Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Ajak Provinsi Tetangga Berkolaborasi Membangun Negeri

Published

on

detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris,S.Sos.,M.H., mengajak pemerintah daerah provinsi tetangga berkolaborasi dalam membangun negeri ini, khususnya membangun Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menggelar silaturahmi dalam rangka Makan Malam Menyambut Tokoh dan Tamu Undangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 65 Provinsi Jambi Tahun 2022, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Rabu, 5 Januari 2022 malam.

“Alhamdulillah malam hari ini kita sangat bahagia karena para tamu undangan sudah banyak yang hadir. Terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Drs.La Ode Ahmad,Ap.MSi., Duta Besar Indonesia untuk Rumania dan Moldovo Dr.Anhar Azeth., Konsultan Turki dan Ketua Umum PKBSI Dr.H.Rahmad Syah., Plt.Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Joni Mardizal., Sekretaris Badan Geologi Nasional, Dr.Ediar Usman., Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah., Ketua BMKJ Nasional Irjen Pol. Dr. Safril Nursal, Direktur Politeknik STIA LAN Dr.Joni Dawud, Dea., dan Perwakilan Gubernur se-Sumatra serta banyak lagi yang belum disebutkan satu persatu,” ujar Al Haris.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya sangat mengapresiasi kedatangan Bapak dan Ibu, yang telah meringankan langkah dan meluangkan waktu untuk datang ke Provinsi Jambi. Ini merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat Jambi,” ucap Al Haris.

Al Haris mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi sengaja mengundang semua dalam rangka peringatan HUT ke-65 Provinsi Jambi, karena selama covid-19 melanda negeri ini, semua merasa terkurung dengan situasi pandemi, di mana jiwa dan hati merasa ketakutan yang luar biasa.

“Membuat kita terjebak dan tidak berpikir akan dunia luar, baik undangan dan berkumpul, sesuatu pekerjaan harus kita lakukan secara jarak jauh dan online,” kata Al Haris.

Al Haris mengharapkan, kedatangan para tokoh dan tamu di Provinsi Jambi dapat memberikan manfaat terhadap pembangunan Provinsi Jambi, karena saat ini Pemerintah Provinsi Jambi dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, yang selanjutnya berdampak terhadap peningkatan kemajuan dan daya saing daerah, sehingga kemajuan daerah tersebut turut berkontribusi terhadap kemajuan nasional.

“Pemerintah Provinsi Jambi mengajak semua tokoh dan tamu yang hadir dapat menjalin kerja sama di segala bidang guna membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam upaya meningkatkan pembangunan, perekonomian dan pendapatan masyarakat Jambi,” tutur Al Haris.

Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri, Drs.La Ode Ahmad,Ap.,M.Si., mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah berusia 65 tahun, waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi, dan melihat potensi Jambi ke depannya.

“Kita mengetahui Provinsi Jambi memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari perkebunan, gas, minyak bumi dan batu bara. Kita harus memanfaatkan potensi yang ada, jangan sampai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada,” kata La Ode.

“Kita harus melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan daerah lainnya, karena Bapak Gubernur sudah memantapkan visi dan misinya selama lima tahun ke depan. Saat ini prestasi yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Jambi sangat luar biasa antara lain, setiap tahun selalu mendapatkan opini WTP, selalu masuk dalam nominasi inovasi daerah dan selalu masuk zona hijau dalam pelayanan publik,” ujar La Ode.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Mendikdasmen RI Resmikan 124 Sekolah Hasil Revitalisasi APBN 2025 di Jember, Gus Fawait Kembali Ajukan 300 Sekolah Tahun Ini

DETAIL.ID

Published

on

Peresmian 124 sekolah di SMPN 1 Balung, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meresmikan 124 sekolah hasil program revitalisasi APBN 2025 di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu sore, 21 Februari 2026.

Program tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar dan mencakup perbaikan ruang kelas, toilet, laboratorium, serta sarana penunjang pembelajaran.

