ADVERTORIAL
Cakap Ketua Edi: BLT Sebagai Solusi yang Dibutuhkan Emak-emak
detail.id/, Jambi – Kita semua sedang dalam kondisi sulit. Salah siapa? Tidak sesiapa. Semua mengalami ini. Jadi, ya, tak perlu cari-cari kesalahan kepada siapapun, bukan?
Sejak pandemi covid-19 melanda negeri ini termasuk Provinsi Jambi, ekonomi langsung berpengaruh kepada semua sektor dan profesi. Petani, pekerja swasta, pengusaha bahkan profesi lain, seketika mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Sebagian malah ambruk sampai ke dasar.
Pekerja banyak yang tiba-tiba jadi pengangguran akibat PHK di mana-mana. Petani dan pengusaha kehilangan pendapatan karena daya beli masyarakat anjlok. Lalu rantai masalah ini kian terbuhul menjadi benang kusut akibat pandemi yang menahun.
Setelah dua tahun mengalami penurunan ekonomi, dan kita akan bangkit, tiba-tiba kondisi dunia berubah. Perang Rusia – Ukraina yang sangat jauh dari negeri kita, lambat laun membawa dampak negatif bagi kita semua.
Harga minyak goreng naik bahkan sempat langka, gara-gara Eropa yang terimbas perang Rusia-Ukraina, kesulitan mendapat pasokan minyak goreng. Ini membawa dampak besar bagi pasar minyak goreng dunia. Barang satu ini menjadi salah satu produk buruan bagi negara-negara maju.
Sampai ke kita bukan masalah ini? Tentu sampai. Lihat, sebulan lalu, kelangkaan minyak goreng melanda negeri ini. Emak-emak sampai turun ke mini market-mini market, mal-mal, swalayan-swalayan demi mendapatkan minyak goreng yang cukup untuk menghidupi dapur rumah tangga.
Saya sampai mau menangis melihat kondisi ini. Tetapi mau apa dikata. Semua ini tak bisa dihindarkan. Dunia yang membuat emak-emak dan dapur kita “meringis”.
Melihat kondisi memprihatinkan ini, pemerintah dengan semua aparaturnya dari segala jenjang turun tangan. Bergegas mencari solusi. Semua sektor dilibatkan. Akhirnya kelangkaan minyak goreng lambat laun bisa teratasi. Walau harganya belum teratasi secara maksimal.
Namun belum menghirup nafas lega, tiba-tiba harga minyak dunia meroket. Bahan bakar minyak di Indonesia ikut naik. Imbasnya, lagi-lagi kita, rakyat Indonesia termasuk Provinsi Jambi.
Mulai dari BBM Dexlite, terpaksa dinaikkan Pertamina. Menyusul minyak Pertamax juga naik. Akibatnya motor dan mobil masyarakat membengkak biaya pembelian bahan bakarnya.
Efek domino kenaikan bahan bakar minyak ini, membuat bahan kebutuhan pokok yang notabene disalurkan lewat darat yang tentunya menggunakan kendaraan, otomatis ikut naik harganya. Dampaknya, bisa kita rasakan bersama, dapur emak-emak kembali “meringis”.
Emak-emak menjerit! Kita terjepit!
Pemerintah lagi-lagi bekerja keras mengatasi masalah ini. Di tengah keterbatasan anggaran dan tumpukan masalah, pemerintah kita terpaksa membuat keputusan-keputusan cepat. Harus segera! Kalau tidak, rakyat akan menderita, atau bisa dibilang, rakyat yang tadinya melarat kini bisa sekarat.
Tak ada pilihan lain. Solusi tercepat adalah menggelontorkan banyak bantuan langsung tunai (BLT).
Di tengah mengatasi covid-19 dan dampaknya, pemerintah RI menggelontorkan berbagai bantuan dan subsidi. Mulai dari bantuan Covid, bantuan pra kerja, bantuan subsidi upah, bantuan subsidi kredit macet dan banyak bantuan lain.
Bantuan-bantuan ini berhasil sampai ke masyarakat. Tak percaya? Lihat, kondisi Indonesia relatif aman dan kondusif bukan? Ini berkat bantuan yang cepat digelontorkan pemerintah ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih ringan menjalani hidup di tengah pandemi covid yang menjepit semua.
Lalu minyak goreng yang harganya naik. Pemerintah lagi-lagi dengan cepat menggelontorkan bantuan langsung tunai minyak goreng. Sasarannya masih sama, kini termasuk UKM-UKM yang produktif dan terpengaruh dengan kenaikan harga minyak goreng ini.
Bantuan-bantuan ini seyogianya cepat dikucurkan oleh instansi turunan terkait. Harus cepat, kawan! Supaya masyarakat kita bisa terselamatkan dari kondisi menyulitkan ini.
Lalu apalagi? Tunggu saja. Ya, bersabar saja. Percayalah kepada pemerintah kita yang kini sedang berpikir dan bekerja keras untuk kita.
Yang jelas, kita kawal bantuan-bantuan itu agar tepat sasaran. Karena ini solusi yang sangat dibutuhkan emak-emak yang dapurnya terancam.
Edi Purwanto,
Ketua DPRD Provinsi (juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jambi)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Instruksikan Faskes Jember Siaga Hadapi Risiko Kesehatan saat Lebaran
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah ini berada dalam kondisi siaga selama masa libur Idulfitri, Senin, 23 Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Jember merealisasikan langkah ini untuk menghadapi potensi peningkatan gangguan kesehatan masyarakat akibat perubahan pola konsumsi makanan saat Lebaran.
Gus Fawait menjelaskan, setelah menjalani puasa Ramadan masyarakat biasanya memasuki masa penyesuaian pola makan.
Tradisi silaturahmi atau ngelencer membuat masyarakat sering menikmati berbagai hidangan khas Lebaran yang banyak mengandung santan.
“Kita tahu setelah puasa ada masa peralihan. Apalagi ditambah budaya ngelencer (silaturahmi, Red), di mana hidangan banyak mengandung santan dan berbagai jenis makanan lainnya. Biasanya ini memicu peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan,” kata Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah agar tetap memberikan pelayanan selama libur panjang.
Tenaga medis serta armada ambulans berada dalam posisi siaga untuk melayani masyarakat.
“Saya akan turun langsung ke beberapa fasilitas kesehatan untuk meninjau kesiapan. Puskesmas daerah setempat hingga rumah sakit Pemerintah sudah kita siagakan total,” ujar Gus Fawait.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan wisata yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran.
“Intinya seluruh kewajiban pemerintah sudah direalisasikan agar masyarakat bisa lebaran dengan tersenyum dan tenang,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Minta Puskesmas di Sekitar Wisata Jember Siaga Selama Libur Lebaran
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, meminta puskesmas di sekitar kawasan wisata menyiagakan ambulans dan tenaga medis selama periode libur Lebaran, Jumat, 20 Maret 2026.
Instruksi tersebut ia sampaikan kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana agar layanan kesehatan tetap tersedia di lokasi yang berpotensi mengalami lonjakan kunjungan wisatawan.
“Saya minta puskesmas, khususnya yang di sekitar wilayah wisata, kiranya nanti untuk bersiap siaga terkait masalah ambulans apabila dibutuhkan oleh masing-masing objek wisata di Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait juga meminta perhatian khusus pada kawasan wisata yang diperkirakan dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
“Jangan sampai ada daerah-daerah yang menjadi pusat titik kumpul massa malah tidak ada ambulans dan tenaga medisnya. Terutama Papuma dan Watu Ulo ini akan membeludak sehingga perlu dukungan penuh untuk memastikan mereka standby di sana,” ujarnya.
Penyiagaan tenaga medis dan ambulans di kawasan wisata tersebut bertujuan memastikan wisatawan dan masyarakat sekitar memperoleh layanan kesehatan dengan cepat ketika terjadi keadaan darurat selama masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jember, Muhammad Zamroni, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memetakan sembilan titik strategis yang menjadi fokus penyiagaan layanan kesehatan selama masa libur.
“Penyiagaan personel medis ini dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026,” ucap Zamroni.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas meliputi Alun-alun Jember, Kecamatan Puger dan kawasan sekitarnya seperti Pondok Dalem dan Paseban, serta destinasi wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Ajak Warga Jember Manfaatkan Layanan Publik Gratis
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengajak warga memanfaatkan berbagai layanan publik gratis saat Safari Ramadan di Kecamatan Ledokombo, Selasa, 17 Maret 2026.
Gus Fawait menggunakan agenda tersebut untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program layanan yang dapat diakses warga Kabupaten Jember tanpa biaya.
Dalam rangkaian kegiatan itu, ia berdialog dengan berbagai elemen masyarakat di Ledokombo.
Ia juga menyerahkan santunan kepada anak yatim serta meresmikan pemasangan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu.
Gus Fawait menguraikan bahwa sebagian warga masih belum mengetahui hak mereka dalam mengakses layanan publik yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Kabupaten Jember ini memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Ternyata di lapangan, masih banyak warga yang belum tahu kalau ada program pengobatan gratis hanya dengan KTP, pembuatan dokumen kependudukan yang mudah, dan lain sebagainya,” ujar Gus Fawait.
Melalui Safari Ramadan tersebut, ia juga memberi penjelasan mengenai program Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga memperoleh layanan pengobatan gratis cukup menggunakan KTP.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberi kemudahan dalam pengurusan berbagai dokumen administrasi kependudukan.
Selain layanan kesehatan dan administrasi kependudukan, sosialisasi tersebut turut membahas isu lain di masyarakat, antara lain pencegahan pernikahan dini, penurunan angka stunting, serta persoalan infrastruktur.
Pada akhir kegiatan, Gus Fawait mengajak warga memanfaatkan layanan pengaduan Wadul Gus’e untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, mulai dari warga miskin yang belum menerima bantuan hingga kendala pelayanan publik di Kabupaten Jember.



