ADVERTORIAL
Sekda Azan Buka Acara Cup II Kicau Mania Batang Hari Tangguh
detail.id/, Muara Bulian – Wakili Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, Sekertaris Daerah Kabupaten Batang Hari M. Azan SH buka secara resmi Open Turnament Kicau Mania Batang Hari Tangguh Cup II (Dua).
Acara tersebut berpusat di Gedung Olah Raga ( GOR ) Bulian Sport Center ( BSC ) dan acara itu merupakan rangkaian dari acara peringatan Hari Ulang ( HUT ) Kabupaten Batang Hari yang ke-74 Tahun.
Turut hadir pada acara pembukaan itu yakni Perwakilan dari Kapolres Batang Hari, Dandim 0415/Batang Hari, perwakilan Kejaksaan Negeri Cabang Batang Hari, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Dewan Juri Lomba, Seluruh Peserta dan para undangan lainnya.
Sebelum membuka acara secara resmi dan menyampaikan kata sambutan dari Bupati Fadhil, menurut pantauan awak media, terlihat Sekda Azan melakukan pengambilan sumpah kepada seluruh Dewan Juri pada pertandingan kicau mania.
Dikatan Sekda Azan melalui kata sambutannya, mewakili atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari memohon maaf karena Bupati Batang Hari dan Wakil Bupati tidak bisa hadir secara langsung guna membuka rangkaian acara.
“Atas nama pemerintah Batang Hari, pada acara ini izinkan saya mewakili Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh kawan-kawan kicau mania dan tamu undangan lainnya yang hadir atas ketidak hadiran Bapak Bupati dan Wakil Bupati kita. Karena dalam hal yang sama dalam waktu yang bersamaan Bapak Bupati dan Wakil Bupati ada rangkaian acara lain juga yang merupakan tangkaian acara HUT Batang Hari yang ke 74, maka Pak Bupati meminta saya yang membuka acara kicau mania ini,” katanya.
“Nanti insya Allah Bapak Bupati juga akan hadir disini sebagai peserta setelah pak Bupati selesai melaksanakan dari giat-giat lain,” lanjutnya.
Kemudian Sekda Azan mengungkapkan,merasa sangat bangga atas terlaksananya Kicau Mania Cup II Batang Hari Tangguh karena begitu banyaknya keikutsertaan peserta Kicau mania dari Kabupaten dan Provinsi lain yang ikut meramaikan acara itu.
“Berdasarkan laporan yang ada bahwa peserta lomba kicau burung ini dari sabang sampai maraukenya Provinsi Jambi. Dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Muara Bungo, Kabupaten Tebo, Batang Hari sendiri, Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjabar, Tanjabtim penuh semuanya. Bahkan datangbya dari sanak saudara kita dari Daerah lain atau Provinsi lain seperti hadir dari perwakilan Provinsi Riau,Provinsi Sumsel, Sumatra Barat, Kota Pekan Baru. Tapi darimanapun selamat datang di Kabupaten Batang Hari Bumi serentak Bak regam. Jaga sportivitas, karena ini adalah bagian dari olah raga,” ujar Sekda.
Sekda juga menghimbau kepada seluruh Peserta Kicau Mania, jika perlombaan ini diikuti bukan karena hadiahnya, tetapi kebersamaanya yang diutamakan,sebutnya dengan tegas.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