Abdul Mu’ti hadir bersama Bupati Jember Muhammad Fawait dan melakukan peresmian secara simbolis.

Selain pembenahan fisik, sekolah penerima juga memperoleh perangkat interactive flat panel untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Secara nasional, Kemendikdasmen menjalankan program revitalisasi 2025 dengan anggaran Rp16,9 triliun dan menjangkau sekitar 16 ribu sekolah.

Pada 2026, pemerintah pusat menyiapkan Rp14 triliun untuk melanjutkan program tersebut.

“Revitalisasi ini, tahun depan Insya Allah akan tetap kita laksanakan dengan sistem swakelola. Harapan kami, secara bertahap sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia sudah selesai direvitalisasi,” ucapnya.

Bupati Muhammad Fawait menyampaikan saat awal menjabat, lebih dari 1.500 gedung sekolah di Jember berada dalam kondisi rusak berat.

Pemkab Jember mengajukan perbaikan ke Kemendikdasmen RI hingga 124 sekolah memperoleh program revitalisasi pada 2025.

“Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo, Kabupaten Jember menerima program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia,” kata Bupati Fawait dalam sambutannya.

Tahun ini, Pemkab Jember kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah untuk memperoleh bantuan serupa.

Pemerintah daerah berharap program tersebut meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mencetak generasi unggul di Jember.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading

ADVERTORIAL

Setahun Gebrakan Gus Fawait: Membedah Transformasi Jember dari Pusaran Utang Menuju Kebangkitan Ekonomi

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Tepat pada 20 Februari 2026, Kabupaten Jember memperingati satu tahun kepemimpinan Bupati Mohammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait.

Gus Fawait pertama kali dilantik oleh Presiden setahun silam, di mana ia harus menghadapi realitas pahit berupa angka kemiskinan yang stagnan dan beban utang daerah yang menumpuk.

Saat pertama menjabat, Gus Fawait langsung melihat kemiskinan absolut Jember yang menduduki peringkat nomor dua di Jawa Timur, dengan angka kemiskinan ekstrem yang termasuk tertinggi selama sepuluh tahun terakhir tanpa penurunan signifikan di bawah angka 200 ribu jiwa.

Dampak dari kondisi ekonomi ini merembet ke segala lini, mulai dari tingginya angka stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB), hingga ribuan gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Gus Fawait di awal masa jabatannya adalah kondisi sektor kesehatan yang berada di ambang kolaps.

Fakta saat ia dilantik, terdapat beban utang sekitar Rp214 miliar dari tiga rumah sakit daerah (RSD), bahkan ketersediaan oksigen medis saat itu hanya cukup untuk bertahan selama 15 hari.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Gus Fawait langsung membuat kebijakan dengan membatalkan pengadaan mobil dinas dan memangkas belanja birokrasi yang tidak berdampak langsung pada rakyat demi menyelamatkan pelayanan dasar.

Prioritas utama dialihkan pada pencapaian Universal Health Coverage (UHC), yang kini telah menjamin 96,5 persen warga Jember dalam akses kesehatan.

Hasil dari lobi intensif Gus Fawait ke pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan tersebut mulai terasa sejak 1 April, di mana masyarakat Jember kini bisa berobat gratis tanpa perlu lagi mengurus surat keterangan miskin.

Luar biasanya, kebijakan ini justru menyehatkan keuangan rumah sakit, seperti RSD dr. Soebandi yang pendapatannya melonjak dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar pada Januari 2026.

Transformasi Jember dalam setahun terakhir juga menyentuh sektor transportasi dan pariwisata yang sempat mati suri.

Gus Fawait berhasil menghidupkan kembali Bandara Notohadinegoro dengan melayani rute penerbangan langsung Jember-Jakarta dan Jember-Bali sebagai upaya membuka gerbang investasi seluas-luasnya.

Di sektor pariwisata, mulai 2 Januari 2026, ikon wisata Watu Ulo dan Papuma resmi diintegrasikan dalam satu pintu masuk dengan tarif tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp12.500 per orang, demi memudahkan akses wisatawan dan mengoptimalisasi pengelolaan kawasan.

