ADVERTORIAL
Bahas Masalah PTT Hingga ASN, Bupati MFA: Jika Istri Camat Tak Support Cari Tempat Lain
detail.id/, Muara Bulian – Sebelumnya sempat jadi sorotan masalah Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Batanghari. Terkait hal tersebut, Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menyebutkan, adapun masalah PTT memang sengaja dibuat secara bertahap, karena Pemkab melihat dulu kebutuhan ril seberapa besar.
Selain itu kata Fadhil Arief, dengan kurangnya tenaga PTT dirinya juga mau melihat bagaimana kerjanya ASN. “Sejak PTT dikurangi pandai-pandai saja pegawai ini berkerja, mau tidak mau dia (red-pegawai) bekerja,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, agar Kadis Kominfo Batanghari untuk terus memantau absen bagi pegawai.
” Kadis Kominfo saya minta absen jangan sampai bobol, kemarin ada yang berfoto dalam mobil. Dan tolong ditingkatkan lagi keamanannya,” kata Fadhil.
Fadhil Arief juga menyebutkan, seorang pegawai harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap jabatannya. Terutama bagi setiap para Camat yang memiliki wilayah harus siap dan stanby diwilayah kerjanya.
” Bagi camat yang istrinya tidak ikhlas ya sudah, kita cari tempat lain. Karena Camat ini jabatan kewilayahan. Dia (red-camat) harus sepaket dengan istrinya Lurah juga begitu, ” ujar Fadhil Arief.
Lanjut Fadhil Arief, sama halnya dengan jabatan Sekda, Wakil Bupati, dan Bupati yang selalu melekat dengan istrinya.
” Kalau Kadis maupun Kabid tidak melekat amat istinya dengan jabatannya,” sebutnya.
Bupati Fadhil Arief juga menambahkan, pada saat kita sadar, ternyata seorang istri camat tidak cukup mensuport diri kita untuk menjadi camat.
” Ya sudah mau di apakan lagi, berarti istri gak pingin suaminya jadi orang besar. Apa aku (camat) ganti istri baru apa pindah jabatan lain,” canda Fadhil sambil gelak tawa saat acara pelantikan pejabat belum lama ini.
Lanjut Fadhil Arief, sesungguhnya camat itu jabatan luar biasa. Untuk itu nikmati saja. Tapi kalau istri kita tidak support jangan dipaksa.
” Jangan sampai gara-gara itu rumah tangga kita retak,” ujar suami Zulva itu.
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Jamin Kontrak Aman, Siap Sambut Peralihan PPPK ke PNS
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan tidak pernah ada pemutusan kontrak bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK Paruh Waktu di lingkungan pemerintahan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, pemkab terus berkomitmen menjaga keberlangsungan status dan kepastian nasib para pegawai.
Langkah ini beriringan dengan apresiasi yang disampaikan Pemkab Jember kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pimpinan DPR RI atas arah kebijakan nasional.
Kebijakan tersebut membuka peluang peralihan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dengan pembiayaan anggaran pusat, serta rencana pengangkatan lanjutan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Gus Fawait menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memproses seluruh kebutuhan administratif demi kelancaran transisi status kepegawaian.
“Pemerintah daerah berprinsip untuk terus mengamankan dan menjamin kepastian nasib para pegawai. Kami sangat bahagia dan bangga atas kebijakan Pak Presiden,” ujar Gus Fawait.



