ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Apresiasi Upaya Muhammadiyah Tingkatkan SDM Jambi
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., mengapresiasi Pengurus Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jambi yang turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Provinsi Jambi. Hal ini disampaikan AL Haris pada saat Seminar Nasional Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Peresmian Gedung Universitas Muhammadiyah Jambi, bertempat di Auditorium Rektorat Universitas Muhammadiyah Jambi, Kamis 7 Juli 2022.
“Kita mengakui dalam pergerakan-pergerakan pendidikan Indonesia, Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan pada proses pengembangan pendidikan, kesehatan dan sosial lainnya. Kami terus mendukung dan bersinergi bersama Muhammadiyah karena keberadaannya jelas yaitu dalam upaya mencerdaskan putra-putri atau anak-anak Jambi untuk meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.
Al Haris mengucapkan selamat atas milad ketiga Universitas Muhammadiyah Jambi dan mengharapkan dengan transformasi Sekolah Tinggi Muhammadiyah Jambi menjadi universitas, yaitu Universitas Muhammadiyah Jambi, menjadi pemacu serta meluaskan gerak Universitas Muhammadiyah untuk terus berperan dan berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Provinsi Jambi, melalui penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Al Haris menuturkan, nilai-nilai agama dan keindonesiaan merupakan modal untuk membangun Provinsi Jambi, sehingga penyertaan penanaman nilai-nilai keagamaan dan keindonesiaan dalam pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi akan melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, berbudaya, sekaligus berakhlakul karimah.
Hal ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka mewujudkan Provinsi Jambi yang Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional (MANTAP) di bawah Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Saya mengharapkan dengan dukungan dan kontribusi semua pihak, termasuk penyelenggara pendidikan, kualitas sumber daya manusia Provinsi Jambi yang unggul dan berkualitas dapat terwujud,” ucap Al Haris.
Lebih lanjut, Al Haris mengatakan, dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan perguruan tinggi, pembangunan sarana prasarana menjadi salah satu langkah penting. Pembangunan infrastruktur gedung kampus selain sebagai penunjang dalam peralihan menjadi universitas, bahkan merupakan upaya pembenahan dan pengembangan diri yang harus senantiasa dilakukan perguruan tinggi, sebagai wujud tanggung jawab pelayanan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Selamat saya sampaikan atas peresmian gedung Universitas Muhammadiyah Jambi ini serta sarana pendukung lainnya, semoga dengan adanya gedung baru Universitas Muhammadiyah Jambi ini diiringi juga dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan yang turut mendukung membaiknya juga mutu pendidikan serta pelayanannya, baik kepada masyarakat maupun seluruh civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi itu sendiri, dalam rangka melahirkan lulusan yang berkarakater dan berkualitas serta mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Al Haris.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof.Dr.H. Haedar Nashir,M.Si., mengatakan, pengurus wilayah Muhammadiyah Jambi merupakan salah satu pengurus wilayah yang cukup berhasil membangun Muhammadiyah yaitu telah berhasil membangun gedung megah 6 lantai Universitas Muhammadiyah Jambi ini.
Haedar Nashir berpesan kepada seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah dan seluruh perguruan tinggi untuk berkerja dengan sungguh sungguh dan ikhlas, sehingga nantinya menjadi amal usaha kepada umat dan bangsa ini, serta Universitas Muhammadiyah bisa menjadi universitas yang unggul dalm segala bidang,” kata Haedar Nashir.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Ungkap Pendidikan Agama Jadi Solusi Utama Tuntaskan Persoalan Kompleks di Jember
DETAIL.ID, Jember – Berbagai persoalan rumit di tingkat lokal hingga nasional diyakini dapat diatasi melalui penguatan sektor pendidikan dan penanaman nilai-nilai keagamaan.
Fondasi akhlak mulia ini dinilai mutlak untuk membentengi generasi penerus dari dampak buruk berbagai pengaruh negatif di era modern.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ketika menghadiri kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kantor Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, pada Selasa, 3 November 2026.
Di hadapan para guru ngaji, tokoh agama, serta masyarakat, ia menegaskan bahwa ilmu yang berlandaskan agama adalah bekal utama pembentukan karakter.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan atensi khusus kepada para pendidik keagamaan dari beragam latar belakang keyakinan.
Kelompok pengajian, majelis taklim, dan kegiatan rohani lintas agama dinilai memiliki peran vital dalam melahirkan generasi bangsa yang saleh, salehah, dan berkualitas.
Komitmen kuat juga disampaikan pemkab untuk terus bersinergi bersama para guru ngaji demi menyemarakkan kegiatan rohani warga.
“Dengan semakin maraknya majelis ilmu dan pengajian, diharapkan Kabupaten Jember senantiasa dilimpahi keberkahan dan kemakmuran,” kata Gus Fawait.
Di samping fokus pada pembangunan sumber daya manusia daerah, ia turut mengajak warga untuk mendoakan para pemimpin bangsa, khususnya Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintahan pusat.
Persatuan dan kesatuan antarwarga dipandang sebagai landasan kokoh untuk mencapai cita-cita bersama.
“Semangat kebersamaan yang berakar dari nilai-nilai luhur kebangsaan dan keagamaan diyakini menjadi kunci utama dalam membawa bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Jember, menjadi daerah yang semakin unggul dan disegani,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Warga Jember Rasakan Manfaat Nyata Layanan JKN, Berobat Jadi Lebih Tenang
DETAIL.ID, Jember – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan sebagai bentuk perlindungan saat membutuhkan layanan medis.
Hal tersebut dialami Fatimah (45), seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, yang telah lama terdaftar sebagai peserta JKN.
Bagi dirinya, program ini menghadirkan rasa tenang bagi keluarga manakala harus menjalani proses pengobatan di fasilitas kesehatan.
Sebagai bagian dari peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja yang mendapatkan fasilitasi dari Pemerintah Daerah, Fatimah menceritakan pengalamannya ketika menghadapi gangguan kesehatan pada saluran kemih atau urologi.
Kondisi tersebut memaruskannya memperoleh penanganan medis secara komprehensif hingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Situasi itu membuatnya menyadari bahwa ketersediaan jaminan pembiayaan kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi besarnya biaya pemeriksaan lanjutan maupun tindakan medis di rumah sakit.
“Bagi saya, Program JKN ini sangat membantu. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit dan membutuhkan pengobatan. Dengan adanya JKN yang iurannya ditanggung pemerintah, saya merasa lebih tenang karena ketika saya atau keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan, tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya pengobatannya,” ujar Fatimah, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain aspek pembiayaan, kemudahan akses serta mutu pelayanan di fasilitas kesehatan turut mendatangkan kesan positif baginya selama menjalani rangkaian perawatan.
Ia menilai pihak fasilitas kesehatan terus berbenah memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan pasien.
“Selama menggunakan JKN, saya merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan. Ketika membutuhkan pengobatan, kami bisa mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Saya juga melihat rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya agar pasien merasa lebih nyaman,” tuturnya.
Di akhir pengalamannya, Fatimah menyampaikan harapan agar Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga.
Menurutnya, program ini merefleksikan semangat gotong royong dalam memenuhi hak dasar kesehatan bagi masyarakat luas.
“Menurut saya, JKN sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya jaminan kesehatan ketika sudah sakit. Saya berharap program ini terus ada dan semakin baik pelayanannya, karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat seperti kami,” ucapnya. (*)
ADVERTORIAL
Dokter Puskesmas Semboro Jember Rasakan Dampak Nyata JKN Lewat Semangat Gotong Royong
DETAIL.ID, Jember – Setiap hari, Puskesmas Semboro di Kabupaten Jember kedatangan warga yang ingin berobat dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu dokter umum di puskesmas tersebut, dr. Ignatius Yuli Sugiarto (50), menyaksikan langsung bagaimana program ini membantu masyarakat memperoleh layanan medis tanpa beban biaya pengobatan yang besar.
Bagi dr. Sugiarto, kemudahan akses tersebut memberikan rasa aman bagi peserta ketika membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Situasi ini membuat pasien bisa lebih fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan tanpa dihantui kecemasan finansial.
“Setiap hari saya melayani peserta JKN di Puskesmas Semboro. Banyak masyarakat yang menyampaikan rasa syukur karena dengan adanya BPJS Kesehatan, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan yang cukup besar. Sebagai dokter, saya merasa senang melihat program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dr. Sugiarto, Jumat, 30 Oktober 2026.
Komitmen untuk memberikan layanan terbaik terus dipegang teguh oleh jajaran tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.
Melihat warga terbantu menjadi kepuasan tersendiri sekaligus dorongan untuk menjaga kualitas pelayanan tetap prima.
“Kami di Puskesmas Semboro berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN. Bagi kami, melihat masyarakat terbantu dan mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan merupakan kepuasan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar dr. Ignatius.
Di luar aspek pembiayaan medis, ia menilai Program JKN menyimpan nilai sosial mendalam yang sejalan dengan karakter bangsa, yakni gotong royong.
Sistem iuran rutin yang dibayarkan peserta menjadi wadah kolektif untuk saling menolong tatkala ada yang jatuh sakit.
Melalui mekanisme tersebut, peserta yang berada dalam kondisi sehat turut menopang mereka yang membutuhkan pertolongan medis.
“Menurut saya, Program JKN mengajarkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Saat ini kita sehat dan rutin membayar iuran, berarti kita ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Suatu saat ketika kita membutuhkan, sistem ini juga akan memberikan manfaat bagi kita,” katanya.
Menjelang akhir keterangannya, dr. Ignatius mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat keberlangsungan program ini dengan menjaga keaktifan kepesertaan serta memenuhi kewajiban iuran.
Kolaborasi antara kepatuhan peserta dan peningkatan mutu fasilitas kesehatan diyakini mampu menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata.
“JKN ini merupakan program yang sangat baik karena mengedepankan kepedulian dan kebersamaan. Mari kita jaga bersama, karena melalui semangat gotong royong, kita bisa saling membantu agar semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya. (*)