Komitmen religius juga menjadi pilar utama, di mana lebih dari 22.000 guru ngaji kini mendapatkan insentif Rp1,5 juta per tahun yang disalurkan secara langsung tanpa potongan, tanpa antre, dan tanpa perantara sebagai bentuk penghormatan terhadap pendidik karakter generasi muda.

Di bidang administrasi dan pendidikan, Gus Fawait melakukan revolusi melalui program Peta Cinta yang memungkinkan pencetakan KTP cukup di tingkat kecamatan, menyelesaikan masalah kekosongan blanko yang terjadi sejak tahun 2019.

Di sektor pendidikan, ia menghapus stigma dengan mengganti istilah “beasiswa miskin” menjadi afirmasi ekonomi, termasuk memberikan beasiswa khusus santri yang telah menjangkau hampir 8.000 anak untuk melanjutkan kuliah.

Menariknya, di tengah penurunan dana transfer dari pusat, Gus Fawait justru berani membebaskan biaya parkir dan menurunkan retribusi pasar demi menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui program Mlijo Cinta.

Meski memberikan banyak kelonggaran fiskal bagi rakyat kecil, ia mampu membuktikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru naik sekitar 32 persen berkat keberhasilan menekan kebocoran anggaran.

“Ke depan, saya ingin perizinan makin cepat. Targetnya kalau bisa satu hari selesai. Kita siapkan pengembangan mal pelayanan publik di beberapa titik. Saya ingin investasi masuk lebih cepat supaya lapangan kerja terbuka dan kemiskinan bisa ditekan,” kata Gus Fawait sembari menatap masa depan penuh optimistis.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jember Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Gus Fawait Siapkan MPP hingga Pelosok Desa

DETAIL.ID

Published

on

Pemerintah Kabupaten Jember menerima predikat Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI. (Foto: Diskominfo Jember for DETAIL.ID)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menerima predikat Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia atas Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024, bertepatan dengan hari pertama Ramadan.

Ombudsman Republik Indonesia menganugerahkan penilaian tersebut kepada Pemkab Jember sebagai daerah dengan kualitas pelayanan publik tertinggi pada 2024.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan rasa syukur atas capaian itu dan mengapresiasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember.

“Alhamdulillah, di hari pertama Ramadan ini, kami menerima kado istimewa berupa penghargaan dari Ombudsman RI. Pemkab Jember dinilai memiliki kualitas pelayanan publik tertinggi. Bagi kami, ini bukan sekadar penghargaan, tapi vitamin dan penyemangat bagi seluruh jajaran untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Gus Fawait.

Ia menegaskan, jajarannya tidak berhenti pada capaian tersebut.

Ia mengakui masih ada celah yang perlu diperbaiki, terutama akses pelayanan di wilayah pelosok.

Sebagai langkah pada 2025, Pemkab Jember merencanakan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di sejumlah titik strategis tingkat desa dan kecamatan agar layanan lebih dekat dengan warga.

“Jember ini wilayahnya sangat luas dan penduduknya banyak. Adil itu berarti pelayanan harus dekat dengan warga desa. Kami merencanakan pembangunan MPP di beberapa titik ujung, seperti Kecamatan Jombang di wilayah barat, Tanggul, Mayang di timur, hingga Sukowono atau Kalisat di utara,” ujarnya.

Ia juga mengulas inovasi di sektor Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang memudahkan warga mengurus dokumen tanpa harus ke pusat kota.

“Ikhtiar kami adalah mempermudah urusan rakyat. Saat ini, pengurusan hingga pencetakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah bisa dilakukan langsung di kantor kecamatan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ucapnya.

Di akhir keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Ombudsman RI dan masyarakat Jember.

“Terima kasih kepada seluruh ASN dan masyarakat Jember yang telah berjuang bersama. Insya Allah, ke depan kita akan terus berinovasi untuk melompat lebih jauh, memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat, tapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,” tuturnya.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs