Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Harap Kualitas Pelayanan Publik Pada Polri Meningkat

Published

on

detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris mengharapkan pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti menjadi salah satu dorongan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik Polri, khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dalam rangka kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Hal tersebut disampaikan Al Haris pada Peletakkan batu Pertama Pembangunan Gedung Siginjai Wira Bhakti Polda Jambi Tahun 2022, bertempat di sebelah Lapangan Mapolda Jambi, Selasa 21 Juni 2022.

“Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong dan mendukung setiap instansi vertikal dalam kondisi baik, tidak terkecuali Polda Jambi, karena kita ini melayani masyarakat dalam berbagai hal. Kita semua mengharapkan pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti menjadi motivasi tersendiri bagi kepolisian dalam meningkatkan dan terus memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat, serta lebih mempermudah masyarakat dalam berbagai urusan,” ujar Al Haris.

“Alhamdulillah, saat ini kita melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti Polda Jambi. Kita semua mengharapkan proses pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti Polda Jambi ini akan berjalan lancar dan sukses serta pembangunan ini bisa mewujudkan komitmen Polda Jambi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Provinsi Jambi,” kata Al Haris.

Al Haris menjelaskan, Polri sebagai aparat negara dengan tugas dan wewenangnya yang meliputi kegiatan pencegahan (preventif) dan penegakan hukum (represif), senantiasa membangun dan mengembangkan kepolisian agar mampu menjawab tantangan dan harapan masyarakat serta perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.

“Pembangunan dan perkembangan Polri hendaknya selaras dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan arah kebijakan daerah dan nasional, sehingga Polri dapat memberikan pelayanan publik yang prima dan optimal kepada masyarakat. Pengembangan sarana dan prasarana di lingkungan kepolisian menunjukkan wujud komitmen dan tekad kepolisian dalam pemberian pelayanan prima kepada masyarakat,” ucap Al Haris.

“Saya juga mengharapkan pembangunan sarana dan prasarana dapat diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik secara hard skill maupun soft skill. Evaluasi harus terus kita lakukan untuk perbaikan yang jauh lebih baik lagi di masa mendatang, sehingga wajah Polri dan juga lembaga pemerintah lainnya akan lebih bersahabat, lebih memasyarakat, serta alur pelayanan yang lebih berkualitas,” ujar Al Haris.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Bapak Gubernur Jambi yang telah menghibahkan pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi pada bidang Cipta Karya tahun anggaran 2022 sebesar Rp.24,1 miliar, dengan luas 2.700 m2 termasuk meubelairnya.

“Adapun rincian dari Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti tersebut terdiri dari basement ruang parkir, ruang kantor bidang Propam Polda Jambi, ruang perpustakaan, ruang tahanan, ruang rapat, aula Siginjai Sakti Wira Bhakti, dan area outdoor, serta mengusung tema pembangunan adat melayu,” kata Rachmad.

Rachmad mengharapkan pembangunan Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti nantinya tidak ada hambatan dan rintangan, serta dapat selesai sesuai rencana dengan hasil yang baik dan tepat waktu.

Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menyampaikan program MPP Mini dalam acara Pro Gus'e di RSD dr Soebandi, Kamis (23/4/2026) malam. (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.

Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.

“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:

  1. Kecamatan Jombang
  2. Kecamatan Tanggul
  3. Kecamatan Mayang
  4. Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)

Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.

Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.

Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.

Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.

“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.

Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.

“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim

DETAIL.ID

Published

on

Kadiskominfo Jember mewakili Bupati Fawait menerima penghargaan dari Beritajatim. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.

“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.

Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.

Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.

“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

ASN Berjuang Verval Data Kemiskinan Hingga Terjatuh, Pj Sekda Jember Beri Apresiasi!

DETAIL.ID

Published

on

Pj. Sekda Jember menjenguk ASN yang jatuh saat bertugas, Senin (20/4/2026). (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – ASN Satpol PP Kabupaten Jember, Siti Nurus Syamsiyah, jatuh saat menjalankan verifikasi faktual (verval) data kemiskinan di Kecamatan Sumberjambe, Senin, 20 April 2026.

Peristiwa itu terjadi saat Siti menuju lokasi tugas pada malam hari menggunakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi.

Kondisi medan yang terjal dan minim pencahayaan membuat kendaraan yang dikendarainya kehilangan tenaga saat menanjak.

“Kan sudah magrib jadi saya enggak paham medan, terus ketinggiannya itu sekitar 45 derajat kemiringannya. Nah, saya sudah mau nanjak gitu sepedanya kan roda tiga,” katanya saat ditemui di ruang IGD RS dr. Soebandi.

Ia menguraikan, kurangnya ancang-ancang membuat kendaraan tidak mampu menanjak dan justru mundur tak terkendali meski sudah direm.

“Mungkin kecepatan dari bawah itu kurang karena saya tidak tahu medannya. Akhirnya mundur, saya rem tetap enggak bisa. Sepedanya miring ke kiri terus jatuh,” ujarnya.

Siti menjalankan tugas tersebut setelah mendapat izin dari atasan usai apel pagi.

Ia menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah daerah dalam penuntasan data kemiskinan, dengan catatan aspek keselamatan petugas menjadi perhatian.

“Harapannya kalau perempuan jangan jauh-jauh (lokasi tugasnya), yang dekat-dekat saja. Kalau laki-laki mungkin beda lagi cara kerjanya,” ucapnya.

Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, merespons insiden itu dengan menyampaikan apresiasi kepada ASN yang terlibat dalam proses verval di lapangan.

“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada semua ASN yang sudah melaksanakan verifikasi data dengan penuh sukacita dan duka di lapangan. Ini menunjukkan semangat bahwa ASN terpanggil peduli terhadap warga miskin di Jember,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan verval berjalan lebih aman dan efisien.

Helmi meminta OPD mengatur pembagian tugas jika ada ASN yang memiliki keterbatasan fisik atau usia.

“Kami sampaikan kepada OPD-OPD, misalkan keberatan karena sakit atau sudah sepuh, nanti verval bisa diwakilkan kepada rekan kerjanya yang lain. Masa sih temannya enggak bisa bantu? Yang penting datanya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut penyesuaian lokasi tugas akan kembali dikaji agar lebih dekat dengan domisili petugas.

“Nanti kita evaluasi untuk didekatkan dengan posisi rumahnya. Sebetulnya sudah dilakukan, cuma karena terlalu banyak warga miskin di pinggiran, akhirnya mau tidak mau kita melibatkan rekan-rekan ASN,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs