercapainya UHC di Bondowoso, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa khawatir terhadap biaya saat membutuhkan layanan kesehatan. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Ra Hamid.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Bersama, kita wujudkan Bondowoso yang sehat, mandiri, dan unggul,” tuturnya.

Reporter: Zainul Hasan

Continue Reading

DAERAH

Gus Fawait Terima UHC Awards 2026, Cakupan JKN Jember Tembus 99,07 Persen

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima penghargaan UHC Awards 2026, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pemerintah Daerah Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jember, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan karena capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Jember yang mencapai 2.601.111 jiwa atau 99,07 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,02 persen.

Capaian ini menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu wilayah yang memenuhi target UHC Prioritas Program JKN.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang adil, mudah diakses, dan berpihak pada seluruh masyarakat Jember. Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, jajaran pemerintah, dan masyarakat Jember atas kerja sama dan kepercayaannya. Komitmen kami jelas kesehatan adalah hak semua warga,” kata Gus Fawait.

Ajang UHC Awards Tahun 2026 diikuti oleh 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota.

Penghargaan ini merupakan apresiasi BPJS Kesehatan kepada kepala daerah atas dukungan terhadap perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi lintas sektor dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029,” ucap Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan posisi UHC dalam agenda pembangunan nasional dan global.

“Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030,” ujar Ghufron.

Penguatan layanan JKN turut didorong melalui digitalisasi pelayanan BPJS Kesehatan.

“Peserta JKN juga dapat memanfaatkan antrean online saat hendak mengakses layanan di fasilitas kesehatan, kapan pun dan di mana pun. Bahkan ada juga fitur i-Care JKN, yang dapat melihat riwayat pelayanan peserta JKN di fasilitas kesehatan dalam kurun waktu satu tahun, yang memudahkan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan cepat dan tepat,” kata Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan peran strategis Program JKN dalam kehidupan bernegara.

“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera, dan unggul,” ujarnya.

Cak Imin juga menyampaikan target pemerintah terkait cakupan kepesertaan.

“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Selain perluasan cakupan, pemerintah agar mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” kata Cak Imin.

Penghargaan UHC Awards 2026 diberikan dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading

DAERAH

Sebut Bupati Syukur Rajo yang Bijak, Tumenggung Jon: Kami Mau Ikuti Arahannya

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Merangin, M Syukur saat duduk bersama dengan masyarakat adat Suku Anak Dalam. (ist)

DETAIL.ID, Merangin – Suasana di Kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Merangin pada Selasa, 27 Januari 2026 terasa berbeda. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Merangin M. Syukur duduk beralaskan karpet dan terpal, bercengkerama akrab, “duduk bersinggung lutut” dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) di bawah rindangnya pepohonan

Momen hangat ini memicu haru sekaligus apresiasi mendalam dari Kepala SAD Desa Mentawak, Tumenggung Jon. Di hadapan perwakilan Kementerian Sosial dan jajaran Forkopimda, Tumenggung Jon menyebut M. Syukur sebagai sosok “Rajo” (pemimpin) yang bijak dan paling peduli pada nasib warga rimba.

Tumenggung Jon mengungkapkan bahwa selama ini warga SAD jarang mendapatkan perhatian langsung secara tatap muka dari pucuk pimpinan daerah.

“Jujur, selama ini pendidikan atau arahan seperti ini tidak pernah kami dapatkan dari bupati sebelumnya. Baru Pak Syukur yang mau duduk langsung seperti ini dengan kami,” ujar Tumenggung Jon yang disambut riuh tepuk tangan warga.

Ia menegaskan komitmen seluruh warga SAD untuk mengikuti arah pembangunan yang dicanangkan pemerintah daerah. “Kalau pemimpinnya bijak seperti Pak Syukur, kami siap mengikuti arahannya. Kami berterima kasih kepada para ‘Rajo’ yang hadir hari ini,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja bersama Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kemensos RI tersebut, Bupati M. Syukur menyampaikan tiga poin penting untuk masa depan warga SAD.

Pertama, Bupati dengan tegas melarang warga SAD ikut terlibat dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kedua, di hadapan Direktur PKAT Kemensos, I Ketut Supena dan 15 Tumenggung warga SAD, Bupati M. Syukur telah mengusulkan pemberdayaan warga SAD melalui budi daya keramba ikan di kawasan Dam Betuk.

Ketiga, Bupati M. Syukur meminta kepada para Tumenggung untuk mewajibkan setiap anak SAD bersekolah. Ia juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada setiap anak SAD yang mau bersekolah.

Reporter: Daryanto

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs