Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Safari Ramadhan di Desa Tangkit Baru, Pemkab Muaro Jambi Peringati Nuzulul Quran

Published

on

DETAIL.ID, Muarojambi – Senin 18 April 2022, Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro, S.E., M.Tr.IP, didampingi Sekda Muaro Jambi Budi Hartono, MT, dan jajaran Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi beserta staf, melaksanakan safari ramadhan 1443 hijriyah  di Masjid As-Sidqiyah Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Turut serta hadir dalam agenda tersebut jajaran Forkopimda Muaro Jambi, Ketua Baznas Muaro Jambi, Ketua Forum Da’i Muaro Jambi, Camat Sungai Gelam, Danramil Sungai Gelam, Kapolsek Sungai Gelam, Kepala Desa Tangkit Baru, Ketua Masjid As-Sidqiyah, Ust. Antoni selaku penceramah, Tokoh Masyarakat, dan para jama’ah masjid warga Desa Tangkit Baru.

Dalam Sambutannya, Kepala Desa Tangkit Baru Andi Baharu Alam, SE, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati beserta jajaran yang telah menyambangi warga masyarakat desanya pada kesempatan Safari Ramadhan di Tahun ini. Dirinya juga mengapresiasi kinerja Bupati dan Jajaran selama memimpin, disampaikannya bahwa warga masyarakat Desa Tangkit Baru sangat terbantu dengan adanya program sertifikasi tanah, serta kini sedang berjalan proses pembangunan jalan desa.

“Terima kasih Ibu Bupati, selama beberapa tahun ibu memimpin, alhamdulillah sekarang Ibu bisa berkesempatan hadir di tengah-tengah masyarakat kami pada momen yang diberkahi ini. Kami warga Desa Tangkit Baru sangat terbantu sekali dengan program-program Ibu Bupati, seperti sertifikasi tanah, sekarang juga sedang dalam proses untuk pembangunan jalan desa ini, serta program-program bantuan lainnya”, ungkapnya.

Camat Sungai Gelam Musliadi, S.Kom.,ME, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemkab Muaro Jambi memutuskan untuk mengadakan peringatan nuzulul qur’an dalam rangkaian safari ramadhan tahun ini di Desa Tangkit Baru bukan tanpa alasan. Ia menuturkan bahwa alasan Pemkab adalah karena Kecamatan Sungai Gelam merupakan saah satu lumbung Qori/ah, Hafiz/ah, dan Khat/ah bagi Muaro Jambi.

“Bapak Ibu semua, Ibu Bupati beserta jajaran dalam kesempatan ini melakukan safari ramadhan sekaligus memperingati nuzulul qur’an di Desa Tangkit Baru ini bukan tanpa alasan. Pemkab memutuskan mengadakan nuzul qur’an di sini karena kita Sungai Gelam adalah basis para qori/ah, para hafiz, dan khattah, yang sering berlaga di Musabaqoh untuk Muaro Jambi. Mudah-mudahan dengan peringatan nuzulul qur’an malam ini, bisa menjadi pendongkrak semangat bagi generasi kita untuk senantiasa mendalami kandungan al-Qur’an”, ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro dalam sambutannya menyapa warga Desa Tangkit Baru, serta menyampaikan perihal program pembangunan yang dilakukannya bagi masyarakat Desa Tangkit Baru. Seperti sertifikasi tanah, pembangunan infrastruktur jalan, serta kebersihan.

Perihal pembangunan jalan Desa Tangkit Baru, Dirinya beserta jajaran sudah melakukan tahapan tender untuk pembangunan sepanjang tiga Kilometer dan akan dimulai pengerjaannya. Sisanya tiga kilometer lagi akan disambung pada tahun anggaran berikutnya. Bupati juga menyampaikan, dirinya mendapat keluhan dari masyarakat soal sampah. Ia meminta kepada Pemerintah Desa untuk mencari lahan kosong yang bisa dihibahkan untuk dibangun tempat pembuangan sampah.

“Saya hadir di sini dalam rangka peringatan nuzulul qur’an 1443 hijriyah. Nah, nanti soal nuzul qur’an biar bapak penceramah yang mengupasnya. Saya menyampaikan soal pembangunan. Alhamdulillah sertifikasi tanah sudah kita lakukan proses administrasinya, ini sudah ada gambaran dari BPN, mohon bersabar, tinggal menunggu pensertifikatannya dan bapak ibu bisa mendapatkannya. Kemudian di Desa Tangkit ini soal pembangunan jalan sudah dalam tahap tender sepanjang tiga kilometer, mungkin nanti setelah lebaran mulai pembangunannya, sisanya tiga kilometer lagi akan disambung di tahun anggaran berikutnya. Itu saya sudah minta ke Kadis PU aspalnya harus yang paling bagus. Karena jalan Tangkit Baru ini mobilitasnyabtinggi untuk warga mengangkut hasil kebun nanas. Saya juga bilang ke Dinas Perkim untuk penerangan jalannya juga. Saya juga saya mendapat keluhan dari masyarakat soal sampah. Nah itu saya minta ke Pemerintah Desa cari lahan yang bisa dihibahkan, nanti kita yang bangun tempat pembuangan sampahnya”, ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Masnah berpamitan kepada warga Desa Tangkit Baru, umumnya kepada masyarakat Muaro Jambi, bahwa dirinya beserta Wakil Bupati Bambang Bayu Suseno akan berakhir masa jabatan per 22 Mei 2022. Dirinya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam masa jabatannya masih ada kekurangan, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan amanah yang telah diberikan masyarakat kepadanya dan Wakil Bupati.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian bantuan berupa perlengkapan alat salat kepada pengurus masjid, serta santunan kepada anak yatim Desa Tangkit Baru, dilanjutkan dengan tausiyah agama peringatan nuzulul qur’an oleh penceramah.

Advertisement

ADVERTORIAL

Master Plan IAD Jember Diteken, Siap Dongkrak Ekonomi Warga Sekitar Hutan

DETAIL.ID

Published

on

Acara penandatanganan Master Plan IAD Kabupaten Jember Tahun 2026–2030, Kamis (9/7/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember dan Kementerian Kehutanan resmi mengesahkan Master Plan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Jember Tahun 2026–2030 sebagai acuan pengembangan kawasan berbasis perhutanan sosial.

Penandatanganan dokumen tersebut berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Kamis, 9 Juli 2026.

Master Plan IAD disusun sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini juga menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, khususnya kawasan pinggir hutan, pinggir perkebunan, pedesaan, hingga pesisir.

Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan solusi melalui program perhutanan sosial yang memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara legal dan produktif.

Menurutnya, sasaran utama program tersebut adalah masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap lahan produktif, terutama buruh tani dan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Dengan adanya akses legal untuk mengelola hutan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperbaiki taraf hidupnya.

Pemerintah Kabupaten Jember juga akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan serta verifikasi calon penerima manfaat.

Proses tersebut dinilai penting agar program benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“IAD hadir dengan semangat menjaga hutan sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Ke depan kami akan memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, mulai dari proses penetapan penerima manfaat, pendampingan, hingga pengembangan program perhutanan sosial. Tujuan akhirnya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani menjelaskan, Integrated Area Development merupakan strategi pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan kawasan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pendekatan tersebut menggabungkan upaya pelestarian hutan dengan pengembangan klaster komoditas unggulan agar memiliki skala ekonomi yang lebih kuat dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain memberikan akses kelola kawasan hutan kepada masyarakat sekitar hutan, program perhutanan sosial juga diharapkan membuka peluang usaha yang lebih luas, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta mendorong pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, Kementerian Kehutanan juga melaksanakan kick off Blended Finance Model (BFM) untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perhutanan sosial.

Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan skema tersebut sehingga kelompok pemegang Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial diharapkan lebih mudah memperoleh dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha produktif.

Master Plan IAD turut menjadi dasar pengembangan komoditas unggulan melalui pendekatan kawasan dan hilirisasi.

Komoditas seperti kopi, kakao, durian, dan alpukat akan dikembangkan secara terintegrasi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian kawasan hutan.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Sidak Tambang Gunung Sadeng, Satgas Pemkab Jember Temukan Izin Mati dan Tunggakan Pajak Rp1,6 Miliar

DETAIL.ID

Published

on

Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember saat sidak Gunung Sadeng, Kamis (9/7/2026). (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemerintah Kabupaten Jember menemukan sejumlah persoalan dalam aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Sadeng, Kecamatan Puger.

Temuan itu didapat saat tim menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut, Kamis, 9 Juli 2026.

Pemeriksaan dilakukan terhadap perusahaan yang masih beroperasi maupun yang telah menghentikan kegiatan usahanya.

Tim memeriksa kelengkapan administrasi, kepatuhan pembayaran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga kesesuaian aktivitas pertambangan dengan ketentuan tata ruang.

Perwakilan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Yudho, mengatakan pihaknya masih menemukan perusahaan yang belum memenuhi kewajiban administrasi maupun perpajakan.

“Dalam pengecekan, kami menemukan kewajiban pembayaran pajak yang belum diselesaikan dan ada perizinan yang sudah mati,” kata Yudho.

Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian ialah PT Pertama Mina Sutra Perkasa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, perusahaan tersebut masih memiliki tunggakan pajak MBLB sekitar Rp495 juta.

Satgas telah meminta perusahaan segera melunasi kewajibannya karena pajak tersebut menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember.

Sementara itu, pihak perusahaan juga mengakui izin usaha pertambangannya telah berakhir sejak Juni 2025.

Saat ini, perusahaan sedang mengajukan status suspend sembari menunggu proses penerbitan izin baru.

Berdasarkan data Satgas, terdapat 21 perusahaan yang melakukan eksplorasi di kawasan Gunung Sadeng, namun hanya sekitar tujuh perusahaan yang telah mengantongi izin resmi.

Adapun total tunggakan pajak MBLB periode Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Nilai tunggakan terbesar berasal dari PT Imasco Tambang Raya yang mencapai sekitar Rp900 juta.

“Secara keseluruhan, tunggakan pajak MBLB periode Januari hingga Juni mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Tunggakan terbesar berada di PT Imasco Tambang Raya sekitar Rp900 juta,” ujarnya.

Yudho menjelaskan, saat ini penghitungan pajak MBLB menggunakan satuan meter kubik berdasarkan Surat Keputusan Bupati mengenai konversi tonase ke meter kubik.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pertambangan sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Kalau izinnya sudah habis, mereka tidak boleh lagi melakukan aktivitas eksplorasi. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan UPT karena menjadi kewenangan mereka,” tutur Yudho.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bupati Jember Tinjau Sekolah Rakyat, Target Rampung Akhir Juli

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (9/7/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, telah memasuki tahap akhir.

Saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Kamis, 9 Juli 2026, ia menyebut progres pengerjaan sudah mencapai lebih dari 90 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli mendatang.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember serta perwakilan pemerintah pusat.

Mereka memastikan seluruh sarana dan prasarana telah sesuai dengan rencana sehingga sekolah dapat segera digunakan untuk menerima peserta didik.

Dalam kunjungan itu, Gus Fawait meninjau satu per satu fasilitas yang tersedia, mulai ruang belajar, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, hingga area olahraga yang hampir seluruhnya telah selesai dibangun.

“Hari ini saya melihat langsung sekolah yang sangat megah. Fasilitasnya lengkap dan dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” kata Gus Fawait.

Ia mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

“Program ini menjadi jalan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan,” ujarnya.

Gus Fawait menjelaskan, sekolah tersebut dibangun dengan fasilitas yang tergolong lengkap.

Selain ruang belajar dan asrama, tersedia dua lapangan basket, lapangan sepak bola berstandar FIFA, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Seluruh organisasi perangkat daerah telah diminta mengawal proses penyelesaian pembangunan hingga operasional sekolah berjalan sesuai jadwal.

“Seluruh jajaran Pemkab Jember hadir sebagai bentuk komitmen mendukung Sekolah Rakyat. Insyaallah pembangunan selesai pada akhir Juli,” katanya.

Sekolah Rakyat dibangun di kawasan olahraga yang bersebelahan dengan Jember Sport Garden (JSG).

Keberadaan sekolah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Selain itu, Gus Fawait menginstruksikan camat, lurah, dan pemerintah desa untuk aktif mendata anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum memperoleh akses pendidikan.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Jember yang kehilangan kesempatan sekolah karena kendala ekonomi.

“Jangan sampai ada anak Jember gagal sekolah karena biaya. Semua kebutuhan pendidikan sudah disiapkan pemerintah secara penuh,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik akan dipenuhi pemerintah.

Setiap siswa akan memperoleh fasilitas berupa laptop, seragam, tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, serta makanan ringan dua kali setiap hari tanpa dipungut biaya.

Program tersebut juga memberikan perhatian kepada kondisi keluarga siswa.

Orang tua peserta didik yang masih tinggal di rumah tidak layak huni akan memperoleh bantuan perbaikan rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melihat kelengkapan fasilitas yang tersedia, Gus Fawait menilai kualitas Sekolah Rakyat tidak kalah dengan sekolah unggulan nasional.

“Saat melihat fasilitasnya, saya teringat Taruna Nusantara. Bedanya, sekolah berkualitas ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Jember nantinya akan menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem berasrama.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut disebut cukup tinggi sejak proses pendaftaran dibuka.

Gus Fawait berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik awal lahirnya generasi muda Jember yang memiliki daya saing dan mampu mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan.

“Target kami sederhana, jangan ada lagi anak Jember kehilangan masa depan karena kemiskinan. Semua harus mendapatkan pendidikan terbaik,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs