ADVERTORIAL
Anggota DPRD Samsul Riduan Minta Evaluasi Kinerja OPD di Jambi dan Percepat Realisasi Program Pro Rakyat
Jambi – Samsul Riduan, anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Sarolangun Merangin meminta agar Gubernur Jambi untuk melakukan evaluasi kinerja dari masing-masing OPD di lingkup pemerintahan Provinsi Jambi.
Ini kata Samsul Riduan dapat dilakukan dengan berkaca dari kinerja OPD di tahun lalu. Ia juga bahkan meminta agar dengan evaluasi yang dilakukan ini bisa meningkatkan capaian kinerja di tahun ini. Samsul Riduan menilai bahwa di tahun lalu masih banyak capaian kinerja dari OPD di lingkup pemerintahan Provinsi Jambi yang tidak terlaksana secara maksimal dilihat dari serapan anggaran.
“Kita harapkan di tahun ini tidak ada lagi OPS yang serapan anggarannya rendah sampai akhir tahun 2023. Semua yang sudah dianggarkan harus segera direalisasikan secara maksimal sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat jambi,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan pekerjaan ataupun program yang sifatnya meningkatkan perekonomian masyarakat, Samsul Riduan meminta untuk segera direalisasikan. Sehingga program-program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat, bantuan UMKM dan kelompok tani, harus segera direalisasikan, jangan ditunda di semester terakhir APBD baru di cairkan. Kita harapkan catatan-catatan ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan kinerja Pemprov Jambi guna mewujudkan visi misi jambi mantap 2024,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Buka Festival Kenduri Psko di Merangin, Wagub Abdullah Sani Ajak Generasi Muda Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba
Jambi – Festival Kenduri Psko resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Bawah Bangko, Kabupaten Merangin, Sabtu, 11 Juli 2026 malam. Festival budaya yang berlangsung selama dua hari itu menjadi ajang pelestarian tradisi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Abdullah Sani mengatakan Kenduri Psko merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan spiritual yang sangat kuat. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan yang diberikan.
Menurutnya, Kenduri Psko juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat hubungan sosial, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah, serta penghormatan kepada adat dan warisan leluhur. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi membangun masyarakat yang berkarakter dan berbudaya,” kata Abdullah Sani.
Wagub menegaskan, pelaksanaan Festival Kenduri Psko menjadi langkah nyata menjaga eksistensi budaya daerah. Selain itu, festival ini juga menjadi media edukasi agar generasi muda mengenal, mencintai, dan terus melestarikan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.
Abdullah Sani juga mengingatkan generasi muda agar menjadikan budaya sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Anak muda yang memahami adat dan budayanya akan memiliki jati diri yang kuat. Karena itu, lestarikan budaya, rajin berolahraga, dan jadilah generasi yang bebas dari narkoba,” ucapnya berpesan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni menilai festival budaya seperti Kenduri Psko tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM, pengrajin, hingga pelaku kuliner membuat ruang publik menjadi lebih hidup dan produktif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Pelita Mudo, panitia, penggiat budaya, serta seluruh masyarakat yang telah menginisiasi Festival Kenduri Psko ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulhifni juga menyerahkan plakat penghargaan dan buku kepada para pelestari serta pelaku Tari Kadam sebagai bentuk penghormatan terhadap seni budaya yang mulai langka.
Festival Kenduri Psko tahun ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya, di antaranya penampilan Pelita Mudo Ethnic Project, mahakarya bertajuk Rupa Al Kadam, fashion show, permainan rakyat, serta beragam tari tradisional yang memukau pengunjung. (*)
ADVERTORIAL
Pemprov Jambi Gelar Nobar Semifinal dan Final Piala Dunia 2026! Libatkan Ratusan UMKM Diharapkan Dapat Gerakkan Ekonomi
Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan menggelar nonton bareng (nobar) semifinal hingga final Piala Dunia 2026 di dua lokasi utama. Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi pelaku UMKM.
Nobar yang digelar bersama TVRI Jambi itu akan berlangsung di pintu gerbang keluar Kantor Gubernur Jambi atau jalan depan RRI untuk laga semifinal. Sementara perebutan tempat ketiga dan partai final akan dipusatkan di jalan depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan, mulai dari lokasi, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas.
“Kita siapkan lokasi khusus menggunakan layar lebar (videotron), termasuk tempat untuk pedagang. Yang pasti akan kita libatkan pihak keamanan, dan pengaturan lalu lintas dari Dinas Perhubungan,” kata Syamsurizal usai rapat teknis persiapan nobar di Ruang Rapat Sekda Provinsi Jambi, Jumat, 10 Juli 2026.
Selain di lokasi yang disiapkan Pemprov Jambi, nobar juga akan digelar di halaman Polda Jambi, Korem 042/Garuda Putih, serta kawasan Kantor Gubernur Jambi dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni, mengatakan kegiatan nobar selama Piala Dunia terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Menurutnya, TVRI memiliki sistem pemantauan yang mencatat jumlah penonton dan nilai transaksi ekonomi di setiap lokasi nobar.
“Sudah ada dashboard-nya. Kita mendata berapa banyak penonton di setiap venue dan berapa perputaran ekonomi yang tumbuh setiap kali nobar. Angkanya sampai miliaran,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga 10 Juli 2026, terdapat 30 lokasi nobar komersial dan 53 lokasi nonkomersial yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Herly berharap penyelenggaraan nobar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. “Mudah-mudahan UMKM kita di Jambi akan hidup dan menerima manfaat dari siaran Piala Dunia,” katanya.
Antusiasme pelaku UMKM juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 106 UMKM telah mendaftar mengikuti bazar di lokasi nobar depan RRI. Pemerintah menyiapkan tenda, meja, dan penerangan bagi para pedagang selama pelaksanaan semifinal hingga final Piala Dunia 2026. (*)
ADVERTORIAL
Dijadwalkan Buka Turnamen Urawa Cup VI di Stadion Swarna Bhumi, Gubernur Al Haris Siap Berlaga Lawan Tim Urawa
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris dijadwalkan membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Urawa Cup VI se-Sumatera di Stadion Swarna Bhumi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mendatang. Menariknya, Al Haris tidak hanya membuka turnamen, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan untuk laga persahabatan melawan Tim Urawa Legend.
Kepastian itu disampaikan Al Haris saat menerima kunjungan tim Urawa Legend di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
“Nanti tanggal 22 insyaallah pagi kita akan membuka turnamen sepak bola Urawa di Stadion Swarna Bhumi,” ujar Al Haris.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, Ketua Panitia Pelaksana Indra Martinus, Sesepuh Urawa Jambi Sofriadi, serta Firma Satria.
Selain membuka turnamen, Al Haris dijadwalkan ikut memperkuat Tim Gubernur Jambi dalam laga persahabatan melawan Tim Urawa Legend. Kehadirannya di lapangan diharapkan semakin memeriahkan pembukaan turnamen yang menjadi agenda tahunan para pecinta sepak bola.
Urawa Cup VI akan berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Agustus 2026. Turnamen ini diikuti delapan tim yang berasal dari berbagai daerah.
Sebanyak enam tim merupakan perwakilan dari sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Sementara dua tim lainnya datang dari Singapura dan Malaysia, sehingga turnamen ini juga menghadirkan nuansa sepak bola internasional.
Panitia berharap Urawa Cup VI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpemain dan komunitas sepak bola dari berbagai daerah, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat Jambi. (*)



